Nilai Pancasila Alpa Di West Papua

Baca Juga


WEST PAPUA

NILAI PANCASILA ALPA DI WEST PAPUA

Oleh Gembala Dr. Yoman

1. Pendahuluan

Para pendiri negara dan bangsa Indonesia mempunyai cita-cita luhur. Keluhuran cita-cita kebangsaan itu para pahlawan ini meletakkan dasar negara Republik Indonesia dengan Filosofi Pancasila yang mengandung lima nilai.

Kelima nilai itu merupakan roh pemersatu bangsa Indonesia dari Sabang-Merauke. Nilai-nilai Pancasila itu sesungguhnya benteng yang mampu dan dapat melindungi dan menjaga seluruh rakyat Indonesia tanpa membeda-bedakan asal suku, latar belakang, ras, etnis, budaya: bahasa dan sejarah dan banyak hal yang berbeda, termasuk rintangan letak geografis.


2. Nilai-nilai Pancasila alpa/tidak hadir di West Papua

Aparat keamanan Indonesia simpan nilai-nilai Pancasila: Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, keadilan sosial di Indonesia dan datang ke West Papua membawa moncong senjata.

Karena di West Papua adalah wilayah berburu ekonomi mereka. Mereka harus singkirkan manusia hitam ini yang dianggap mengganggu kepentingan perluasan dan pengembangan ekonomi dengan penempatan orang-orang Indonesia dengan Program Transmigrasi.

Perilaku aparat keamanan Indonesia seperti orang tidak ber-Tuhan. Karena, Tuhan mereka disimpan di luar West Papua. Di West Papua nilai kemanusiaan tidak hadir dan yang hadir adalah kejahatan kemanusiaan dan nilai ketidakkeadilan, itu terbukti dgn perilaku aparat keamanan Indonesia yang perlakukan rakyat West Papua seperti hewan buruan mereka.

Nilai Pancasila yang hadir di West Papua, yaitu:
1. Kekuasaan yang maha esa.
2. Kekerasan yang berkuasa.
3. Kekejaman yang mahakuasa.
4. Ketidakadilan yang mahatinggi.
5. Moncong senjata yang berkuasa.

Perilaku Negara seperti ini, tidak memenangkan hati rakyat West Papua. Perilaku aparat keamanan selama ini, memastikan bangsa West Papua bkn bagian Indonesia.

Pemerintah & rakyat Indonesia jangan salahkan umat Tuhan di West Papua. Kami manusia bukan hewan.

IWP, Sabtu, 5518;19:55.
------------

Gbr ilustrasi: http://majalah.hidupkatolik.com