Pemimpin Hamas Masuk Daftar Teroris Global

Baca Juga

WASHINGTON - Kurang dari seminggu setelah mengancam akan memotong bantuan ke Palestina jika tidak mengupayakan perdamaian dengan Israel, Amerika Serikat mengenakan sanksi kepada pemimpin politik Hamas, organisasi teroris yang menguasai Jalur Gaza.
Ismail Haniyeh

Departemen Luar Negeri Amerika hari Selasa lalu (30/1) mengumumkan Ismail Haniyeh, kepala biro politik Hamas, masuk dalam daftar terorisnya sebagai Specially Designated Global Terrorist, SDGT.

Amerika telah mencantumkan Hamas sebagai organisasi teroris, dan Departemen Luar Negeri mengatakan Haniyeh memiliki hubungan dekat dengan sayap militer organisasi tersebut dan dilaporkan terlibat dalam serangan terhadap warga Israel.

Harakat al-Sabireen, kelompok yang didukung Iran dan terutama beroperasi di luar Gaza dan Tepi Barat juga dimasukkan ke dalam daftar itu.

Menurut pejabat-pejabat, Harakat al-Sabireen merencanakan dan melakukan serangan terhadap Israel dan menembakkan roket ke sasaran-sasaran di Israel.

Dua organisasi Mesir, Liwa al-Thawra, dan Harakat Sawa'd Misr, juga ditambahkan ke dalam daftar teroris tersebut. Keduanya sebelumnya dikaitkan dengan cabang Ikhwanul Muslimin Mesir. (VOA)

Profile  Ismail Haniyeh

Ismail Abdul Salam Ahmad Haniyyah (Arab: إسماعيل عبد السلام أحمد هنية‎, Ismaʻīl Haniyyah; terkadang diterjemahkan sebagai Ismail Haniya, Ismail Haniyah, Ismail Hanieh; lahir di Al-Shati, Jalur Gaza, 29 Januari 1963; umur 55 tahun) adalah seorang politikus Palestina. Ia adalah Perdana Menteri Otoritas Nasional Palestina dari 19 Februari 2006 hingga sekarang. Haniya dikenal sebagai pemimpin Hamas yang lebih moderat dan dekat dengan pemimpin spiritual Hamas, Sheikh Ahmad Yassin, yang dibunuh Israel.

Lahir di perkampungan pengungsi al-Shari pada tahun 1962, tahun 1987 ia lulus dari Universitas Islam Gaza dengan gelar dalam bidang sastra Arab. Haniya lalu dipenjara tanpa tuduhan oleh pemerintah Israel selama tiga tahun dari tahun 1989 hingga 1992. Setahun kemudian ia menjadi kepala fakultas di Universitas Islam Gaza. Kemudian pada pemilu 2006, ia dipilih Hamas sebagai calon legislatif urutan pertama Hamas.

Sumber: Satuharapan.com | Wikipedia