TNI Undang Jubir TPN-PB ke Lokasi Kontak Tembak

Baca Juga

TIMIKA | Kepala Penerangan Kodam XVII/ Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengundang Hendrikus Uamang untuk bersama-sama melakukan investigasi peristiwa kontak tembak antara prajurit TNI dengan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.
Kolonel Inf Muhammad Aidi

Kolonel Aidi menganggap penting untuk membuktikan fakta lapangan secara bersama-sama terkait peristiwa kontak tembak tersebut sehingga tidak terjadi penyesatan informasi kepada masyarakat.

"Saya undang Hendrikus Uamang untuk membuktikan ini semua, mari kita sama-sama menuju ke TKP untuk lakukan investigasi. Kami akan menjamin keamanannya, kita undang media lalu investigasi bersama-sama," kata Aidi dalam keterangan Pers di Timika, Kamis (4/4).

Hendrikus Uamang mengaku sebagai Kepala Staf  Tentara Pembebasan Nasional - Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) Kodap III Kali Kopi, sekaligus belakangan menjadi juru bicara TPN-OPM sejak beberapa kali terjadi kontak tembak di wilayah Tembagapura.

Hendrikus mengklaim pihak TNI-Polri telah melakukan pembohongan publik terkait peristiwa kontak tembak tersebut. Diantaranya menyebut bahwa TNI yang melakukan pembakaran rumah warga, salah sasaran dan menembak warga sipil, hingga mengakibatkan warga mengungsi ke dalam hutan.

Baca juga: TPNPB MELAPORKAN SITUASI TERAKHIR DAN KELARIFIKASI OPINI BOHONG YANG DI BANGUN OLEH TNI-POLRI MELALUI MEDIA NASIONAL DAN INTERNASIONAL TENTANG SITUASI DI KAB.MIMIKA DISTRIK TEMBAGAPURA KAMPUNG BANTINTI TIMIKA WEST PAPUA 

Aidi menegaskan, tudingan tersebut sama sekali tak berdasar dan sangat mengada-ada. Hal itu, katanya, bisa dibuktikan di lapangan dengan meminta keterangan kepada sekitar 1.059 warga sipil yang masih berada di enam kampung Distrik Tembagapura.

"Hendrikus mengatakan bahwa pasukan TNI menyerang pada sasaran yang tidak tepat. Saya sampaikan, pada saat TNI masuk, warga sipil mengibarkan bendera merah putih sehingga pasukan TNI dapat memilah dan melakukan pengejaran secara tepat, tidak melepaskan tembakan secara membabi buta," kata Aidi.

Sementara korban tewas atasnama Timotius Omabak yang disebut bukan merupakan anggota KKSB TPNPB melainkan kepala kampung, Aidi mengatakan, yang pasti saat terjadi kontak tembak, korban sedang berada bersama dengan KKSB TPNPB sehingga menjadi sasaran tembak.


"Kami tidak tahu apakah memang korban murni kelompok KKSB TPNPB, ataukah dari rakyat yang dijadikan tameng oleh mereka. Kalau benar dia adalah masyarakat sipil, berarti dia dijadikan tameng, dan dia terpisah dari kelompok masyarakat lainnya yang mengibarkan bendera merah putih saat pengejaran," tutur Aidi.


Selain itu, Aidi menyatakan sangat tidak mungkin pasukan TNI membakar rumah warga. Faktanya, pada tangga 31 Maret, justru KKSB membakar rumah sakit, gedung SD dan SMP, serta rumah milik Tima Timo Omaleng, orang tua Bupati Mimika Eltinus Omaleng.


Kemudian pada tanggal 1 April terjadi kontak tembak yang mengakibatkan gugurnya seorang prajurit TNI dari Yonif 751/Raider, Sentani, Jayapura, Praka Anumerta Vicky Rumpaisum.


Setelah terjadi kontak tembak, KKSB lalu melarikan diri sambil membakar rumah warga. Sebanyak 17 rumah warga yang dibakar sebelum TNI tiba di lokasi. "Jadi sangat tidak logis apabila TNI yang membakar rumah tersebut," ujar Aidi.


Saat ini pasukan TNI telah menguasai kembali enam kampung di Distrik Tembagapura. Kini KKSB diduga telah melarikan diri ke arah barat Kampung Aruanop dan diduga masih bersembunyi di balik pegunungan yang dikitari tebing terjal dan hutan belantara. (rum/SP)

Sumber: http://seputarpapua.com

Catatan tambahan:
Terkait dengan pembakaran Gedung Sekolah dan Rumah Sakit, TPNPB mengakuinya namun TPNPB membantah telah membakar rumah warga. TPNPB menuding pihak TNI yang membakar rumah warga.