Bangsa Papua Menuju Tahun 2021 dan 2022

Baca Juga

BANGSA PAPUA MENUJU TAHUN 2021 DAN 2022

Oleh: Wissel Van Nunubado

"Wajib ada sikap Politik Tegas dari segenap Bangsa Papua sebelum 2021 dan 2022"

Masalah FREEPORT sudah wajib di opinikan setiap saat (seperti isu agama milik penjajah yg sedang dilagukan OAP) karena pada tahun 2019 akan dibahas kontrak karyanya. Hal itu disebutkan berdasarkan ketentuannya yaitu "sebelum dua tahun berakhir kontrak (2022) baru dilakukan pembahasan kontrak karyanya"

Dengan demikian maka diwajibkan agar ada sikap politik bangsa papua, jangan ada kompromi (pembagian saham atau dialog atau pemekaran atau Serikat) yang semuanya hanya menjadikan bangsa papua sebagai TAMU ATAS TANAH WARISAN LELUHURNYA. Hanya HAK MENENTUKAN NASIB SENDIRI BAGI SUATU BANGSA yang dijamin dalam Hukum Internasional (DEKLARASI INTERNASIONAL TENTANG HAM, KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK SIPIL POLITIK DAN KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA) jika ingin menyelesaikan konflik politik antara negara tanpa kekerasan.

Jika diperhatikan Opini politik yang melangit saat ini terkait "penyelesaian masalah politik antara Indonesia vs West Papua" yang didorong oleh putra putri Bangsa Papua itu sendiri, yaitu :

1. OTSUS PLUS (Didorong oleh Pemprov Papua)

2. DIALOG JAKARTA PAPUA (Didorong oleh JDP)

3. HAK MENENTUKAN NASIB SENDIRI (Didorong oleh AMP secara organisasi sejak dibentuk 1997 dan kini didorong bersama KNPB)

4. NEGARA FEDERAL REPUBLIK PAPUA BARAT (didorong oleh Bapak Forkorus Cs melalui NFRWP)

Nampaknya semua pemilik pilihan politik sedang berjuang secara SENDIRI-SENDIRI demi nasib "Satu Bangsa yaitu Bangsa Papua, Satu Wilayah yaitu Wilayah West Papua dan Satu Negara yaitu Negara West Papua".

Pada prinsipnya semuanya mendorong sikap politiknya dengan mengunakan slogan bersama yaitu "SATU ORANG, SATU BANGSA", namun sayangnya beberapa pemilik pilihan politik sangat egois dan saling mendahului sehingga secara spontan menunjukan perbedaan pandangan mendasar dengan slogan "SATU ORANG, SATU BANGSA" yang dijadikan prinsip politiknya.

Semoga beberapa bait syair lagu Black Brother berjudul "Hai Tanahku" berikut :

"Jangan pakai pri melayu, torang bahu membahu.
Ayo ramai-ramailah maju dengan sandar padamu.
Hai pemuda ...
Hai pemudi ...
harus satu sehati, maju peganglah kemudi jangan takut tergentar".

Dapat membantu kita untuk menyadari langkah perjuangan yang kian egois hingga seakan membentuk kelompok yang mudah di-peta-konflik-kan oleh pihak tertentu yang memiliki pengetahuan dan ahli dalam mengimplementasikan MANAJEMEN KONFLIK.

Besar harapannya melalui beberapa bait lagu Black Brothers diatas dapat mengembalikan kita pada jalan PEMBEBASAN NASIONAL dengan mengunakan Prinsip SATU ORANG, SATU BANGSA untuk mengakhiri penindasan manusia atas manusia dalam bingkai Negara Kolonialis Republik Indonesia.

Akhirnya, semoga tahun 2021 dan 2022 menjadi tahun rahmat bagi Nasib Politik Bangsa Papua di muka bumi ini.