$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

PERLUNYA KELOMPOK SOSIAL HADAP MASALAH DEMI PERJUANGKAN KEADILAN SECARA UTUH BAGI PAPUA

PERLUNYA KELOMPOK SOSIAL HADAP MASALAH DEMI PERJUANGKAN KEADILAN SECARA UTUH BAGI PAPUA "Kelompok Agama, Adat, Perempuan, Pemuda da...

PERLUNYA KELOMPOK SOSIAL HADAP MASALAH DEMI PERJUANGKAN KEADILAN SECARA UTUH BAGI PAPUA

"Kelompok Agama, Adat, Perempuan, Pemuda dan Partai Politik Sarana Politik Adu Domba Orang Papua" 

Oleh: Wissel Van Nunubado


PENDAHULUAN

Sejak awal bangsa asing menginjakan kaki di papua mereka mengesampingkan realitas kehidupan orang papua dan selanjutnya memaksa orang papua mengakui, menghormati dan menjalankan semua sistim yang dikeluarkan dari struktur baru dan pengelompokan sosial buatan orang asing itu. Fakta itu berlangsung lama sehingga banyak orang papua (termasuk saya) yang tidak memahami struktur asli orang papua sendiri.

Jika diukur mengunakan realitas saat ini, struktur asing yang dimaksudkan adalah struktur negara. Didalamnya terdapat sarana pengelompokan manusia, seperti : "kelompok agama, adat, perempuan, pemuda dan partai politik".

Ditengah realitas hidup orang papua berpapasan dengan struktur asing itu dimulai pada masa kolonialisme Belanda, Kolonialisme Jepang dan Kolonialisme Amerika, Konolonialisme Belanda, Kolonialisme PBB Melalui UNTEA dan Kolonialisme Indonesia dengan sekelumit persoalan didalamnya yang sampai saat ini muncul pertanyaan apakah telah mampu dipetakan dan ditangani oleh kelompok agama, adat, perempuan, pemuda dan politik yang ada ?. Fakta membuktikan bahwa kelompok agama di papua sejak awal kehadirannya berusaha membumihanguskan aliran keyakinan adat yang distiqma kafir dan kuasa gelap. Fakta membuktikan kaum perempuan biarkan mama papua berdagang diemperan jalan dengan modal ala kadarnya. Fakta membuktikan tokoh adat dibentuk oleh pemerintah dan perusahaan untuk merampas tanah adat. Fakta membuktikan tokoh pemuda dijadikan mata-mata untuk membungkam ruang demokrasi pemuda yang kritis. Fakta membuktikan politisi hanya memanfaatkan persoalan ekosob rakyat untuk kepentingan jabatan dan uang.

Sampai hari ini setiap kelompok itu tidak mampu berbicara terkait persoalan militerisme, perburuhan, pencurian kayu, pencurian ikan, persoalan degradasi budaya dan lain senagainya karena persoalan itu bukan menjadi bagian dari konsentrasi isu kelompok agama, adat, perempuan, pemuda dan politik praktis. 

Semua fakta itu membuktikan bahwa pengelompokan sosial tersebut tidak layak bagi kondisi papua yang hidup ditengah jutaan persoalan disegala sektor dan isu.  Dengan demikian maka dibutuhkan kelompok sosial baru yang sesuai dengan sektor dan isu agar dapat ditangani semua persoalan itu persektor dan perisu.


KELOMPOK SOSIAL BUATAN ASING SARANA ADU DOMBA YANG IDEAL BAGI INDONESIA


Berkaca dari sejarah VOC menguasai kerajaan-kerajaan dari sabang sampai dengan tidore dengan mengunakan pendekatan pengelompokan manusia kedalam kelompok agama mereka manpu mengadudomba islam dengan adat sehingga terjadi perang padri di sumatra demi mendapkan pengaruh atas kedua kelompok di sumatera.

Dengan mengunakan kelompok Adat mereka mengadudomba keluarga dalam kraton surakarta yang berujung pada terciptanya dua keraton di jawa tengah bagian selatan demi menanamkan pengarunya atas kedua kesultan tersebut melalui perdamaian yang difasilitasi oleh VOC.
Dengan mengunakan Adat mereka mengadudomba kesultanan tidore dan orang ambon demi mendapatkan penguasaan atas cengkeh dan fakta politik adu domba yang mereka prakekan ditempat lainnya.

Mengingat pengelompokan sosial yang sama masih digunakan oleh Indonesia sehingga yang pasti skenario politik adu domba itu akan terus diragakan dalam kehidupan orang papua saat ini.

Dalam konteks adat misalnya Freeport dan Pemerintah menujuk dan mencopot Bapak Thom Beanal dari LSM bentukannya selanjutnya memberikan jabatan komisaris atas dasar beliau adalah putra daerah setempat. Atas posisi itu tentunya melahirkan amarah dalam diri putra daerah yang diperlakukan berbeda sehingga terkadang terjadi tuduh menuduh yang berujung konflik sosial. Sementara konflik terjadi beberapa putra daerah yang menjadi Buruh tetap diisap keringatnya delapan jam lebih untuk memenuhi target eksploitasi tahunan.

Sementara itu, dalam kelompok Agama disibukan dengan konflik agama antara islam vs kriten atau kristen vs kristen seperti yang terjadi di sorong dan tolikara beberapa waktu lalu. Atau antara kristen dan sosialis yang sedang digembargemborkan beberapa waktu belakang ini. Bahkan disaat ini beberapa agamawan dipercayakan membentuk oranisasi masyarakat dan terlibat dalam persoalan politik seperti yang dilakukan oleh JDP yang ditunjuk pemerintah untuk mempersiapkan Dialog Jakarta Papua di bawah pimpinan Pastor Neles Tebay, Pr.

Selain itu terkadang secara tegas negara menekan tokoh agama agar tidak berbicara tentang persoalan politik papua merdeka dengan dalil yang halus seperti agama dilarang berpolitik. Selain itu dalam kelompok pemuda antara aktivis hak politik papua dengan oraganisasi milisi indonesia seperti Barisan Merah Putih.

Dalam bidang politik misalnya pertarungan antara partai satu dengan partai lainnya yang berujung konflik sosial yang berdarah-darah demi merebut kursi eksekutif dan legislarif.

Di tengah praktek skenario politik adu domba itu berlangsung, perampasan tanah adat masif berlangsung dimana masyarakat adat pemilik tanah adat sendiri yang pasang badan berjuang melawan militer yang dibayar untuk melindungi perusahaan. Pencurian kayu terus terjadi dengan dalil alih fungsi lahan dari hutan primer menjadi lahan sawit. Jutaan areal tempat meramu dan berburu serta hutan sagu dirampas oleh pemerintah dan disetahkan kepada investor selanjutnya masyarakat adat dipaksa untuk bekerja menjaga dan panen sawit dengan iming-iming 25 tahun kemudian akan diberikan sertifikat seakan-akan masyarakat adat adat adalah pendatang ditanah adatnya. Praktek pencurian ikan oleh nelayan asing dipelihara negara melalui mentri kemaritiman dan Angkatan Laut. Selain itu penangkapan, pemerkosaan, penganiayaan dan pembunuhan terus terjadi.

Diatas fakta itu kelompok agama, adat, perempuan, pemuda dan politik yang difasilitasi negara sering berbicara namun tidak digubris sehingga banyak yang bosan dan memilih diam. Jika masih berbicara maka stiqma separaris, makar, penghambat pembangunan dan pengacau keamanan akan disandang oleh tokoh masyarakat yang berbicara banyak memprotes ketidakadilan yang terjadi. Sementara itupula beberapa tindakan yang disebutkan diatas terus dilakukan oleh negara melalui BUMN dan perusahaan swasta yang dibeck up oleh alat keamanan negara indonesia.

Fakta tersebut wajib disikapi secara serius agar orang papua tidak terputar dalam skenario politik adudomba yang didukung oleh pengelompokan orang papua kedalam kelompok agama, adat, perempuan, pemuda dan politik praktis. Menurut saya hal itupulah yang membuat orang papua sangat dangkal melihat realitas persoalan yang terjadi karena berdiri dari posisi lain melihat persoalan yang lain pula, sebagai contohnya : "seorang agamawan melihat persoalan buruh atau seorang Adat melihat persoalan Agama atau seorang politisi melihat persoalan perempuan dari semua realitas itu pastinya akan berujung pada kesimpulan yang salah dan bahkan tidak akan menemukan akar masalah dan jalan keluar yang tepat".

Fakta itulah yang mayoritas mengantarkan orang papua khususnya mereka yang menempati kelompok sosial agama, adat, perempuan, pemuda dan politik selalu melihat persoalan hanya ditataran permukaan saja sehingga sagat muda dipatahkan argumentasinya dengan memberikan stiqma separatis dan makar oleh negara dan alat keamanan negara. Selanjutnya, melalui stiqma itu mereka membungkam segala ruang demokrasi bagi papua sementara segala bentuk ketidakadilan yang menguntungkan kepentingan ekonomi politik indonesia dan internasional berjalan dengan mulus tanpa hambatan.

Sudah saatnya tokoh agama, adat, perempuan, pemuda dan politikus praktis mulai berani nyatakan kekurangannya dan berani mencari cara ideal untuk mendorong wadah-wadah kecil dibawahnya untuk menangani persoalan sektoral seperti persoalan buruh, tani, nelayan, pedagang atau mama-mama papua, kaum miskin kota, anak jalanan, pekerja seks, anak telantar yang diberi lebel anak aibon dan lain-lain. Selain itu, persoalan berdasarkan isu seperti Pendidikan, kesehatan, hukum, militerisme dan lain sebagainya.

Semua itu dimaksudkan untuk mendekatkan orang papua pada jutaan persoalan yang sedang terjadi di seluruh tanah air papua.



SUKSESNYA PENANGANAN PERSOALAN BERBASIS KELOMPOK SOSIAL HADAP MASALAH SELAMA INI

Usulan mendesak perubahan kelompok sosial sarana politik adu domba diatas, disampaikan berdasarkan fakta konflik ekonomi politik antara Pemerintah Indonesia vs PT. Freeport Mc Morand Gold And Copper beberapa tahun lalu yang mengorbankan 8.000-an lebih buruh Freeport yang kini bertahan dengan menjalankan hak mogok hingga saat ini (2018) menunjukan sebuah kemajuan yang cukup menarik. Kemajuan itu tentunya tidak mampu diuraikan oleh seorang pemuda yang bukan Buruh atau bahkan seorang agamawan yang bukan buruh atau bahkan seorang adat yang bukan buruh atau bahkan oleh seorang Aktivis hak politik papua yang bukan sebagai seorang Buruh.

Selain itu kemajuan yang dirasakan oleh mama-mama papua bersama Alm. Rober Jitmau dan SOLPAP dengan modal apa adanya mampu bersaing dengan pedagang non papua yang memiliki modal tinggi bahkan disuplai oleh Bank Papua melalui program UMKM. Kemajuan yang dirasakan mama-mama papui tidak mungkin dipahami oleh tokoh perempuan papua di lembaga kultur (MRP) atau bahkan di lembaga eksekutif serta legislarif yang bukan sebagai pedagang mama-mama papua atau bahkan oleh seorang aktivis perempuan atau mahasiswi yang bukan sebagai pedagang mama-mama papua.

Kemajuan yang dirasakan oleh masyarakan adat marind anim dalam mempertahankan tanah adat dari Proyek Miffe yang hingga saat ini masih tetap berjuang. Selain itu, oleh Masyarakat Adat Arso dalam berjuang melawan PTPN II yang sudah dan ingin merampas Tanah Adat sejak tahun 1980-an yang masih betahan sampai sekarang. Dimana keberhasilan itu tidak mungkin dirasakan oleh Agamawan yang bukan sebagai Masyarakat Adat Marind Anim yang sedang melawan investor atau bahkan tidak mungkin dirasakan oleh Politikus Praktis di Partai yang bukan sebagai Masyarakat Adat Arso.

Beberapa keberhasilan dapat terjadi karena pengelompokan sosial berbasis sektor yang terbangun sehingga dapat ditemukan keberhasilan. Meskipun diketahui bersama bahwa mereka belum mendapatkan kemenangan akan tetapi kefokusannya dalam memperjuangkan persoalannya yang masih terlihat sampai saat ini. Malah yang sungguh disayangkan adalah kelompok Agama, Adat, Perempuan, Pemuda dan Politikus tidak memperdulikan yang diperjuangkan oleh Buruh, Mama Papua dan Masyarakat Adat. Justru yang lucu malah Perusahaan dan Negara mengunakan Pemerintah daerah dan Agamawan untuk membungkam perjuangan buruh atau bahkan terjadi tumpang tindih antara perjuangan aktivis pemuda mahasiswa yang menyerukan tutup Freeport sementara Buruh Freeport sedang mengunakan hak mogoknya dalam perjuangan melawan Perusahaan dan Pemerintah.

Fakta diatas menunjukan keefektifan pengelompokan sosial sektoral yang maju. Melalui kemajuan itu menunjukan fakta ketidakjelasan terkait sikap kekompok agama, adat, perempuan, pemuda dan politisi sebab semuanya diam bahkan ada yang mau dimanfaati untuk menciptakan politik adu domba.

Dengan melihat kesuksesan gerakan buruh memperjuangkan haknya yang telah berlangsung selama 1 tahun lamanya menunjukan fakta kesuksesan pengelompokan sosial berbasis sektoral yang berhadapan langsung dengan masalah serta memiliki tuntutan dan solusi yang pro terhadap nasib buruh.

Dengan demikian sudah saatnya dibentuk kelompok sosial berbasis sektor, seperti :
- Serikat buruh
- Serikat tani
- Serikat nelayan
- Serikat pemuda jalanan
- Serikat pedagang mama papua
- Serikat Mahasiswa
- Serikat Perempuan

Selain itu, wajib bikarya untuk mendorong struktur sosial berbasis isu, seperti :
- Forum peduli kesehatan
- Forum peduli pendidikan
- Forum peduli ekonomi
- Forum peduli budaya
- Forum peduli anak dan perempuan
- Forum peduli kesejahteraan
- Forum peduli lingkungan
- Forum pemantau pemerintah
- Forum Pemantau Hukum dan HAM
- Forum anti militerisme dll

Semua itu dimaksudkan hanya untuk menciptakan kelompok sosial yang hadap masalah dan dapat menganalisa soal hingga akarnya selanjutnya menemukan musuh utama dan menetapkan jalan keluar untuk diperjuangkan. Dengan kondisi demikian pastinya tidak saling sikut dan bakan saling bertentangan dalam memperjuangkan masing-masing jalan keluarnya. Melaluinya akan menaikan status persoalan secara objektif dan tidak dapat dimanfaatkan oleh siapapun baik kawan maupun lawan.


PENUTUP

Sudah saatnya orang papua keluar dari skenario politik adu domba mengunakan rekayasa pengelompokan orang papu kedalam kelompok agama, adat, perempuan, pemuda dan politisi yang diterapkan sejak jaman VOC, Hindia Belanda, Jepang dan Amerika Serikat, Hindia Belanda, PBB melalui UNTEA dan Indonesia.

Ditengah situasi papua yang sedang dirundung masalah dari segala sektor dan isu sudah sewajibnya menciptakan struktur sosial taktis yang mampu tanggap masalah, menemukan musuh utama dan menetapkan jalan keluarnya sesuai sektor dan isu.

Prinsipnya orang sakit kaki, tangan, kepala, mata, telingga, perut dan pikiran tidak bisa diobati dengan satu obat saja yaitu obat jantung. Pastinya semua sakit memiliki obatnya masing-masing karena sumber penyakitnya berbeda-beda.

Mungkin analogi itu tepat untuk mengambarkan kondisi umum persoalan papua dan sikap mayoritas orang papua dalam menperjuangkan jalan keluarnya yang berujung pada satu pikiran yaitu pemenuhan hak politik yang jelas-jelas selalu distiqma separatis dan makar yang telah membangun dinding ketakutan karena traumatik. Ditambah lagi dengan penerapan skenario politik adu domba yang sukses membuat orang papua sendiri sulut untuk bersatu sekalipun mimpi politiknya sama.

Untuk keluar dari ruang hampa yang telah lama meninabobokan orang papua dalam stiqma dan politik adu domba maka ditegaskan kepada kelompok agama, adat, perempuan, pemuda dan politisi untuk segerah membentuk kelompok sosial berbasis sektoral dan isu agar dapat menghadapkan kelompok pada persoalan riel yang terjadi di papua selanjutnya menemukan musuh utama dan menentukan jalan keluarnya secara objektif.

Percayalah bahwa semua kelompok sosial baru itu, akahirnya akan mengunakan prinsip seribu jalan menuju roma sebagai prinsip menuju perwujudan mimpi bersama seluruh orang papua di bawah kolong langit.


"Kritikanmu Adalah Pelitaku"

COMMENTS

BLOGGER
Flow -  Progress
Name

#LetWestPapuaVote,7,5 Hal,26,Aborigin,4,Aceh,17,Adat,7,Afrika,1,Air Terjun,1,Akademisi,3,Aksi,107,Aktivis,54,Aktual,4,Al Jazeera,3,Ambon,2,Amerika Serikat,23,Amnesti Internasional,5,Amnesty,1,AMP,87,Amungme,2,Anak Fakfak,5,Anak Kembar,2,Anak Papua,24,Analisa,2,Ancaman,10,Aneh,27,Aneksasi,19,Anglikan,1,Antaranews,7,Antarapapua,1,Antroplogi,1,Aparat,9,APEC,1,AprilMob,1,Arab Saudi,5,Arahmah,2,Aristokrasi,1,Arnold Clemens Ap,1,Arsip Rahasia AS,2,Arso,1,Arti Mimpi,1,Artikel,6,Artis,6,ASDP,1,ASEAN,2,Asia Pasifik,2,Asia Tenggara,2,Asian Games 2018,1,Asing,1,Asmat,6,ASNLF,1,Asrama,3,Astronaut,1,AU,1,Auckland,2,Australia,40,Awards,1,Awepa,1,Ayat Alkitab,1,Ayub Waker,3,Badai,7,Bagan,1,Bagdad,1,Baghdad,1,Bakar Batu,1,Bakar Lilin,2,Balairungpress,1,Bali,3,Balim,1,Bandung,6,Bangsa Papua,109,BangsaMoro,1,Banjir,2,Barack Obama,3,Barcelona,3,BBC,5,BBM,2,Beasiswa,1,Beat Papua,2,Bebas,1,Bekasi,1,Belajar,2,Belanda,7,Bencana,2,Bendera,15,Beni Pakage,1,Benny Giay,3,Benny Wenda,10,Bentrok,3,Bentuk Negara,8,Berita,115,Berita8,1,Beritaekspres,1,Beritaenam,2,BeritAnda,1,Beritsatu,16,Biak,9,Bintang Kejora,15,Bintang Papua,34,Bintuni,1,Biodata,1,Biografi,1,Bisnis,1,Blokade,1,Blokir,3,BMP,4,BNPB,1,Bob Carr,1,Boikot,9,Bola,2,BOM,8,Bomberay,2,Borneo,4,Boston,3,Bougainville,1,BPS,2,Brasil,3,Brexit,1,Brimob,4,Brussels,1,Brutal,2,Buah Merah,1,Budaya,1,Bukti,1,Buku,6,Buku Papua,7,Bulan,1,Buronan,1,Buruh,5,Burung Cendrawasih,4,CahayaPapua,2,Cak Nun,1,Caledonia,1,California,1,Cambuk,1,Campaign,4,Capres,1,Catalonia,8,Catatan,182,Cendrawasih,1,Cepos,4,Cerita,4,Chechnya,1,China,3,Cita Citata,10,CitizenJurnalis,1,CNN,13,Computer,3,Contact,1,Cuaca,2,Culture,1,Curahan Hati,4,Curahan Hatiku,4,Daftar,2,Dailipost,1,Dana,1,Dana OTSUS,4,DAP,3,Dayak,1,Deiyai,13,Deklarasi,3,Dekolonisasi,4,Delegasi,3,Demokrasi,15,Demokrasi Kesukuan,2,Densus 88,1,Deplu,2,Depok,1,Deportasi,2,Detiknews,18,Dewan Adat,1,Dewan Gereja,3,Dewan HAM,7,Dewan Komite,1,Dialog,31,Diplomasi,1,Diplomat,8,Diskriminasi,2,Diskusi,2,Disnaker,1,Distrik Kokas,1,DNA,1,DNP,2,Doa,2,Doaku,2,Doberai,14,Dogiyai,3,Dokumenter,1,DOM,1,Dominion,1,Download,1,DP,2,DPD,1,DPR,8,DPRP,8,Dr.Thom Wainggai,2,Dubes,9,Duka,9,Dukungan,12,Edisi,1,Edo Kondologit,1,EdudaNews,1,Ekonomi,13,Eksekusi,24,Ekspor,1,El-Gibbor Ministry.net,5,ELSHAM,1,Emas,1,Emtv,1,entertainment,3,Epen Cupen,1,Eramuslim,1,Eropa,7,ESDM,2,Etnohistori,1,Facebook,23,Fakfak,49,Fakfak Picture,6,Fakta,4,Farhat Abbas,1,Fatwa,1,Featured,1,Federal Papua,13,Federasi,10,Fiji,10,Filep Karma,5,Filipina,2,Film,3,Filsuf,1,Flotilla,8,FNMP,1,Foker LSM,1,Forkorus Yaboisembut,3,FORMAT,1,Foto,4,FPI,3,FPM-TF,2,Freedy Numberi,1,Freeport,60,FRI-West Papua,37,FRI-WP,14,Front Pembela Islam,2,Fungsi Otak,1,Gadis,1,GAM,1,Gambia,1,Garam,1,GARDA BAWA,1,Garuda,3,Gatra,2,Gaza,1,Gempa,5,Gempar,6,Gender,1,Generasi Papua,22,Gereja,19,GIDI,3,GKI,1,Globalvoicesonline,1,Golkar,1,GPI,1,Gresik,1,Gresnews,1,GRPB,1,Gubernur,10,Guyana,1,Habelino,4,Habib Rizieq,4,Hacker,16,Hai Tanahku Papua,1,HAM,78,Hamah Sagrim,1,Hamas,4,Hanter,1,Hari Perempuan Sedunia,5,Harian Terbit,2,Herman Wainggai,8,Herman Wanggai,41,Hip Hop,3,Hipwee,1,HKBP,2,Hoax,1,Honiara,3,HPH,2,HRW,1,HTI,1,Hubert Mabel,1,Hukum,23,Hukuman Mati,7,HUT INDONESIA,12,HUT KNPB,5,HUT PAPUA,43,HUT PI,5,HUT RI,1,Hutan,3,Ibadah,3,Ibu,1,Idiologi,5,Idul Fitri,1,Ikan,1,Ilegal,3,Iman,1,Imigrasi,3,imparsial,1,Imperialis,1,India,2,Indonesia,388,Indonesianreview,5,Indopos,1,Indoprogres,4,Indoprogress,3,Info Papua,9,Inggris,12,Injil,4,Integrasi,2,INTEL,1,intelijen,3,Internasional,90,Internet,2,Interpol,1,Investasi,2,IPMAPA,10,IPWP,1,Irak,6,ISIS,25,Islam,1,Islamabad,1,Ismail Asso,3,Israel,17,Istilah,2,Italia,1,Itoday,1,Jacob Rumbiak,4,Jakarta,33,Jalan,2,Jambi,1,Jaringnews,1,Jawa,2,Jawapos,3,Jayapura,49,Jayawijaya,1,JDP,9,Je.Wenda,1,Jefry Wenda,1,Jenewa,6,Jenis Kekuasaan,3,Jenius,1,Jepang,3,Jerat Papua,2,Jerman,4,Jhon Kei,2,Jimmy Demianus Ijie,1,JK,1,Jogja Berduka,1,Jogjakarta,25,Jokowi,102,JPNN,15,Jubi,104,Jubir NRFPB,3,JURNAL3.COM,1,Jurnalis,9,JurNas,1,Kabar24,1,Kae,2,KAI,1,KAIMANA,5,Kajian,1,Kaleb,1,Kalimantan,3,Kamasan,10,Kampanye,3,Kanal Satu,1,Kantor,3,Kapitalis,1,Kapolda,17,Kapolri,1,Kasih Tuhan,1,Kasus,17,kata Bijak,8,Kata Gambar,1,Kataku,17,Katolik,3,Kawan,1,KBR68H,1,Kebebasan,2,Kebersamaan,1,Kebijakan,3,Kebohongan,2,Kecelakaan,6,Kedaulatan,1,Kedubes,7,Keerom,1,Kejahatan,4,Kejenuhan,1,Kekerasan,30,Kematian,2,Kemenkumham,2,Kemerdekaan,5,Kendeng,3,Kepribadian,2,Kereta Api,4,Kerjasama,3,Kerusakan,1,Kesaksian,1,Kesehatan,6,Kewarganegaraan,1,Kingmi,1,KIP,1,Kisah Cinta,2,Kisah Perjuangan,5,Klasis,1,Kleptokrasi,1,KNPB,139,KNPB Konsulat Indonesia,3,KNPI,7,Kodam,1,Koleksi,1,Koloni,1,Kolonialisme,4,Kominfo,5,Komite Independen Papua,1,Komnas HAM,14,Komnas TPNPB,13,Komoro,2,KOMPAS,34,Kompasiana,4,Komunis,1,Konfederal,1,Konfederasi,3,Konflik,6,Kongres,7,Kongres Rakyat Papua III,11,Konservasi,1,Konsolidasi,1,Konspirasi,3,Konsulat,1,KONTRAS,6,Kopi,2,Koran Kejora,1,Korban,58,Korea Selatan,1,Korea Utara,4,Korowai,2,Korupsi,1,Koruptor,2,KP-FMK,1,KPP,1,KRI Bung Tomo,1,KRIMINAL,2,Kristen,2,Kronologi,4,KTP,2,KTT,3,Kualisi Ham,2,Kudeta,1,KUHP,1,Kulonprogo,2,Kumparan,1,Kumpulan Jepretanku,1,Kunjungan,20,Kupang,1,Kurdi,2,Lagu Fakfak,1,Lagu Kebangsaan,3,Lambang,1,Laporan,6,Larangan,5,LBH,18,LBH Papua,1,Leonie Tanggahma,1,Letter,3,Letusan,1,Liberalisme,2,Lifestyle,1,LIPI,6,Liputan6,12,Lirik Lagu,14,LITP,1,LMA,2,LNG,1,Logistik,1,London,5,Longsor,1,LP3BH,9,LPSK,1,LSM,1,Luar Negeri,68,Mahasiswa,84,MAI,4,Majalah Selangkah,3,Makanan,1,Makar,18,Makasar,4,Maklumat,3,Mako Tabuni,1,Malam Kudus,1,Malang,3,Malasya,1,Malaysia,8,Malu,1,Maluku,8,Malware,1,Mama,2,Mamberamo,1,Mambesak,1,Mambunibuni,1,Manado,10,Manajemen,6,Manajemen Konflik,3,Mandat,1,Manifest,1,Manila,1,Manokwari,56,Mansinam,2,Manusia,1,Markus Haluk,2,Markus Yenu,2,Marshal Island,1,Marthen Goo,2,Mascho-Piro,1,Massa,1,Mata kuliah Ilmu Politik,3,Mataram,1,Materi,1,Mayday,8,Mbaham,1,Media,11,Media Asing,2,Mediasi,2,Medsos,11,MeePago,1,Megawati,1,Melanesia,9,Melbourne,5,Melindo,4,Memori,1,Mendopma,1,Menkeu,1,Menkominfo,2,Menkopolhukam,4,Menlu,5,Menpora,1,Merauke,15,Merdeka,6,Merdeka.com,4,MetroNews,13,Mifee,1,Militer,17,Militerisme,4,Militeristik,2,Mimika,2,Mimpi,1,Misteri,4,Mobokrasi,1,Monarki,1,MOP,11,Motivasi,14,Motivasi Dan Dasar Cinta,4,MPR,1,MRP,3,MRP-PB,2,MSG,53,Muhamadiyah,2,MUI,3,Mural,1,Musik,7,Musisi,4,Mutiara Hitam,1,My Photos,24,Nabire,11,Naftali Edoway,1,Nama,2,Napalm,1,NAPAS,6,Narkoba,11,Nasional,8,Nasionalis NKRI,3,Nasionalis Papua,16,Natal,9,Natalius Pigai,7,Nauru,1,Navi Pillay,1,Negara,7,Negara Gagal,3,Negara Kesatuan,3,Negara Konfederasi,2,Negara Papua,48,Negara Rakyat Nusantara,55,Negara Serikat,1,Nelayan,1,Neolib,1,New York,7,New Zealand,5,news,1,NFRPB,73,Nobel,2,Nomor1,1,Novel,1,Nowela,1,NRN,57,NTT,2,Nusantara,7,Nusantaratimes,1,NYIA,1,OAP,8,Oase,1,Octoviaen Gerald Bidana,1,Oikoumene,3,Okezone,14,Oklokrasi,1,Olah Raga,3,Olah Vokal,1,Oligarki,1,Ombak,1,Onestep-news,1,Operasi,2,Operasi Militer,2,Opini,114,OPPB,1,Orasi,1,Organisasi,14,Ormas,1,Otak,1,OTK,1,Otonomi,1,Otsus,7,Otsus Plus,9,Pabrik,1,Padang,1,Paguyuban,1,Pahlawan,1,Pajak,1,Pakar,2,Pala,1,Palestina,12,Palingkeren.com,1,Palsu,7,Palu,1,Pamer Voice,4,Pancasila,4,Pandanganku,44,PANGDAM,1,Panggilan,1,Panglima,3,Paniai,12,Panitia Natal 10,1,Panji,1,PAP,1,Papua,297,Papua Barat,3,Papua Bersatu,3,Papua Menggugat,5,Papua Merdeka,64,Papua New Guinea,6,Papua Post,16,Papuan,3,Parlemen,3,Parlemen Rakyat Daerah,8,Parlementer,2,Partai Lokal,2,Pasifik,20,Paskah,1,Pastor,2,PASTOR JOHN DJONGA,2,Pastor Neles Tebay,7,Patriot,1,PBB,67,PBHI,1,PDP,1,Pdt. Socratez S. Yoman,30,Pejua,1,Pejuang,5,Pekabran Injil,6,Pelajar,1,Pelanggaran,21,Pelantikan,4,Pelopor,1,Pemakaman,2,Pembacokan,1,Pembajakan,2,Pembakaran,10,Pembangunan,6,Pembebasan,2,Pembubaran,1,Pembunuhan,13,Pemekaran,7,Pemerintahan,7,Pemilih,1,Pemilu,2,Pemimpin,14,Pemimpin Terlama Di Dunia,1,Pemuda Papua,1,Penangkapan,85,Penculikan,4,Pencuri,2,Pendatang,2,Pendeta,3,Pendidikan,3,Penduduk,3,Peneliti,2,Penelitian,1,Penembak Jitu,1,Penembakan,54,Pengalamanku,1,Pengamat,5,Pengantar Ilmu Politik,5,Penggusuran,3,Pengungsi,2,Penjajahan,12,Penulis,1,Penyiksaan,3,Pepera,12,Perang,19,Perang Dunia III,1,perasaanku,1,Perawan,1,Perbatasan,4,Perdamaian,2,Perdasus,1,Perempuan,19,Peringatan,2,Peristiwa,2,Perjanjian,6,Perjuangan,7,Pernikahan,2,Pers,6,Persatuan,1,Perserikatan Negara,1,Persipura,4,Persipuramania,3,Perundingan,4,Pesan Group,3,Pesawat,7,Petisi,23,PGI,1,PH,1,Phaul Heger,19,Phoenix,1,Photo,2,Photo Gabungan,4,Photo Jepang,1,Photo Kongres,1,Photo Papua,12,PIA,1,Picture,35,Picture Papua,20,Pidato,8,PIF,9,Pikiranku,5,PIlar Demokrasi,1,Pilgub,2,Pilpres,7,Pinang,1,PKI,2,PKMFP,2,PKS,1,Plutokrasi,1,PMKRI,1,PNG,31,PNPB,1,PNWP,9,Pohon Natal,4,Pojoksatu,1,Polandia,1,Polisi,32,Polisi Nasional Papua,1,Politik,2,Politik Rakyat,3,Politisi,1,Polri,9,Populisme,1,Pornografi,1,Port Moresby,4,Port Numbay,11,Port Vila,7,Portalkbr,4,Pos,1,Posko,3,POSTER,1,Postingan,102,PPR,1,Prabowo,2,Prakata,1,Prancis,3,PRD,16,Prediksi,1,Preman,4,Presiden,12,Presidensil,2,Profil Negara Papua,3,Profile,2,Program Ke Kampung,1,Proklamasi Papua,13,Protektorat,1,PRPPB,16,PS,2,PSSI,1,Puisi,41,Puisi Cinta,21,Puisi Cinta Dan Perasaan,8,Puisi Duka,1,Puisi Kebahagiaan,3,Puisi Kehidupan,5,Puisi Kerinduan,2,Puisi Kritik,1,Puisi perasaan,3,Puisi perasaanku,3,Puisi Perjuangan,8,Puisi Perpisahan,1,Pulang,1,Pulau,2,Pulau Manus,1,Puncak Jaya,5,Puncak Papua,1,Quaker,1,Qureta,1,R4,1,Radar Sorong,20,RadarTimika,5,Radio Australia,2,Radio Streaming Papua,1,Radionz,1,Raja Ampat,1,rakyat Papua,4,Ramalan,1,Ranting Patah,2,Rappler,2,Ras Papua,2,Rasis,10,Ratu,1,Referendum,20,Refleksi,5,Reformasi,1,Rekayasa,3,Rekomendasi,1,Renungan,11,Represif,1,Republik Papua,7,REPUBLIKA,6,Resolusi,1,Revolusi,1,Revolusi Budaya,4,Revolusi Papua,1,Rex Rumakiek,1,Riau,3,RMS,10,Rohingnya,1,Roma,2,Roma Agreement,4,RSP,1,RSUD,1,Rupiah,2,Rusia,4,Rutan,1,RUU,3,Sabah,1,Sabun,1,Sagu,1,Sains,3,Saireri,4,Saksi,1,Salatiga,3,Saleh Partaonan Daulay,2,Samoa,2,Sampul Facebook,5,Sandal Jepit,1,Sandera,2,Sarawak,2,Sastra,1,Sawit,1,SBY,1,SDA,1,SDM,1,Sebby Sambon,1,Sejarah,10,Sejarah Indonesia,12,Sejarah Injil Di Papua,2,Sejarah NKRI,7,Sejarah Papua,25,Seks,1,Selpius Bobi,1,Semangat,1,Semangat Papua,2,Semarang,7,Semen,3,Seminar,10,Senator,5,Seni,5,Seni Rupa,1,Senjata,4,Sentani,5,Seruan,38,Serui,9,Seruu.com,1,SETARA,1,Setwapres,2,Sharia,1,SHDRP,1,Shio,1,Siaran Pers,6,Sidang,7,Sifat,1,Sikap,2,Sinar Harapan,2,Sindonews,14,Singapura,1,Sistem Pemerintahan,7,Situbondo,1,Situs,3,Siwalima,1,Skenario,2,SKP-HAM,1,Slanks,1,Smelter,5,SMPP,1,SODELPA,1,Solidaritas,13,Solidaritas Perempuan Papua,5,Solo,1,Solomon,11,SONAMAPPA,2,Sorong,20,Sorotan,2,Sosialisasi,1,Spam,1,Spanyol,5,SPM,3,SPM-PB,2,Sports,4,Sri Lanka,1,Sri Paus,6,SSKM,3,Status Facebook,4,Stigma,1,Stiker,1,Stop Miras,4,Struktur Negara,3,Student,1,Suaka,1,Suara,3,Suara Pembaruan,3,Suara Rakyat,4,Sudan Selatan,1,Sukhoi,1,Sukoharjo,1,Suku,2,SUKU MBAHAM,2,Suku Pedalaman,1,Suku Primitif,1,Sulawesi,3,Sulpap,1,Sultan,2,Suluh Papua,7,Sumpah Pemuda,3,SUP,7,Supiori,1,Surabaya,9,Surakarta,1,Surat,16,Sùrat,1,Suriah,4,Suva,3,Sydney,3,Syria,1,Syukuran,2,Tabrakan,2,Tagor,1,Tahanan,5,TALIBAN,2,Tambang,4,Tambrauw,2,Tami,1,Tanah Papua,3,Tapanews,2,Tapol,10,Teatrikal,1,Teknologi,6,Telkomsel,1,Tembagapura,9,Temp,1,Tempo,15,Tentara,2,Teori,1,Terasing,1,Ternate,1,Teror,3,Teroris,8,Terpidana,2,Tewas,1,Texax,1,Thaha Alhamid,2,The Comens,5,Tidore,1,Tim 7,2,Timika,39,Timnas Papua,1,Timokrasi,1,Timor Leste,4,Timur Tengah,2,Tionghoa,1,Tips,7,Tips Kesehatan,11,Tips-Tips Komputer,11,Tips-Tips Motivasi,9,Tirani,1,Tjahjo Kumolo,1,TMP,1,TNI,29,Tokoh,8,Tokoh-Tokoh,28,Toleransi,2,Tolikara,12,TP,1,TPN/OPM,90,Tradisi,1,Tragedi,2,Transmigrasi,5,TribunNews,17,Trikora,9,TRONDHEIM,1,TRWP,9,TTS,1,Tuduhan,1,Tugu,1,Turki,2,Tuvalu,2,TV Papua,1,TVONE,1,Twitter,2,Uang,1,Ucanews,4,UFO,2,Uganda,1,UGM,2,Ulang Tahun,1,ULMWP,70,UNCEN,9,Undangan,3,Unesco,3,UNGA72,14,Uni,1,Uni Eropa,2,UNICEF,1,UNPO,1,UNTEA,1,UP4B,9,USAID,1,Uskup,3,Ustad Fadlan Garamatan,2,Utikini,2,UU,2,UURWP,1,Valentin’s Day,5,Vanuatu,25,Vatikan,2,Venezuela,1,Veronica Koman,1,Victor Yeimo,9,Vidio,54,Vietnam,1,Virus,3,Visa,1,Visa Papua,1,Vivanews,13,Voanews,7,Wagub,1,Waisai,1,Wall Facebook,13,Wamena,5,Wapres,2,Warta Papua,1,Wartawan,11,Washington,12,Washingtonpost,1,Wasior Berdarah,1,Wawancara,7,WCC,1,Wellington,5,West Papua,69,West Papua Media,1,Western Sahara,1,Willem Wandik,3,Wissel Van Nunubado,16,WNA,1,WNP,1,Wondama,1,wor,1,WORLD,73,WPAN,1,WPNA,8,WPNCL,4,WPNLA,2,WPNYC,1,WPRA,3,WTO,1,WWF,1,Yahudi,1,Yahukimo,1,Yalimo,1,Yaman,2,Yapen,1,Yason Ngelia,3,Yerusalem,3,yogyakarta,71,Yorrys Th. Raweyai,1,Yunani,1,Yusak Pakage,1,
ltr
item
West Papua Blogger: PERLUNYA KELOMPOK SOSIAL HADAP MASALAH DEMI PERJUANGKAN KEADILAN SECARA UTUH BAGI PAPUA
PERLUNYA KELOMPOK SOSIAL HADAP MASALAH DEMI PERJUANGKAN KEADILAN SECARA UTUH BAGI PAPUA
https://3.bp.blogspot.com/-fvnnc-oIPzM/WvcVixqAasI/AAAAAAAATCY/B59E_AE7zUAN5rBIgn8iFdXaKo6iwjTwgCLcBGAs/s400/wissel%2Bvan%2Bnunubado.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-fvnnc-oIPzM/WvcVixqAasI/AAAAAAAATCY/B59E_AE7zUAN5rBIgn8iFdXaKo6iwjTwgCLcBGAs/s72-c/wissel%2Bvan%2Bnunubado.jpg
West Papua Blogger
https://phaul-heger.blogspot.com/2018/05/perlunya-kelompok-sosial-hadap-masalah.html
https://phaul-heger.blogspot.com/
https://phaul-heger.blogspot.com/
https://phaul-heger.blogspot.com/2018/05/perlunya-kelompok-sosial-hadap-masalah.html
true
3552930492203703242
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy