WASPADA PELANGGARAN HAM MENJADI PELANGGARAN KODE ETIK DAN TINDAK PIDANA BIASA ATAU MILITER

Korban Penembakan Oleh Anggota Brimob di Deiyai - Papua WASPADA PELANGGARAN HAM MENJADI PELANGGARAN KODE ETIK DAN TINDAK PIDANA BIASA A...

Korban Penembakan Oleh Anggota Brimob di Deiyai - Papua

WASPADA PELANGGARAN HAM MENJADI PELANGGARAN KODE ETIK DAN TINDAK PIDANA BIASA ATAU MILITER


"TNI Bukan Penyidik Tindak Pidana Biasa, Persoalan HAM komnas HAM penyidiknya. Tindak Pidana Biasa Polisi Penyidiknya"

PENDAHULUAN

Papua adalah salah satu daerah dengan kategori rawan konflik di indonesia. Dalam konteks rawan konflik sehingga setiap atasan alat keamanan negara yang ditunjuk wajib Berpangkat tinggi. Dengan pangkat yang tinggi tentunya memiliki profesionalisme dan pengetahuan sesuai tugas dan tanggung jawan yang mumpuni.

Berdasarkan fakta, dalam bulan agustus 2017 saja ada dua kasus penembakan terhadap masyaralak sipil yang dilakukan oleh polisi dan tentara.

Pada perkembangannya masing-masing atasan alat keaman menilai kedua peristiwa dengan seleranya masing-masing, dalam "kasus deiyai berdarah disimpulkan sebagai pelanggaran kode etik padahal jelas-jelas ada belasan yang luka-luka dan satu yang meninggal dunia akibat ditembusi amunisi". Sementara "kasus penembakan nelayan papua di pomako timika diartikan pidana militer (seakan tentara lari dari medan perang atau tidak masuk tentara tidak masuk kerja). Fakta penyikapan ini menunjukan bukti pembelokan penanganan perkara hukum.

Sewajibnya sebagai pejabat tinggi alat keamanan negara harus bersikap arif dan bijaksana dalam mengambil kesimpulan. Atas kesimpulan yang diambil kedua petinggi alat keamanan negara itu menunjukan bukti bahwa "mereka mau melindungi anggota dan institusi keduannya".

Apapun alasannya, dari kedua kasus menunjukan bahwa "tujuan keamanan negara di papua untuk melindungi para pengusaha dan modalnya atau melindungi kapitalis yang tumbuh subur di tanah papua".

Pada prinsipnya dalam menanggani tindak pidana hanya dapat dilakujan oleh polisi yang berprofesi sebagai penyidik (Baca : UU No 2 Tahun 2002 Tentang Polri).

Untuk menjadi penyidik, seorang anggota polisi wajib mendapatkan pendidikan tambahan dan selanjutnya akan dilantik. Jadi tidak semua polisi itu penyidik, artinya Kapolda atau Kapolres atau Kapolsek itu bukan penyidik karna yang penyidik dapat diidentifikasi dengan SK pengangkatan dan SK penyidiknya.

Atas dasar itu pernyataan Kapolda Papua dalam menilai kasus deiyai berdarah patut dikesampingkan.

Terlepas itu, Sikap Kodam Papua dalam melihat kasus penembakan nelayan papua di pomako juga dipertanyakan sebab kejadiannya adalah tentara vs masyarakat sipil serta diukur daru segi kerugian lebih banyak kepentingan umum (rasa aman) serta kejahatannya bersifat umum (pembunuhan) maka sesuai asas koneksitas yang wajib menyelidiki kasus ini adalah penyidik dari kepolisian bukan tentara. Selain itu dalam tubuh tentara memang ada penyidiknya namun yang jadi penyidik adalah POM bukan Kodam. Selain POM, ada juga ouditur militer atau jaksa militer dalam peradilan militer. Nah untuk menjadi POM itupun ada pendidikan dan pelantikannya apalagi yang jadi oditur itu wajib menempuh pendidikan dan akan dilantik serta diberikan SK ouditur militer jadi tidak semua tentara itu ouditur juga tidak semua tentara itu POM atau ODITUR (Baca : UU No 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer junto Sema No 15 Tahun 1983 tentang Penyidik Pembantu dan Oditur), artinya Kodam bukan Ouditur Militer dan juga bukan POM sehingga yang wajib melakun penyidikan dalam kasus penembakan nelayan papua adalah penyidik polisi bukan tim investigasi dari TNI.

Terlepas dari penanganan tindak pidana dan tindak pidana militer.Berkaitan dengan penyidik dalam kasus pelanggaran HAM untuk melakukan penyelidikan hingga menyimpulkan kasus itu adalah pelanggaran HAM Berat atau bukan  adalah Komnas HAM Republik Indonesia sesuau dengan UU No 39 Tahun 1999 Tentang HAM. Atas dasar itu pernyataan Menkopolhukam terkait kasus deiyai berdarah sunggu tidak tepat sebab Menkopolhukam tidak memiliki kewenangan untuk menyelidiki atau bahkan menyimpulkan kasus pelanggaran HAM Berat atau buka.

Atas dasar itu sudah sewajibnya keterangan Menkopolhukam jangan ditanggapu secara serius dan harapannya dapat diabaikan saja karna bukan kewenangannya untuk itu.

WASPADA PEMBELOKAN PENEGAKAN HUKUM

Dari kronologis kedua kasus menunjukan bahwa kehadiran alat keamanan negara di papua bertujuan untuk melindungi pengusaha dan modalnya.

Dari kasus deiyai berdarah jelas terlihat keamanan negara melindungi PT. DEWA sementara dari kasus penembakan nelayan papua keamana negara melindungi nelayan non papua.
Pendekatan dalam kedua kasuspun sama yaitu represif yang berujung pada terrengutnya hak hidup manusia dan melukai manusia.
Yang pasti kedua kasus menunjukan adanya tindak pidana pembunuhan (338 KUHP) dan tindak pidana penganiayaan (351 KUHP) yang merupakan beberapa unsur dalam tindakan Pelanggaran HAM Berat dalam konteks kejahatan terhadap kemanusiaan sebagaimana diatur dalam Pasal 7 huruf b junto Pasal 9, UU No 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

Atas dasar itu maka semua kesimpulan Polda Papua dan Kodam Cenderawasi wajib dikesampingkan. Selanjutnya kedua petinggi alat keamana negara wajib membuka jalan bagi Komnas HAM RI untuk melakukan penyelidikan atas dugaan tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Harapannya kedua petinggi dapat mendukung segala kerja Komnas HAM RI hingga Komnas HAM RI berikan rekomendasi atas kedua kasus.

Apabila kedua petinggi terus mendorong pandangannya atas masing-masing kasus maka "profesionalisme keduanya dipertanyakan". Selain itu, motifasi keduanya jelas-jelas ingin melindungi anak buahnya yang telah melindungi kapitalis dengan cara membunuh dan menganiaya masyarakat sipil papua.

MENANGKAL POLITISASI DALAM PENEGAKAN HUKUM

Penegasan Menkopolhukan dalam kasus deyai berdarah menjadi lucu dan rancu sebab beliau tidak berwenang untuk menilai ataupun menyimpulkan kasus pidana maupun pelanggaran HAM.
Jika dilihat dari basis pengetahusnnya yang adalah militerpun tidak mendukung beliau untuk menanggapinya sebab militer bertugas untuk melindungi wilayah keutuhan NKRI bukan mengurus kasus pidana atau pelanggaran HAM.

Apapun sikapnya yang jelas mari kita lihat (stegmen Menkopolhukam) itu sebagai suatu fakta negara ini sedang melindungi pelaku tindakan pelanggaran HAM.

Perlu dipahami bahwa pegadilan HAM dibentuk untuk mencegah Mahkama Internasional mengadili penjahat kemanusian di indonesia. Dengan tujuan itu sudah dapat menunjukan akan seperti apa bentuk penegakan HAM di Indonesia.

Meskipun demikian yang penting diingat bahwa hasil kesimpulan pelanggaran HAM oleh Komnas HAM telah menunjukan wajah bukti pelanggaran HAM di Papua yang telah sekian kali menampar wajah indonesia di panggung internasional.

Dengan Fakta itu sudah selayaknya kami dukung penyelidikan Komnas HAM RI agar dapat menyimpulkan bahwa Kasus Deiyai Berdarah dan Kasus Penembakan Nelayan Papua adalah Kejahatan Terhadap Kemanusiaan yang masuk dalan kategori Pelanggaran HAM Berat sesuai dengan Pasal 7 hurud b junto Pasal 9 UU No 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

Bentuk dukungan riel yang diharapkan adalah :
1. Bagi Tim yang telah ada teruslah Kampanye menyalakan lilin untuk deyai dan nelayan papua
2. Mendesak Pemda Untuk mencabut Ijin PT. DEWA dan Melarang Nelayan Asing mencari ikan di laut Papua
3. Menyiapkan dan melindungi saksi dan korban untuk dipersiapkan memberikan keterangan ke Komnas HAM RI
5. Mendesak Pemda untuk menarik TNI POLRI dari tempat usaha
6. Mendesak Akademisi dan Lembaga Advokasi serta Advokatnya di Papua untuk membentuk Tim Independen yg berfungsi mengawal Penegakan seluruh kasus pelanggaran HAM di Papua

PENUTUP


Kasus Deiyai berdarah dan pembunuhan nelayan papua nampaknya menjadi kado kemerdekaan negara hukum indonesia.

Mengingat indonesia adalah negara hukum maka perlindungan dan jaminan hak atas keadilan menjadi sebuah keharusan agar dapat memberikan rasa keadilan bagi seluruh rakyat papua.

Kedua kasus ini harapannya bisa menjadi alat untuk mengukur sikap negara indonesia terhadap rakyat papua dimana indonesia hadir untuk melindungi manusia papua atau justru hadir untuk melindungi kapital yang hidup subur di tanah papua.

Dengan misi itu kiranya tawaran-tawaran penyelesaian diluar jalur hukum (denda atau bayar kepala) wajib di hindarkan sebab akan menghambat proses hukum. Diatas itu, harapannya para politisi praktis di papua jangan menjadikan kasus ini untuk kampanye semata namun wajib didorong hingga rasa keadilan rakyat terpenui baik melakui peradilan indonesia ataupun peradilan internasional.

Semua sikap tidak profesional dari Polda Papua, Kodam Cenderawasi dan Menkopolhukam jangan dihiraukan sebab mereka bukan hakim yang berwenang memutuskan perkara hukum.

Akhirnya mari seluruh rakyat papua bersatu mendorong pengungkapan tindakan pelanggaran HAM Berat secara sistematik dan struktural yang dilakukan polisi dan TNI di seluruh tanah papua dengan cara dan gaya kita masing-masing.

Keadilan Milik Semua

"Kritikanmu adalah Pelitaku"

Oleh :  Wissel Van Nunubado
Name

#LetWestPapuaVote,7,5 Hal,28,Aborigin,4,Aceh,17,Adat,7,Afrika,1,Air Terjun,1,Akademisi,3,Aksi,107,Aktivis,54,Aktual,4,Al Jazeera,3,Alam Papua,2,Ambon,2,Amerika Serikat,25,Amnesti Internasional,5,Amnesty,1,AMP,99,Amungme,2,Anak Fakfak,5,Anak Kembar,2,Anak Papua,24,Analisa,2,Ancaman,10,Aneh,27,Aneksasi,19,Anglikan,1,Antaranews,7,Antarapapua,1,Antroplogi,1,Aparat,9,APEC,1,AprilMob,1,Arab Saudi,5,Arahmah,2,Aristokrasi,1,Arnold Clemens Ap,1,Arsip Rahasia AS,2,Arso,1,Arti Mimpi,1,Artikel,6,Artis,7,ASDP,1,ASEAN,2,Asia Pasifik,2,Asia Tenggara,2,Asian Games 2018,1,Asing,1,Asmat,6,ASNLF,1,Asrama,3,Astronaut,1,AU,1,Auckland,2,Australia,41,Awards,1,Awepa,1,Ayat Alkitab,1,Ayub Waker,3,Badai,7,Bagan,1,Bagdad,1,Baghdad,1,Bakar Batu,1,Bakar Lilin,2,Balairungpress,1,Bali,4,Balim,1,Bandung,6,Bangsa Papua,111,BangsaMoro,1,Banjir,2,Barack Obama,3,Barcelona,3,BBC,5,BBM,2,Beasiswa,1,Beat Papua,2,Bebas,1,Bekasi,1,Belajar,2,Belanda,7,Bencana,2,Bendera,16,Beni Pakage,1,Benny Giay,3,Benny Wenda,12,Bentrok,3,Bentuk Negara,8,Berita,115,Berita8,1,Beritaekspres,1,Beritaenam,2,BeritAnda,1,Beritsatu,16,Biak,10,Bintang Kejora,15,Bintang Papua,34,Bintuni,2,Biodata,1,Biografi,1,Bisnis,2,Blokade,1,Blokir,3,BMP,4,BNPB,1,Bob Carr,1,Boikot,9,Bola,3,BOM,8,Bomberay,2,Borneo,4,Boston,3,Bougainville,1,BPS,2,Brasil,3,Brexit,1,Brimob,4,Brussels,1,Brutal,2,Buah Merah,1,Budaya,1,Bukti,1,Buku,6,Buku Papua,8,Bulan,1,Buronan,1,Buruh,6,Burung Cendrawasih,4,CahayaPapua,2,Cak Nun,1,Caledonia,1,California,1,Cambuk,1,Campaign,4,Capres,1,Catalonia,8,Catatan,193,Cendrawasih,1,Cepos,4,Cerita,4,Champions,1,Chechnya,1,China,3,Cita Citata,10,CitizenJurnalis,1,CNN,15,Computer,3,Contact,1,Cuaca,2,Culture,1,Curahan Hati,4,Curahan Hatiku,4,Daftar,2,Dailipost,1,Dana,1,Dana OTSUS,4,DAP,3,Dayak,1,Deiyai,13,Deklarasi,3,Dekolonisasi,4,Delegasi,3,Demi Nawipa,1,Demokrasi,15,Demokrasi Kesukuan,2,Densus 88,1,Deplu,2,Depok,1,Deportasi,2,Detiknews,18,Dewan Adat,1,Dewan Gereja,3,Dewan HAM,8,Dewan Komite,1,Dialog,31,Diplomasi,1,Diplomat,8,Diskriminasi,4,Diskusi,4,Disnaker,1,Distrik Kokas,1,DNA,1,DNP,2,Doa,2,Doaku,2,Doberai,14,Dogiyai,3,Dokumenter,1,DOM,1,Dominion,1,Download,1,DP,2,DPD,1,DPR,8,DPRP,8,Dr. Phil Erari,2,Dr.Thom Wainggai,2,Dubes,9,Duka,10,Dukungan,12,Edisi,1,Edo Kondologit,1,EdudaNews,1,Ekonomi,13,Eksekusi,24,Ekspor,1,El-Gibbor Ministry.net,5,ELSHAM,1,Emas,2,Emtv,1,entertainment,3,Epen Cupen,1,Eramuslim,1,Eropa,7,ESDM,2,Etnohistori,1,Facebook,26,Fakfak,49,Fakfak Picture,6,Fakta,4,Farhat Abbas,1,Fatwa,1,Featured,1,Federal Papua,14,Federasi,10,Fiji,10,Filep Karma,5,Filipina,2,Film,3,Filsuf,1,Flotilla,8,FNMP,1,Foker LSM,1,Forkorus Yaboisembut,3,FORMAT,1,Foto,4,FPI,3,FPM-TF,2,FPR,1,Freedy Numberi,1,Freeport,65,FRI-West Papua,38,FRI-WP,14,Front Pembela Islam,2,Fungsi Otak,1,Gadis,1,GAM,1,Gambia,1,Garam,1,GARDA BAWA,1,Garuda,3,Gatra,2,Gaza,1,Gempa,5,Gempar,7,Gender,1,Generasi Papua,22,GERBANGDUTAS,1,Gereja,19,GIDI,3,GKI,1,Globalvoicesonline,1,Golkar,1,GPI,1,Gresik,1,Gresnews,1,GRPB,1,Gubernur,10,Guyana,1,Habelino,4,Habib Rizieq,4,Hacker,16,Hai Tanahku Papua,1,HAM,80,Hamah Sagrim,1,Hamas,4,Hanter,1,Hari Perempuan Sedunia,5,Harian Terbit,2,Herman Wainggai,8,Herman Wanggai,41,Hip Hop,2,Hipwee,1,HKBP,2,Hoax,1,Honiara,3,Honorer,1,HPH,2,HRW,3,HTI,1,Hubert Mabel,1,Hukum,26,Hukuman Mati,7,HUT INDONESIA,12,HUT KNPB,5,HUT PAPUA,43,HUT PI,5,HUT RI,1,Hutan,5,Ibadah,3,Ibu,1,Idiologi,5,Idul Fitri,1,Ikan,1,Ilegal,5,Iman,1,Imigrasi,3,imparsial,1,Imperialis,1,India,3,Indonesia,397,Indonesianreview,5,Indopos,1,Indoprogres,4,Indoprogress,3,Info Papua,9,Inggris,12,Injil,4,Integrasi,2,INTEL,1,intelijen,3,Internasional,96,Internet,2,Interpol,1,Investasi,2,IPMAPA,10,IPWP,1,Irak,6,ISIS,25,Islam,2,Islamabad,1,Ismail Asso,3,Israel,18,Istilah,2,Italia,1,Itoday,1,Jacob Rumbiak,4,Jakarta,35,Jalan,2,Jambi,1,Jaringnews,1,Jawa,2,Jawapos,3,Jayapura,49,Jayawijaya,1,JDP,9,Je.Wenda,1,Jefry Wenda,1,Jenewa,6,Jenis Kekuasaan,3,Jenius,1,Jepang,3,Jerat Papua,2,Jerman,4,Jhon Kei,2,Jimmy Demianus Ijie,1,JK,1,Jogja Berduka,1,Jogjakarta,25,Jokowi,103,JPNN,15,Jubi,104,Jubir NRFPB,3,JURNAL3.COM,1,Jurnalis,10,JurNas,1,Kabar24,1,Kae,2,KAI,1,KAIMANA,5,Kajian,1,Kaleb,1,Kalimantan,3,Kamasan,10,Kampanye,3,Kanal Satu,1,Kantor,3,Kapitalis,1,Kapolda,17,Kapolri,1,Kasih Tuhan,1,Kasus,18,kata Bijak,8,Kata Gambar,1,Kataku,17,Katolik,3,Kawan,1,KBR68H,1,Kebebasan,2,Kebersamaan,1,Kebijakan,3,Kebohongan,2,Kecelakaan,6,Kedaulatan,1,Kedubes,7,Keerom,1,Kejahatan,4,Kejenuhan,1,Kekerasan,30,Kematian,2,Kemenkumham,2,Kemerdekaan,5,Kendeng,3,Kepribadian,2,Kereta Api,4,Kerjasama,3,Kerusakan,1,Kesaksian,1,Kesehatan,6,Kewarganegaraan,1,Kingmi,1,KIP,1,Kisah Cinta,2,Kisah Perjuangan,5,Klasis,1,Kleptokrasi,1,KNPB,139,KNPB Konsulat Indonesia,3,KNPI,7,Kodam,1,Koleksi,1,Koloni,1,Kolonialisme,4,Kominfo,5,Komite Independen Papua,1,Komnas HAM,14,Komnas TPNPB,15,Komoro,2,KOMPAS,34,Kompasiana,4,Komunis,1,Konfederal,1,Konfederasi,3,Konflik,6,Kongres,7,Kongres Rakyat Papua III,11,Konservasi,1,Konsolidasi,1,Konspirasi,3,Konsulat,1,KONTRAS,7,Konvensi Jenewa,1,Kopi,2,Koran Kejora,1,Korban,59,Korea Selatan,1,Korea Utara,5,Korowai,3,Korupsi,1,Koruptor,2,KP-FMK,1,KPP,1,KRI Bung Tomo,1,KRIMINAL,2,Kristen,2,Kronologi,4,KTP,2,KTT,3,Kualisi Ham,2,Kudeta,1,KUHP,1,Kulonprogo,2,Kumparan,1,Kumpulan Jepretanku,1,Kunjungan,20,Kupang,1,Kurdi,2,Lagu Kebangsaan,3,Lambang,1,Laporan,6,Larangan,5,LBH,19,LBH Jatim,1,LBH Papua,1,Leonie Tanggahma,1,Letter,3,Letusan,1,Liberalisme,2,Lifestyle,1,Liga,1,LIPI,6,Liputan6,12,Lirik Lagu,14,LITP,1,LMA,2,LNG,1,Logistik,1,London,5,Longsor,1,LP3BH,9,LPSK,1,LSM,1,Luar Negeri,68,Mahasiswa,87,MAI,4,Majalah Selangkah,3,Makanan,1,Makar,18,Makasar,4,Maklumat,3,Mako Tabuni,1,Malam Kudus,1,Malang,9,Malasya,2,Malaysia,8,Malu,1,Maluku,8,Malware,1,Mama,2,Mamberamo,1,Mambesak,1,Mambunibuni,1,Manado,10,Manajemen,6,Manajemen Konflik,3,Mandat,1,Manifest,1,Manila,1,Manokwari,57,Mansinam,2,Manusia,1,Markus Haluk,3,Markus Yenu,2,Marshal Island,1,Marthen Goo,2,Mascho-Piro,1,Massa,1,Mata kuliah Ilmu Politik,3,Mataram,1,Materi,1,Mayday,8,Mbaham,1,Media,11,Media Asing,2,Mediasi,2,Medsos,11,MeePago,1,Megawati,1,Melanesia,9,Melbourne,5,Melindo,4,Memori,1,Mendopma,1,Menkeu,1,Menkominfo,2,Menkopolhukam,4,Menlu,5,Menpora,1,Merauke,16,Merdeka,6,Merdeka.com,4,MetroNews,13,Mifee,2,Militer,18,Militerisme,4,Militeristik,2,Mimika,2,Mimpi,1,Misteri,4,Mobokrasi,1,Monarki,1,MOP,11,Motivasi,14,Motivasi Dan Dasar Cinta,4,MPR,1,MRP,3,MRP-PB,2,MSG,53,Muhamadiyah,2,MUI,3,Mural,1,Musik,7,Musisi,4,Mutiara Hitam,1,My Photos,24,Nabire,11,Naftali Edoway,1,Nama,2,Napalm,1,NAPAS,6,Narkoba,11,Nasional,8,Nasionalis NKRI,3,Nasionalis Papua,16,Natal,9,Natalius Pigai,8,Nauru,1,Navi Pillay,1,Nduga,4,Negara,7,Negara Gagal,3,Negara Kesatuan,3,Negara Konfederasi,2,Negara Papua,48,Negara Rakyat Nusantara,55,Negara Serikat,1,Nelayan,1,Neolib,1,New York,7,New Zealand,5,news,1,NFRPB,75,Nobel,2,Nomor1,1,Novel,1,Nowela,1,NRN,57,NTT,2,Nusantara,7,Nusantaratimes,1,NYIA,1,OAP,8,Oase,1,Octoviaen Gerald Bidana,1,Oikoumene,3,Okezone,14,Oklokrasi,1,Olah Raga,3,Olah Vokal,1,Oligarki,1,Ombak,1,Onestep-news,1,Operasi,2,Operasi Militer,2,Opini,114,OPPB,1,Orasi,1,Organisasi,14,Ormas,1,Otak,1,OTK,1,Otonomi,1,Otsus,7,Otsus Plus,9,Pabrik,1,Padang,1,Paguyuban,1,Pahlawan,1,Pajak,1,Pakar,2,Pala,1,Palestina,12,Palingkeren.com,1,Palsu,7,Palu,1,Pamer Voice,4,Pancasila,4,Pandanganku,44,PANGDAM,1,Panggilan,1,Panglima,3,Paniai,13,Panitia Natal 10,1,Panji,1,PAP,1,Papua,299,Papua Barat,3,Papua Bersatu,3,Papua Menggugat,5,Papua Merdeka,64,Papua New Guinea,6,Papua Post,16,Papuan,3,Parlemen,3,Parlemen Rakyat Daerah,8,Parlementer,2,Partai Hijau Australia,1,Partai Lokal,2,Pasifik,20,Paskah,1,Pastor,2,PASTOR JOHN DJONGA,2,Pastor Neles Tebay,7,Patriot,1,PBB,68,PBHI,1,PDP,1,Pdt. Socratez S. Yoman,34,Pejua,1,Pejuang,5,Pekabran Injil,6,Pelajar,1,Pelanggaran,23,Pelantikan,4,Pelopor,1,Pemakaman,2,Pembacokan,1,Pembajakan,2,Pembakaran,10,Pembangunan,6,Pembebasan,2,Pembubaran,1,Pembunuhan,13,Pemekaran,7,Pemerintahan,7,Pemilih,1,Pemilu,2,Pemimpin,14,Pemimpin Terlama Di Dunia,1,Pemuda Papua,1,Penangkapan,85,Penculikan,4,Pencuri,3,Pendatang,2,Pendeta,3,Pendidikan,4,Penduduk,3,Peneliti,2,Penelitian,1,Penembak Jitu,1,Penembakan,54,Pengalamanku,1,Pengamat,5,Pengantar Ilmu Politik,5,Penggusuran,3,Pengungsi,2,Penjajahan,12,Penulis,1,Penyiksaan,3,Pepera,12,Perang,20,Perang Dunia III,1,perasaanku,1,Perawan,1,Perbatasan,4,Perdamaian,2,Perdasus,1,Perempuan,19,Peringatan,2,Peristiwa,3,Perjanjian,6,Perjuangan,7,Pernikahan,2,Pers,6,Persatuan,2,Perserikatan Negara,1,Persipura,4,Persipuramania,3,Perundingan,4,Pesan Group,3,Pesawat,8,Petisi,23,PGI,1,PH,1,Phaul Heger,19,Phoenix,1,Photo,2,Photo Gabungan,4,Photo Jepang,1,Photo Kongres,1,Photo Papua,12,PIA,1,Picture,35,Picture Papua,20,Pidato,8,PIF,9,Pikiranku,5,PIlar Demokrasi,1,Pilgub,2,PILKADA,2,Pilpres,7,Pinang,1,PKI,2,PKMFP,2,PKS,1,Plutokrasi,1,PMKRI,1,PNG,32,PNPB,1,PNWP,9,Pohon Natal,4,Pojoksatu,1,Polandia,1,Polisi,32,Polisi Nasional Papua,1,Politik,2,Politik Rakyat,3,Politisi,1,Polri,9,Populisme,1,Pornografi,1,Port Moresby,4,Port Numbay,11,Port Vila,7,Portalkbr,4,Pos,1,Posko,3,POSTER,1,Postingan,102,PPR,1,Prabowo,2,Prakata,1,Prancis,3,PRD,16,Prediksi,1,Preman,4,Presiden,12,Presidensil,2,Profil Negara Papua,3,Profile,2,Program Ke Kampung,1,Proklamasi Papua,14,Protektorat,1,PRPPB,16,PS,2,PSSI,1,Puisi,41,Puisi Cinta,21,Puisi Cinta Dan Perasaan,8,Puisi Duka,1,Puisi Kebahagiaan,3,Puisi Kehidupan,5,Puisi Kerinduan,2,Puisi Kritik,1,Puisi perasaan,3,Puisi perasaanku,3,Puisi Perjuangan,8,Puisi Perpisahan,1,Pulang,1,Pulau,2,Pulau Manus,1,Puncak Jaya,5,Puncak Papua,1,Quaker,1,Qureta,2,R4,1,Radar Sorong,20,RadarTimika,5,Radio Australia,2,Radio Streaming Papua,1,Radionz,1,Raja Ampat,1,rakyat Papua,4,Ramalan,1,Ranting Patah,2,Rappler,2,Ras Papua,2,Rasis,15,Ratu,1,Referendum,20,Refleksi,5,Reformasi,1,Rekayasa,3,Rekomendasi,1,Renungan,11,Represif,1,Republik Papua,8,REPUBLIKA,7,Resolusi,1,Revolusi,1,Revolusi Budaya,4,Revolusi Papua,1,Rex Rumakiek,1,Riau,3,RMS,10,Rohingnya,1,Roma,2,Roma Agreement,4,RSP,1,RSUD,1,Rupiah,2,Rusia,5,Rutan,1,RUU,3,Sabah,1,Sabun,1,Sagu,1,Sains,3,Saireri,4,Saksi,1,Salatiga,3,Saleh Partaonan Daulay,2,Samoa,2,Sampul Facebook,5,Sandal Jepit,1,Sandera,2,Sarawak,3,Sastra,1,Sawit,2,SBY,1,SDA,3,SDM,1,Sebby Sambon,1,Sejarah,10,Sejarah Indonesia,12,Sejarah Injil Di Papua,2,Sejarah NKRI,7,Sejarah Papua,25,Seks,1,Selpius Bobi,1,Semangat,1,Semangat Papua,2,Semarang,7,Semen,3,Seminar,10,Senator,5,Seni,5,Seni Rupa,1,Senjata,4,Sentani,5,Seruan,39,Serui,9,Seruu.com,1,SETARA,1,Setwapres,2,Sharia,1,SHDRP,1,Shio,1,Siaran Pers,16,Sidang,7,Sifat,1,Sikap,2,Sinar Harapan,2,Sindonews,15,Singapura,1,Sistem Pemerintahan,7,Situbondo,1,Situs,3,Siwalima,1,Skenario,2,SKP-HAM,2,Slanks,1,Smelter,5,SMPP,1,SODELPA,1,Solidaritas,13,Solidaritas Perempuan Papua,5,Solo,1,Solomon,11,SONAMAPPA,2,Sorong,21,Sorotan,2,Sosialisasi,1,Spam,1,Spanyol,5,SPM,3,SPM-PB,2,Sports,4,Sri Lanka,1,Sri Paus,6,SSKM,3,Status Facebook,4,Stigma,1,Stiker,1,Stop Miras,4,Struktur Negara,3,Student,1,Suaka,1,Suara,3,Suara Pembaruan,3,Suara Rakyat,4,Sudan Selatan,1,Sukhoi,1,Sukoharjo,1,Suku,2,SUKU MBAHAM,2,Suku Pedalaman,1,Suku Primitif,1,Sulawesi,3,Sulpap,1,Sultan,2,Suluh Papua,7,Sumpah Pemuda,3,SUP,7,Supiori,1,Surabaya,13,Surakarta,1,Surat,16,Sùrat,1,Suriah,4,Suva,3,Sydney,3,Syria,1,Syukuran,2,Tabrakan,2,Tagor,1,Tahanan,5,TALIBAN,2,Tambang,4,Tambrauw,2,Tami,1,Tanah Papua,3,Tapanews,2,Tapol,10,Teatrikal,1,Teknologi,7,Telkomsel,1,Tembagapura,9,Temp,1,Tempo,15,Tentara,2,Teori,1,Terasing,1,Ternate,1,Teror,4,Teroris,8,Terpidana,2,Tewas,1,Texax,1,Thaha Alhamid,2,The Comens,5,Tidore,1,Tim 7,2,Timika,39,Timnas Papua,1,Timokrasi,1,Timor Leste,4,Timur Tengah,2,Tionghoa,1,Tips,7,Tips Kesehatan,11,Tips-Tips Komputer,11,Tips-Tips Motivasi,9,Tirani,1,Tjahjo Kumolo,1,TMP,1,TNI,29,Tokoh,11,Tokoh-Tokoh,28,Toleransi,2,Tolikara,12,TP,1,TPN/OPM,93,Tradisi,1,Tragedi,2,Transmigrasi,5,TribunNews,17,Trikora,9,TRONDHEIM,1,TRWP,9,TTS,1,Tuduhan,1,Tugu,1,Turki,2,Tuvalu,2,TV Papua,1,TVONE,1,Twitter,2,Uang,1,Ucanews,4,UFO,2,Uganda,1,UGM,2,Ulang Tahun,1,ULMWP,71,UNCEN,9,Undangan,3,Unesco,3,UNGA72,14,Uni,1,Uni Eropa,2,UNICEF,1,UNPO,1,UNTEA,1,UP4B,9,USAID,1,Uskup,3,Ustad Fadlan Garamatan,2,Utikini,2,UU,3,UURWP,1,Valentin’s Day,5,Vanuatu,25,Vatikan,2,Venezuela,1,Veronica Koman,1,Victor Yeimo,10,Vidio,54,Vietnam,1,Virus,3,Visa,1,Visa Papua,1,Vivanews,13,Voanews,7,Wagub,1,Waisai,1,WALHI,1,Wall Facebook,13,Wamena,5,Wapres,2,Warta Papua,1,Wartawan,11,Washington,12,Washingtonpost,1,Wasior Berdarah,7,Wawancara,7,WCC,1,Wellington,5,West Papua,77,West Papua Media,1,Western Sahara,1,Willem Wandik,3,Wissel Van Nunubado,28,WNA,1,WNP,1,Wondama,1,wor,1,WORLD,73,WORLD CUP,1,WPAN,1,WPNA,8,WPNCL,4,WPNLA,2,WPNYC,1,WPRA,3,WTO,1,WWF,1,Yahudi,1,Yahukimo,1,Yalimo,1,Yaman,2,Yapen,1,Yason Ngelia,3,Yerusalem,3,yogyakarta,74,Yorrys Th. Raweyai,1,Yunani,1,Yusak Pakage,1,
ltr
item
West Papua Blogger: WASPADA PELANGGARAN HAM MENJADI PELANGGARAN KODE ETIK DAN TINDAK PIDANA BIASA ATAU MILITER
WASPADA PELANGGARAN HAM MENJADI PELANGGARAN KODE ETIK DAN TINDAK PIDANA BIASA ATAU MILITER
https://3.bp.blogspot.com/-gm-gewCN9vM/WYC-EaQiIYI/AAAAAAAAQu8/ZiR3u4r1J8on_SGqngx4KrqnX1i2-cKvgCPcBGAYYCw/s400/korban%2Bpenembakan%2Baparat%2Bdi%2BDeiyai.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-gm-gewCN9vM/WYC-EaQiIYI/AAAAAAAAQu8/ZiR3u4r1J8on_SGqngx4KrqnX1i2-cKvgCPcBGAYYCw/s72-c/korban%2Bpenembakan%2Baparat%2Bdi%2BDeiyai.jpg
West Papua Blogger
https://phaul-heger.blogspot.com/2017/08/waspada-pelanggaran-ham-menjadi.html
https://phaul-heger.blogspot.com/
https://phaul-heger.blogspot.com/
https://phaul-heger.blogspot.com/2017/08/waspada-pelanggaran-ham-menjadi.html
true
3552930492203703242
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy