PENJAJAHAN DAN TIPU MUSLIHAT DIBALIK SENYUMAN MANIS

Baca Juga

WEST PAPUA:
PENJAJAHAN DAN TIPU MUSLIHAT DIBALIK SENYUMAN MANIS

Oleh Gembala Dr. Socratez S.Yoman

1. Pendahuluan

Mayon Sutrisno dalam buku ARUS PUSARAN SOEKARNO: Roman Zaman Perjuangan dengan sangat tepat menyatakan sebagai berikut:

"Hati-hati! Keramahtamahan seperti itu yang menjerat Amangkurat takluk diketiak Belanda. Sopan santun yang menyimpan muslihat. Keramahan seperti itu pula yang menaklukkan semua wilayah Hindia Belanda." (2001: hal. 309).

Lebih lanjut ia menulis: "Setiap dusta harus dilawan. Menang atau kalah. Lebih-lebih dusta yg mengandung penindasan." (hal.369).

"Selama kita tergantung pada orang lain, nasib kita pun akan tergantung pada orang lain. Kita harus membebaskan diri dari segala ketergantungan. Hanya orang-orang yang tidak tergantung pada orang lain yang sebenarnya menjadi orang merdeka." (hal. 371).

"Kita harus melangkah terus melangkah kalau tak ingin tergilas. Sedetik saja kita terhenti, kaum kolonial akan menginjak kita." (hal.21).

"Tak ada waktu lagi untuk menunda. Penundaan berarti kekalahan yang terus menerus dalam sejarah." (hal. 25).

"Sejarah selalu menjadi inspirasi bagi masa depan. Cepat atau lambat aniaya yang kita rasakan saat ini akan mengubah pikiran bangsa kita untuk berjuang merebut hak sebagai manusia." (hal.66).

"Tindakan pemerintah Nederland sudah membuat sebuah bangsa tanpa kehidupan, sebuah bangsa tanpa pendirian. Bangsa kami benar-benar sudah pudar." (hal.92).

2. Senyuman Manis pak Jokowi di atas Tanah belantara tulang-belulang, tetesan darah, cucuran air mata dan penderitaan umat Tuhan di West Papua.

Apakah tertembaknya mati 4 siswa di Paniai 8 Desember 2014 dengan senjata TNI itu harus diselesaikan dengan senyuman manis Presiden Indonesia pak Jokowi?

Apakah kejahatan Negara selama 50 tahun lebih yang menyebabkan pelanggaran berat HAM itu diselesaikan dengan senyuman manis?

Senyuman manis pak Jokowi bentuk penghinaan dan pelecehan martabat kami. Kami tidak membutuhkan senyuman manis.
Harga diri dan martabat rakyat dan bangsa West Papua tidak bisa direndahkan dengan senyuman manis presiden Republik Indonesia.

Rasa keadilan harus diberikan kepada rakyat dan bangsa West Papua. Senjata prajurit TNI/Polri sudah melukai tubuh kami dan membuat kami terus menderita.

Pak Jokowi jangan melukai dan mencederai hati dan kehormatan kami dengan senyuman manis yang berpura-pura dan tipu muslihat.

Senyuman manis pak Presiden Republik Indonesia itu akan kami terima dengan syarat, pak tangkap, adili, penjarakan dan pecat para pembunuh rakyat West Papua. Kalau langkah ini tidak ditempuh untuk apa dan untuk siapa senyuman manis Presiden RI pak Jokowi?

Keberanan harus ditegakkan. Keadilan harus diberikan bagi rakyat West Papua. Kemanusiaan dan Martabat bangsa West Papua harus dihormati dengan jalan Bpk Presiden Jokowi, tangkap, adili dan penjarakan atau pecat para pembunuh rakyat West Papua dan kita akan senyum manis bersama. Kalau tidak demikian, dibalik senyuman manis pak Presiden terselubung penjajahan dan kejahatan. Atau kejahatan dikemas dalam senyuman manis.

Tuhan memberkati pak Jokowi dalam tugas dan keluarga.

Ita Wakhu Purom, Jumat, 13 April 2018; 19:33


*Foto: Doc Kompas