Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Surat Terbuka Untuk Barisan Merah Putih

Surat terbuka untuk Tuan Tuan yang ada di barisan merah putih yang memperjuangkan pemekaran dan mempertahankan kolonial bercokol di teritorial West Papua dimana saja berada terutama di Tanah Tabi.

Tuan Tuan dari tabi boleh perjuangkan pemekaran Provinsi tetapi satu hal yang pasti adalah sistem Politik di Republik ini tidak mungkinkan kalian untuk jadi orong nomor satu kecuali menjadi penjabat/karateker karena kalian telah dibunuh oleh kolonial secara karakter,moral, ekonomi maupun jumlah penduduk.

Contoh kasus adalah : pemilihan legislatif kemarin orang asli Tabi tidak mendapatkan kursi tidak lebih dari 3%dari total kursi dari tiap kabupaten dan provinsi di wilayah Tabi.

Saran saya adalah, mari solidkan barisan dalam perjuangan harkat dan martabat bangsa West Papua di atas negeri yang diwariskan Tuhan melalui leluhur kita.

Percaya saya bahwa diseluruh dunia dimana ada kolonial tidak ada cerita ada kemerdekaan bagi warga yang dikoloni, dan tidak ada cerita ada masa depan bagi warga yang dikoloni.

Percaya saya dimana ada koloni disitu ada pemusnahan, pemusnahan etnis, pemusnahan, ras, pemusnahan suku, pemusnahan bahasa, pemusnahan adat istiadat, pemusnahan SDA, pemusnahan Karakter,pemusnahan hak hak ekonomi sosial politik dan budaya serta pemusnahan jumlah penduduk.

Percaya saya kalau kita akan mendirikan negara west papua dengan sistem politik terunik, dengan birokrasi terpendek didunia, serta Demokrasi terunik di dunia.

Disana orang tidak akan berkelahi hanya karena sebuah pemilihan karena weat papua tidak menganut sistem partai.

Di West Papua juga orang tidak akan saling gunting dan persaingan tidak sehat karena disana tidak ada pemilihan sistem indonesia dimana siapa yang kuat dia yang menang.

Lain dengan sistem politik di west papua. walau satu suku hanya terdiri dari satu orang sekalipun punya hak suara yang sama dengan suku yang warganya terdiri dari puluhan ribu orang.

Duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi serta sama sama rasa. (ini sistem politik melanesia orisinal)

Semua pemimpin diangkat sesuai adat istiadat masing masing sebagai wakil dari sukunya.

Partai terbaik yang perna didirikan Tuhan adalah suku sehingga west papua tidak perlu buat Partai baru. biarkan kepentingan suku suku di perjuangkan melalui wakil wakilnya.

Dan pucuk pimpinan eksekutif,legistalif dan yudikatif diangkat melalui sistem arisan/roling/lotre sehingga semua suku bangsa punya kesempatan untuk berkarya.

Anda tidak perlu main mani politik untuk sebuah jabatan, anda cukup jaga moral,jaga integritas dan perbanyak literasi di tengah warga suku anda maka anda punya peluang dan kesempatan untuk menjadi pejabat.

West papua juga tidak akan gunakan birokrasi yang panjang, tidak ada provinsi,tidak ada kabupaten, tidak ada 7 wilayah tetapi setiap kampung deberi bobot sehingga menjadi kampur rasa kabupaten.

Inilah bedanya West papua dan Kolonial.
kolonial datang untuk musnakan semuanya tetapi west papua datang untuk,menjaga,melestarikan semuanya termasuk suku bangsa sebagai aset warisan leluhur bangsa west papua, sehingga sampai dunia kiamatpun tidak boleh ada satu suku pun hilang, cukup suku dan bahasa yang hilang ditangan kolonial saja.

Saya percaya maksud tuan tuan untuk pertahankan NKRI itu baik yaitu untuk hidup yang lebih baik tetapi cara yang tuan dong tempuh itu kurang tepat. karena semua kebaikan, semua penampilan yang manis, semua kata kata yang indah dari kolonial pada akhirnya juga semu. manis diluar tetapi pahit di dalam seperti papatah manis hilang sepah dibuang.

Mari kita kejar kebahagian yang hakiki, kebahagian tidak ada dimana mana. kebahagian itu ada di rumah sendiri. Seindah indah rumah tetangga lebih indah rumah sendiri walau rumah gubuk.

Numbai 26 oktober 2019
Fraksi Mamta PNWP/ New Gunea Raad

Hakim Bahabol
Ketua.

silakan dishare dan dimaklumkan ke seluruh rakyat west papua.

1 comment for "Surat Terbuka Untuk Barisan Merah Putih"

  1. Fondasi dan kerangka bangunan rumah besar yang telah diletakan oleh para pendahulu yang masih hidup hingga masa kini terkungkung kebebasannya bahkan kian tergerus oleh kian pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Generasi baru Papua yang hadir pada masa kini pun seakan jauh pintar dan cerdas dalam mengadopsi setiap intervensi yang masuk memutar balikan fakta dan realita di depan mata yang secara tidak sadar ikut mempengaruhi cara pandangnya untuk menentukan arah dan metode (tektak)
    untuk mencapai tujuan akhir.
    Pandai, cerdas dan pemberani saja tidak cukup karena yang DIA yang pertama dan utama tidak dilibatkan secara total dan konsisten dalam setiap langkah juang sebagaimana yang telah dilakukan oleh para leluhur dan pendahulu kita walaupun dengan segala kesederhanaan namun penuh Kuasa dan Mujizat-Nya.

    Roma 8:28 (TB) Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

    Dia, Allah yang telah memanggil kita melalui kedua RasulNya (Rasul Papua : Otto & Geisler) tetap Ya dan Amin pada apa yang telah difirmankan Nya, sebagaimana yang telah dinubuatkan pula oleh kedua Rasul Papua serta para misionaris penerusnya, antara lain Van Hasselt dan I.S. Kijne.
    PNWP, OPM, PDP, ULMWP, TPN, KNPB, Barisan Merah Putih, Barisan Nusantara Papua, dst..tidak ada yang benar tapi juga tidak ada yang salah.
    Tuhanlah Allah kita, Dia Maha mengetahui apa yang telah, sedang, dan akan diperbuatNya bagi Bangsa Papua.
    Bangsa Papua hanya membutuhkan pribadi-pribadi yang rendah hati, BerIMAN teguh, Jujur, Bijaksana dan BerHIKMAT.
    Mengapa begitu ? Karena bangsa Papua adalah bangsa yang tegar tengkuk alias Keras Kepala..
    Pertanyaan yang tersisa adalah :
    Sudah adakah pribadi yang memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut diatas?
    Yakinkah kita pada cerita-Nya tentang Nuh dan keluarganya (akar rumput bangsa sedunia) juga cerita-Nya tentang Lot dan keluarganya ??

    Memang benar Allah itu Kasih,tetapi Ia juga punya karakter Pemurka dan Pembenci. Dia tidak suka dipermainkan.

    Berkacalah dan belajarlah pada sejarah mh hai Papua ku tercinta. Tuhan Allah beserta kita sekarang dan selama-lamanya. Amin.

    ReplyDelete