3 Staf Khusus Presiden Kunjungan Kerja di Negara Bagian Doberay - Sorong Raya
KUNJUNGAN KERJA NFRPB DI SORONG RAYA WILAYAH DOBERAY
Menegakkan Keadilan dan Kebenaran Menggapai Hak Politik Kolektif Absolut Kemerdekaan Negara Papua Barat
Sorong, 13 September 2022, bertempat di bandara Domenic Eduard Osok Kota Sorong, dilaksanakannya penjemputan terhadap 3 Staf Khusus Presiden Negara Federal Republik Papua Barat, (NFRPB) antara lain Kepala Staf Khusus Presiden Letjen Elias Wetipo, Kepala Panpampres Letjen Mathen Oiwari, dan Staf Khusus Presiden Bridjen Yuran Pahaboll.
Merujuk pada surat penugasan Presiden NFRPB, tertanggal 7 September 2022, ke tiga staf khusus tersebut melaksanakan tugas kunjungan kenegaraan ke daerah-daerah dalam rangka, mengevaluasi dan melengkapi kelengkapan sumber daya Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB), sosialisasi tentang pengawalan keamanan bersama antara NFRPB dan NKRI dan kesiapan NFRPB dalam menyambut perubahan politik dan hukum di seluruh wilayah Papua Barat serta Perayaan HUT NFRPB yang Ke-11 tanggal 19 Oktober 2011 - 19 Oktober 2022.
Dalam arahan singkatnya di Bandara Dominic Eduard Osok Kota Sorong, Letjen Marthen Oiwari menyatakan di depan para penjemput bahwa, semua ini dapat terjadi atas pertolongan dan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga kita tidak perlu takut, kita ini institusi Negara yang memiliki kedudukan hukum sama dengan Indonesia, karena kemerdekaan itu hak kita, Indonesia sudah tahu itu, cuma masa bodoh, kita harus jujur untuk berkata, kami bukan bikin negara baru, tetapi memulihkan negara papua yang telah ada di Tahun 1961. Oleh sebab itu kami di perintahkan oleh Presiden NFRPB, Tuan Forkorus Yaboisembut, S.Pd untuk melakukan kunjungan kerja ke setiap daerah di tanah air Papua Barat. Urusan peralihan kekuasaan itu, urusan Para kepala Negara kita, antara Presiden NFRPB dan Presiden NKRI pungkas Letjen Marthen Oiwari.
Sementara itu, Kepala Staf Khusus Presiden Letjen Elias Wetipo bertutur bahwa, kunjungan kerja kami ke seluruh wilayah NFRPB adalah juga untuk menunjukkan keberadaan atau eksistensi Negara West Papua (NFRPB) yang telah siap untuk mengambil alih penyelenggaraan Pemerintahan berbangsa dan bernegara dari Pemerintah Indonesia di atas teritorial Negara West Papua yakni NFRPB, agar Pemerintah Indonesia jangan terus beralasan di dunia bahwa NFRPB itu tidak ada. Kami (NFRPB) itu ada dan siap menata masa depan negeri kami sendiri atas pertolongan dan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. Indonesia harus jujur berkata pungkas Wetipo. Kita berterima kasih untuk pemerintah Indonesia yang telah mendidik kita dan telah bangun Papua, tetapi juga Pemerintah Indonesia sudah harus menyadari tentang hak politik kolektif absolut bangsa Papua untuk Merdeka. Lebih baik Indonesia yang mengambil Inisiatif untuk peralihan kekuasaan secepatnya daripada dunia dan kami yang mendesak Indonesia, sambungnya.
Di singgung soal harapan kedepannya bagaimana ?, harapan ke depannya bahwa setelah peralihan kekuasaan dari NKRI kepada NFRPB, maka kita tetap menjalin hubungan kerja sama di antara kedua negara untuk menjamin keamanan rakyatnya dan memajukan daerahnya, membangun kekuatan ekonomi di asia pasific antara Papua Barat dan Indonesia serta menjamin kemanan dunia, terutama di teritorial kita masing-masing, supaya rakyat kita sejahtera dan hidup aman. Tutup Wetipo.
Peace Papua Voice

Post a Comment for " 3 Staf Khusus Presiden Kunjungan Kerja di Negara Bagian Doberay - Sorong Raya"
Silahkan menanggapi melalui kolom ini dengan bahasa yang santun, link aktif berupa spam dan link p*rno, togel akan dihapus.