*SURAT TERBUKA*

Penangkapan, penculikan, bahkan penghilangan orang Papua terjadi berulang-ulang sampai saat ini. Bahkan sampai hari ini saat peringatan Hut Kemerdekaan Politik Bangsa Papua, pada 01 Desember 2018 kemarin. Sekitar 500 lebih mahasiswa dan rakyat Papua dan Indonesia di seluruh Papua dan di seluruh Indonesia. Dan beberapa dihilangkan dan sampai saat ini belum ditemukan.

Aksi masa kemarin diselenggarakan oleh ULMWP sebagai penanggung jawabnya. Dan semestinya ULMWP harus bertanggung jawab atas penangkapan dan penculikan rakyat dan mahasiswa Papua di seluruh Papua dan di seluruh Indonesia. Rakyat Indonesia bahkan semakin besar dan terang-terangan mereka menyatakan sikap dan berjuang bersama-sama untuk hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua.

Maka, kami minta supaya, ULMWP sebagai Wadah Persatuan Rakyat Papua untuk Segera:

1. KELUARKAN STATEMEN POLITIK ULMWP mengecam dan mengutuk tindakan kolonialisme dan militerisme Indonesia, dan menuntut PBB untuk, pelaku penculikan dan penangkapan rakyat dan mahasiswa di seluruh Papua dan di seluruh Indonesia harus diadili di pengadilan Indonesia dan internasional.

2. ULMWP harus menuntut PBB untuk buka ruang demokrasi di seluruh tanah Papua dan di seluruh Indonesia.

Demikian pernyataan ini kami buat. Terima kasih.

Tanah Kolonial, 02 Desember 2018_

Jhon Gobai
Ketua Umum Alianis Mahasiswa Papua