PERJUANGAN BERSENJATA. Di Papua Barat – (West Papua), perang gerilya berlarut-larut telah berlangsung. Di pegunungan dengan kedalaman hutan yang sulit dijangkau oleh media. Ditengah ratusan ribu penduduk sipil yang menempati wilayah dan terpencar di setiap perkampungan.

Slogan “REVOLUSI TOTAL” yang di cetus oleh panglima tertinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) Gen. Goliat Tabuni menjadi seruan perang di setiap Komando Daerah Pertahanan (KODAP) dalam menentang penjajahan kolonial Indonesia di seluruh daratan tanah air papua barat dengan tindakan politiknya melalui perang. Barisan gerilya sedang tumbuh subur.

Beberapa waktu lalu, di akhir bulan November tahun 2017 hingga - saat ini TPN-PB secara masif terus melakukan penyerangan tanpa kenal lelah dalam gerakan Revolusioner-nya di medan tempur tanah air tercinta Papua Barat. Tentu saja ini merupakan revolusi yang dibungkam di dunia.

Dalam pertempuran itu, kita dikabarkan melalui media resmi "KOMNAS-TPNPB" telah gugur dimedan perang dua prajurit Gerilyawan atas nama Perkinus Operasi Kogeya dan Yenkias Ubruange di kampung Alguru Kab. Nduga karena disambar BOM miiik militer/TNI Indonesia. Sungguh tidak diharapkan hal ini bisa menimpa pada Militer/TPN–PB yang telah gugur, sekalipun, kematian di medan perang adalah konsekuensi logis yang harus ditanggung oleh prajurit gerilyawan. Ratusan ribu rakyat yang tersebar di perkampungan mengungsi tanpa ada kabar yang pasti.

Kejadian sebelumya, di kampung Utikini Kab. Timika pada 17 November 2017 di Bombardir habis oleh TNI dengan menggunakan alat perang RUDAL BALISTIK yang menewaskan prajurit Gerilyawan Yuliana Waker yang meninggal dunia juga Ilame Waker dan beberapa lainnya.

Di kota-kota, kaum yang tertindas – (rakyat papua barat) sedang hidup dibawah mimpi yang dibangun oleh borjuasi lokal papua yang merupakan bagian dari perpanjangan tangan borjuasi nasional. Sekalipun demikian, “mimpi tentang pembebasan tidak perna hilang dari benak rakyat Papua Barat itu sendiri”. Terlepas dari organisasi massa yang sedang megembagkan aktivitas Ideoligi-politik-organisasi (IPO) untuk memperjuangkan hak-hak demokratik rakyat papua barat.

Tanah air kita – Papua barat adalah pulau yang sangat kaya akan sumber daya alam. Tentu ini menjadi jarahan bagi kekuatan imperialisme dan borjuasi nasional di Indonesia dan tidak satupun dari mereka yang akan menguntungkan rakyat kita. Dalam mengamankan berbagai macam kepentingan eksploitasi, militer tentu saja menjadi garda terdepan dalam menghadapi gerakan perlawanan dan HAM juga gerakan gerilya–TPN-PB.

Di bawah mata rantai penindasan rakyat papua barat yang tak kunjung putus. “TPN-PB” sebagai tentara gerilya menunjukan cara membela rakyat dan bangsa dalam melawan situasi penindasan yang menjijikan dan mengerikan itu”. Revolusi gerilya yang dipimpinnya melawan kepentingan Imperialisme As, serta majikanya setianya Kolonial Indonesia di tanah air kita papua barat tidak dapat dimanipulasi oleh kekuatan lain, itulah sebabnya media nasional sengaja dibungkam, serta ditutup rapat oleh mereka.

Penjajah tidak ingin dunia tahu tentang perjuangan para gerilyawan kita TPN-PB yang berbasis pada perjuangan Pembebasan nasional. Mereka juga tidak ingin dunia tahu tentang penggunaan alat perang yang tidak sesuai dengan “Sengketa bersenjata” Hukum Humaniter Internasional (Humanitarian Internasional Law). Tujuannya tidak lain adalah menggiring perjuangan bersenjata pada aksi kriminal bersenjata atau gerakan terorisme seperti yang sedang berusaha dilakukan saat ini.

Perjuangan para gerilyawan yang heroik dan penuh pengorbanan ini, yang melawan penghisapan dan penindasan kolonialisme dan imperialisme adalah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB). Maka, rakyat Papua Barat; dari Sorong sampai Merauke, Biak sampai pulau Adi, Jayapura sampai Pegunungan Bintang; dan semua komponen gerakan perjuangan Pembebasan Nasional untuk mendukung revolusi bersenjata. Kemenangan untuk Rakyat.

SALAM PEMBEBASAN NASIONAL
Kemenangan untuk rakyat.....!!!

By. JE