OPM itu Berjuang Untuk Merdeka

Advertisemen
Dari berbagai perkembangan yang ada, dapat kita lihat bahwa ini adalah upaya-upaya yang dipakai untuk membungkam dan menyudutkan perjuangan menuju kebebasan yang telah diperjuangkan.

Kita bisa melihat secara nyata apa yang terjadi akhir-akhir ini, dimana dengan alasan yang tidak dapat dibenarkan para pemimpin mereka mulai berspekulasi bahwa ada aktor intelektual yang bermain dibelakang layar untuk membuat propaganda murahan atas nama agama, dan menurut mereka ini adalah ulah OPM.

Tentunya kita semua masih ingat dengan peristiwa penembakan yang terjadi pada desember 2014, yang menyebabkan  8 siswa tewas dan puluhan lainnya terluka. Belum tuntas peristiwa tesebut diungkap telah terjadi lagi peristiwa di tolikara.
Dari kedua peristiwa ini sangat jelas bahwa dalam situasi yang bukan diatur oleh para aktivis papua merdeka; Maksud saya situasinya bukan dalam keadaan demo atau kumpul-kumpul dalam agenda papua merdeka. Tetapi situasi dari kedua persitiwa diatas adalah hal diluar dari persoalan Papua merdeka. Lalu mengapa Negara indonesia dalam hal ini para pemimpinnya begitu mudah mengatakan bahwa otak dibalik insiden itu adalah kelompok pro merdeka (OPM) ? ini namanya lempar batu tuduh yang lain. Sudah jelas siap yang memicu, dalam situasi apa, kemudian menyalahkan yang lain.

Pada persitiwa 8 desember 2014, sempat ada tuduhan yang mengarah bahwa yang menembak adalah OPM, lalu pembuktian dri tuduhan itu tidak ada, bahkan masyarakat yang jadi korban megakui yang menmbak mereka adalajh aparat. Sedangkan pada persitiwa ditolikara yang menembak aparat, 12 orang menjadi korban dan 1 orang tewas. Namun lagi-lagi yang dicurigai ada actor dibalik persitiwa itu.

Menurut saya, ini terlalu jauh sekali, pembiasan yang sangat-sangat keliru. Karena seharusnya kita petakan, persempit pada area Tolikara, jangan membuatnya meluas ke berbagai pemikiran; yang pada akhirnya salah kaprah. Jelas-jelas dari pengakuan para saksi dilapangan pemicunya adalah aparat yang menembak kok yang dicurigai adalah kelompok OPM. Tapi sudahlah kita semua tahu, bahwa mereka akan mencari dan melemparkan kesalahan pada yang lain, tapi yakin dan percaya bahwa kebenaran itu akan terungkap.

Pada akhirnya semua pemberitaan yang keliru itu  sedikit jelas, bahkan telah dilaksanakan perdamaian antara kedua belah pihak yang ada di Tolikara.


OPM itu Berjuang Untuk Merdeka

Jika melihat dari persoalan-persoalan yang terjadi ini, sudah sepantasnya kita waspadai cara-cara yang dipakai lawan. Persoalan agama tentu menjadi hal yang sangat sensitive. Kita semua tahu bahwa di Papua, mayoritas Kristen tetapi ada juga muslim bahkan beberapa agama yang lain juga ada. Dari apa yang terjadi kemarin dapat kita lihat reaksi mereka yang notabene tak tahu soal Papua dan hanya tahu dari apa yang dimuat media. Isu agama yang dihembus diluar untuk mengangkat semangat jihat dalam hal agama tetapi letak persoalan yang terjadi kemudian dialamatkan kepada OPM. Dan lagi-lagi mereka mencoba menunjukan kepada rakyat Indonesia bahwa OPMlah yang melakukan pembakaran, dalang dari kejahatan yang terjadi kemudian timbul semangat mereka untuk membela.

Wahai kaum yang tak tahu apa-apa, janganlah terlalu menyalahkan pihak sana atau pihak sini. Yang sangat-sangat jelas OPM itu berjuang untuk kemerdekaan PAPUA. Kemerdekaan Negara Papua yang telah dirampas oleh Indonesia, bahkan wilayah Papua dijadikan area pendudukan.
Kami tidak lupa, kami tidak buta.

OPM akan berjuang dengan cara-cara yang bermartabat untuk kemerdekaan PAPUA. Bukan seperti apa yang Indonesia kira.

Salam Juang!

Phaul Heger
#Catatan Malam
Advertisemen