Surat Terbuka Untuk Presiden Indonesia Joko Widodo Di Jakarta
SAMPAI KAPANKAH TERUS BEGINI ???
Surat Terbuka
Kepada Yang Terhormat
Presiden Indonesia, Ir. Joko Widodo
Di Jakarta
Dengan hormat,
Mencermati dinamika dan polimik yang terjadi di Papua dari waktu ke waktu, diantara perjuangan Papua Merdeka harga mati, dan NKRI harga mati, serta pelaksanaan pembangunan Papua dalam kemasan Otus jilid II dan DOB yang pro kontra serta mayoritas masyarakat Papua menolaknya, dan konflik bersenjata yang kita terus di pertontonkan dengan darah dan air mata yang tak hentinya mengalir dan membasahi negeri surga kecil yang jatuh ke bumi ini, negeri Papua yang kita cintai bersama.
Konflik Politik Identitas yang berpangkal dari agresi /infansi militer Indonesia sejak Januari 1962 antara Indonesia dan Belanda dengan gugurnya Komodor Laksamana Yos Sudarso pada 15 Januari 1962, seakan tak mengakhiri duka cita kita di negeri surga kecil yang jatuh ke bumi ini. Tak berhenti sampai di situ, namum perlawanan dan Pergolakan bersenjata dari waktu ke waktu, antara TNI /Polri dan TPN OPM sejak 1965 hingga saat ini 2022, yang telah menelan lebih dari 500 ribu korban jiwa dan 100 ribu pengungsi, ikut merobek sanubari kita dan keluarga korban serta masyarakat di negeri ini. Sejumlah pelanggaran hukum dan pelanggaran HAM masih menjadi momok diskusi masyarakat hingga lembaga Internasional (PBB).
Kini, akankah kita masih ingin diperhadapkan dan dipertontonkan dengan berderetan peristiwa-peristiwa menyedihkan ini ?, pelanggaran hukum dan HAM terus menjadi sorotan, rakyat sipil yang tak bersalah ikut terseret dan jadi korban di tengah pergolakan dan konflik politik identitas yang bermuara pada konflik bersenjata yang terus menelan korban jiwa. Sungguh ironis, jika kehidupan di surga kecil yang jatuh ke bumi ini, justru mencerminkan kehidupan bagai di neraka, yang tak lagi ada kejujuran, tak lagi ada kasih, tak ada lagi keharmonisan dan tak lagi ada kedamaian.
Presiden Indonesia yang tercinta, Ir. Joko Widodo yang terkasih, terima kasih untuk cinta kasih dan perhatian yang besar bagi Papua, surga kecil yang jatuh ke bumi ini. Mata, kaki dan tangan pak Presiden sungguh tertuju bagi rakyat di negeri ini, namun di balik semuanya itu, tak juga dapat menghapuskan perjuangan bangsa Papua yang terus berjuang menggapai haknya untuk merdeka, bernegara dan berpemerintahan sendiri di atas wilayah mantan Nederlands Niew Guinea (Papua), akibat kegagalan pemimpin Indonesia sebelumnya yang GAGAL memastikan bangsa Papua yang sesungguhnya bukan bangsa Indonesia menjadi warga negara Indonesia yang sejati. Yang artinya tak ada lagi rakyat Papua yang berteriak dan berjuang Papua Merdeka.
Saat ini, sulit bagi kita untuk menghapuskan memori 19 Oktober 2011 dengan Proklamasi Pemulihan Kemerdekaan Negara Bangsa Papua (NFRPB), yang bersyarat dan memiliki kekuatan hukum mengikat dan tetap, yang memulihkan embrio negara bangsa Papua yang di gagalkan oleh Ir. Soekarno pada Tahun 1961, yang sama kekuatan nilai hukumnya dengan Proklamasi Kemerdekaan Negara Indonesia, 17 Agustus 1945. Oleh karena itu, bukankah jalan perundingan damai antara NKRI dan NFRPB sebagaimana proposal dan surat penawaran perundingan damai dari Presiden NFRPB, Forkorus Yaboisembut, S.Pd kepada Presiden Indonesia yang diserahkan pada Oktober 2020 untuk Pengakuan dan Peralihan, adalah jalan terbaik menuju kehidupan damai dan sejahterah bagi seluruh warga penghuni surga kecil yang jatuh ke bumi ini, untuk jadi berkat bagi rakyat Indonesia dan penghuni dunia ?, ataukah kita masih ingin untuk beretorika di tengah darah dan air mata yang terus mengalir di Papua ?. Bukankah saling mengakui, menghargai dan menghormati itu Indah ?.
Sederetan peristiwa itu, kiranya menjadi refleksi dan renungan suci kita bersama di bawa tuntunan Tuhan Yang Maha Kuasa, untuk menciptakan masa depan yang humanis, harmonis, damai dan sejahtera bagi seluruh umat manusia di Papua yang di kasihi Tuhan.
Demikian surat terbuka ini saya sampaikan kepada Presiden Indonesia yang terkasih Bpk. Ir. Joko Widodo yang saya banggakan, untuk dapat mengambil langka bijaksana dalam menyelesai akar konflik di Papua secara menyeluruh dan tuntas demi masa depan ke dua negara bangsa (NKRI & NFRPB). Atas perhatiannya saya haturkan terima kasih.
Wassalam Walaikum Wr, Wb
Syaloom,
Sorong, 01 Oktober 2022
Teriring salam dan doa
Abraham Goram Gaman
Staf Khusus Presiden NFRPB
Bidang Kemitraan

Post a Comment for "Surat Terbuka Untuk Presiden Indonesia Joko Widodo Di Jakarta"
Silahkan menanggapi melalui kolom ini dengan bahasa yang santun, link aktif berupa spam dan link p*rno, togel akan dihapus.