$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Telegram AS buktikan konspirasi Indonesia, PBB, AS dan Belanda menjajah West Papua

"Banyak orang Indonesia melihat kampanye pemerintah mereka di awal 1960-an untuk mencaplok West Papua dari Belanda sebagai kemenangan ...

"Banyak orang Indonesia melihat kampanye pemerintah mereka di awal 1960-an untuk mencaplok West Papua dari Belanda sebagai kemenangan terakhir dalam perjuangan kemerdekaan mereka. Tapi bagi orang Papua, dengan budaya Melanesia dan sejarah yang berbeda dari Asia Tenggara, Indonesia adalah penjajah yang dimusuhi".
Tentara Papua yang dilatih oleh Belanda pada tahun 1962 - IST

Jayapura, Jubi/AP - Orang-orang Papua terkemuka telah meminta Amerika Serikat (AS) untuk memberi mereka uang dan senjata pada pertengahan tahun 1960an untuk memerangi penjajahan Indonesia atas wilayah West Papua yang luas, menurut dokumen AS yang baru-baru ini dideklasifikasi yang menunjukkan lahirnya perjuangan kemerdekaan West Papua yang bertahan hingga saat ini, setengah abad kemudian.

Dokumen-dokumen tersebut menambah bukti historis keluhan orang-orang Papua yang mendalam terhadap Indonesia pada saat bentrokan antara pemberontak dan pasukan keamanan Indonesia telah berkobar di West Papua dan nasionalis Papua telah berhasil menarik perhatian lebih untuk tujuan mereka di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menteri pertahanan Indonesia mengatakan pekan lalu bahwa para aktivis yang menghadiri pertemuan pro-Papua Merdeka baru-baru ini di Vanuatu harus ditangkap saat kembali ke Indonesia.

Berkas tersebut termasuk di antara ribuan halaman telegram antara Departemen Luar Negeri dan Kedutaan Besar AS di Jakarta dari tahun 1960an yang dideklasifikasi awal tahun ini. 37 bundel telegram disimpan di Arsip Nasional dan Administrasi di Maryland, AS dan para periset sedang berupaya membuat dokumen-dokumen tersebut tersedia secara online.
Papua, yang merupakan bagian barat pulau raksasa New Guinea, tetap berada di tangan Belanda setelah Indonesia lepas dari pemerintahan kolonial Belanda pada akhir Perang Dunia II. Banyak orang Indonesia melihat kampanye pemerintah mereka di awal 1960-an untuk mencaplok West Papua dari Belanda sebagai kemenangan terakhir dalam perjuangan kemerdekaan mereka. Tapi bagi orang Papua, dengan budaya Melanesia dan sejarah yang berbeda dari Asia Tenggara, Indonesia adalah penjajah yang dimusuhi.
Seluruh dunia berpaling saat pemungutan suara (PEPERA) yang dicurangi dari lebih 1.000 orang Papua yang direkrut dan dikelola dengan baik memperkuat kontrol Indonesia pada tahun 1969. Belanda, yang sebelum aneksasi mempersiapkan West Papua untuk berpemerintahan sendiri, tidak keberatan. AS yang pada tahun 1967 membantu perusahaan pertambangan Amerika Freeport mendapatkan hak untuk mengeksploitasi deposit tembaga dan emas yang kaya di West Papua, tidak ingin mengecewakan status quo yang menguntungkan bagi usaha A.S. atau mengganggu stabilitas pro-pemerintan AS.

Telegram April 1966 dari Departemen Luar Negeri mencatat "kefasihan dan intensitas" Markus Kaisiepo, seorang pemimpin West Papua yang diasingkan, yang berbicara dengan pejabat senior A.S. tentang "penderitaan yang menyedihkan dari orang-orang Papua di bawah kekuasaan Indonesia."
Kaisiepo mengatakan bahwa orang Papua bertekad untuk memiliki kemerdekaan namun sama sekali tanpa sumber keuangan atau peralatan militer yang dibutuhkan untuk "bangkit melawan penindas Indonesia."

Kaisiepo, yang putranya juga menjadi advokat terkemuka untuk kemerdekaan Papua, bertanya apakah AS "dapat memberikan uang dan senjata secara diam-diam untuk membantunya dan gerakannya." Dia ditolak, seperti juga pemimpin West Papua lainnya, Nicolaas Jouwe, yang menyampaikan hal serupa kepada AS pada bulan September 1965 dan juga ke Australia.

Dokumen-dokumen tersebut juga menunjukkan bagaimana pejabat menjarah wilayah tersebut setelah Indonesia mencaploknya pada tahun 1962 yang mengakibatkan jatuhnya standar hidup, memicu kemarahan yang menjadi pemberontakan langsung. Namun, sumber kebencian terbesar adalah keengganan Indonesia untuk menghormati perjanjian yang diawasi AS, PBB dan Belanda, yang mengamanatkan bahwa orang Papua akan memutuskan secara plebisit apakah akan tetap bersama dengan Indonesia atau berdiri sendiri sebagai negara berdaulat.

Setelah pasukan PBB meninggalkan Papua, orang Indonesia secara sistematis menjarah bangunan umum dan mengirim barang rampasan ke Jakarta. Ini disebutkan dalam telegram April 1966 sebagaimana dikutip Kaisiepo. Rumah sakit yang dibangun oleh Belanda dilucuti tempat tidurnya, peralatan sinar-X dan obat-obatan, meja-meja diambil dari sekolah-sekolah dan tentara mencuri apa saja "yang diinginkan mereka" dari rumah-rumah pribadi.

Telegram lain juga mengutip misionaris Amerika yang bekerja di Papua menggambarkan kekurangan pangan yang meluas, dan bagaimana pejabat Indonesia membeli semua barang konsumsi lalu mengirimkannya keluar dari Papua untuk mendapatkan keuntungan. Saat pengiriman barang dan makanan tiba di pelabuhan, tentara Indonesia akan mengkawalnya.

Victor Yeimo, ketua Komite Nasional Papua Barat yang pro kemerdekaan, mengatakan bahwa dokumen tersebut "sangat penting" karena memberikan bukti kejahatan terhadap orang Papua oleh militer Indonesia dan peran AS dalam menolak penentuan nasib sendiri. Secara administratif, Indonesia membagi wilayah ini menjadi dua provinsi, Papua dan Papua Barat, namun orang Papua menyebut keduanya sebagai Papua Barat atau Tanah Papua.
"Informasi yang diperoleh dari dokumen-dokumen ini menunjukkan kepada dunia dan generasi sekarang bahwa AS dan Indonesia selalu saling membantu dalam menyembunyikan kebenaran selama ini. Kepentingan ekonomi dan politik AS memainkan peran besar dalam penjajahan Papua Barat," kata Yeimo. "Kami, orang West Papua, telah dibantai sejak pertama kali Indonesia memasuki tanah kami dan sampai sekarang. Dan kita belum pernah melihat keadilan. "

Orang Papua bukan tanpa pendukung di Kedutaan Besar AS di Jakarta namun pandangan mereka tidak didengarkan. Pada bulan Agustus 1965, petugas politik kedutaan Edward E. Masters merekomendasikan untuk membocorkan kabar mengenai pemberontakan dan kekerasan terhadap peraturan Indonesia di West Papua kepada pers dunia. Tanpa silau publisitas, orang Papua akan mengalami "penaklukan kolonial yang sempurna" oleh Indonesia, tulisnya dalam sebuah telegram.
Mengutip peran A.S. dalam menegosiasikan perjanjian 1962 antara Belanda dan Indonesia, Masters menulis "Tampaknya kita memiliki tanggung jawab khusus untuk melihat bahwa persyaratan perjanjian tentang pemenuhan keinginan sejati orang-orang Papua dihormati."

Telegram lain yang ditulis oleh Duta Besar Marshall Green, bagaimanapun, menggambarkan orang Papua sebagai orang "zaman batu". "Cakrawala mereka sangat terbatas," katanya, dan mereka tidak dapat menentukan masa depan mereka sendiri, bertentangan dengan penilaian lain yakni keinginan masyarakat Papua untuk kemerdekaan.

Berita tentang pemberontakan dengan kekerasan, yang dimulai sekitar bulan Maret 1965, mulai muncul dari West Papua saat misionaris Amerika yang bekerja di wilayah tersebut mengunjungi Jakarta dan pejabat kedutaan mendapatkan sumber informasi militer Indonesia.
Pada bulan Juni 1965, pemberontak melancarkan serangan skala penuh ke sebuah posko pemerintah di kota Wamena yang menewaskan setidaknya selusin tentara Indonesia dan sejumlah orang Papua yang tidak dikenal.

"Tidak ada angka jumlah orang Papua yang terbunuh tapi satu informan menggambarkannya sebagai 'pembantaian', karena hampir satu-satunya senjata di tangan orang-orang Papua di dataran tinggi adalah pisau, busur dan anak panah," kata sebuah telegram yang dikirim dua bulan kemudian.

Dokumen yang sama melaporkan bahwa pemberontak menguasai sebagian besar Manokwari, sebuah kota pesisir utama, pada awal Agustus dan menahannya selama seminggu sampai dihantam balik oleh tentara Indonesia.

Pembantaian oleh pasukan Indonesia bulan sebelumnya mungkin merupakan katalisator untuk serangan tersebut.

Seorang misionaris Belanda mengatakan kepada pejabat AS bahwa pemberontak telah menembak tiga tentara yang membawa sebuah bendera di lembah dekat Manokwari pada akhir Juli.

"Reaksi Indo brutal," kata sebuah telegram yang ditransmisikan pada bulan September 1965. "Tentara pada hari berikutnya menghamburkan peluru pada orang Papua yang terlihat dan banyak orang tidak bersalah di jalan ditembak mati. Kepahitan yang diciptakan tidak mudah disembuhkan. "
Pada awal 1967, ada desas-desus yang terus berlanjut di dalam dan di luar negeri bahwa 1.000 sampai 2.000 orang Papua telah terbunuh oleh sebuah kampanye pengeboman Angkatan Udara Indonesia.

Pemerintah Indonesia membantahnya dengan menyatakan bahwa 40 orang terbunuh dalam "pemberondongan" yang dilakukan oleh seorang pembom angkatan udara sebagai respon atas penyergapan polisi paramiliter, menurut sebuah telegram pada bulan April 1967.
Dua orang polisi terluka dalam penyergapan tersebut. (*)

Artikel ini diterjemahkan dari artikel AP berjudul Files show birth of Papua independence struggle

Sumber: https://tabloidjubi.com

COMMENTS

BLOGGER
Flow -  Progress
Name

#LetWestPapuaVote,7,5 Hal,26,Aborigin,4,Aceh,17,Adat,7,Afrika,1,Air Terjun,1,Akademisi,3,Aksi,107,Aktivis,54,Aktual,4,Al Jazeera,3,Ambon,2,Amerika Serikat,23,Amnesti Internasional,5,Amnesty,1,AMP,87,Amungme,2,Anak Fakfak,5,Anak Kembar,2,Anak Papua,24,Analisa,2,Ancaman,10,Aneh,27,Aneksasi,19,Anglikan,1,Antaranews,7,Antarapapua,1,Antroplogi,1,Aparat,9,APEC,1,AprilMob,1,Arab Saudi,5,Arahmah,2,Aristokrasi,1,Arnold Clemens Ap,1,Arsip Rahasia AS,2,Arso,1,Arti Mimpi,1,Artikel,6,Artis,6,ASDP,1,ASEAN,2,Asia Pasifik,2,Asia Tenggara,2,Asian Games 2018,1,Asing,1,Asmat,6,ASNLF,1,Asrama,3,Astronaut,1,AU,1,Auckland,2,Australia,40,Awards,1,Awepa,1,Ayat Alkitab,1,Ayub Waker,3,Badai,7,Bagan,1,Bagdad,1,Baghdad,1,Bakar Batu,1,Bakar Lilin,2,Balairungpress,1,Bali,3,Balim,1,Bandung,6,Bangsa Papua,109,BangsaMoro,1,Banjir,2,Barack Obama,3,Barcelona,3,BBC,5,BBM,2,Beasiswa,1,Beat Papua,2,Bebas,1,Bekasi,1,Belajar,2,Belanda,7,Bencana,2,Bendera,15,Beni Pakage,1,Benny Giay,3,Benny Wenda,10,Bentrok,3,Bentuk Negara,8,Berita,115,Berita8,1,Beritaekspres,1,Beritaenam,2,BeritAnda,1,Beritsatu,16,Biak,9,Bintang Kejora,15,Bintang Papua,34,Bintuni,1,Biodata,1,Biografi,1,Bisnis,1,Blokade,1,Blokir,3,BMP,4,BNPB,1,Bob Carr,1,Boikot,9,Bola,2,BOM,8,Bomberay,2,Borneo,4,Boston,3,Bougainville,1,BPS,2,Brasil,3,Brexit,1,Brimob,4,Brussels,1,Brutal,2,Buah Merah,1,Budaya,1,Bukti,1,Buku,6,Buku Papua,7,Bulan,1,Buronan,1,Buruh,5,Burung Cendrawasih,4,CahayaPapua,2,Cak Nun,1,Caledonia,1,California,1,Cambuk,1,Campaign,4,Capres,1,Catalonia,8,Catatan,182,Cendrawasih,1,Cepos,4,Cerita,4,Chechnya,1,China,3,Cita Citata,10,CitizenJurnalis,1,CNN,13,Computer,3,Contact,1,Cuaca,2,Culture,1,Curahan Hati,4,Curahan Hatiku,4,Daftar,2,Dailipost,1,Dana,1,Dana OTSUS,4,DAP,3,Dayak,1,Deiyai,13,Deklarasi,3,Dekolonisasi,4,Delegasi,3,Demokrasi,15,Demokrasi Kesukuan,2,Densus 88,1,Deplu,2,Depok,1,Deportasi,2,Detiknews,18,Dewan Adat,1,Dewan Gereja,3,Dewan HAM,7,Dewan Komite,1,Dialog,31,Diplomasi,1,Diplomat,8,Diskriminasi,2,Diskusi,2,Disnaker,1,Distrik Kokas,1,DNA,1,DNP,2,Doa,2,Doaku,2,Doberai,14,Dogiyai,3,Dokumenter,1,DOM,1,Dominion,1,Download,1,DP,2,DPD,1,DPR,8,DPRP,8,Dr.Thom Wainggai,2,Dubes,9,Duka,9,Dukungan,12,Edisi,1,Edo Kondologit,1,EdudaNews,1,Ekonomi,13,Eksekusi,24,Ekspor,1,El-Gibbor Ministry.net,5,ELSHAM,1,Emas,1,Emtv,1,entertainment,3,Epen Cupen,1,Eramuslim,1,Eropa,7,ESDM,2,Etnohistori,1,Facebook,23,Fakfak,49,Fakfak Picture,6,Fakta,4,Farhat Abbas,1,Fatwa,1,Featured,1,Federal Papua,13,Federasi,10,Fiji,10,Filep Karma,5,Filipina,2,Film,3,Filsuf,1,Flotilla,8,FNMP,1,Foker LSM,1,Forkorus Yaboisembut,3,FORMAT,1,Foto,4,FPI,3,FPM-TF,2,Freedy Numberi,1,Freeport,60,FRI-West Papua,37,FRI-WP,14,Front Pembela Islam,2,Fungsi Otak,1,Gadis,1,GAM,1,Gambia,1,Garam,1,GARDA BAWA,1,Garuda,3,Gatra,2,Gaza,1,Gempa,5,Gempar,6,Gender,1,Generasi Papua,22,Gereja,19,GIDI,3,GKI,1,Globalvoicesonline,1,Golkar,1,GPI,1,Gresik,1,Gresnews,1,GRPB,1,Gubernur,10,Guyana,1,Habelino,4,Habib Rizieq,4,Hacker,16,Hai Tanahku Papua,1,HAM,78,Hamah Sagrim,1,Hamas,4,Hanter,1,Hari Perempuan Sedunia,5,Harian Terbit,2,Herman Wainggai,8,Herman Wanggai,41,Hip Hop,3,Hipwee,1,HKBP,2,Hoax,1,Honiara,3,HPH,2,HRW,1,HTI,1,Hubert Mabel,1,Hukum,23,Hukuman Mati,7,HUT INDONESIA,12,HUT KNPB,5,HUT PAPUA,43,HUT PI,5,HUT RI,1,Hutan,3,Ibadah,3,Ibu,1,Idiologi,5,Idul Fitri,1,Ikan,1,Ilegal,3,Iman,1,Imigrasi,3,imparsial,1,Imperialis,1,India,2,Indonesia,388,Indonesianreview,5,Indopos,1,Indoprogres,4,Indoprogress,3,Info Papua,9,Inggris,12,Injil,4,Integrasi,2,INTEL,1,intelijen,3,Internasional,90,Internet,2,Interpol,1,Investasi,2,IPMAPA,10,IPWP,1,Irak,6,ISIS,25,Islam,1,Islamabad,1,Ismail Asso,3,Israel,17,Istilah,2,Italia,1,Itoday,1,Jacob Rumbiak,4,Jakarta,33,Jalan,2,Jambi,1,Jaringnews,1,Jawa,2,Jawapos,3,Jayapura,49,Jayawijaya,1,JDP,9,Je.Wenda,1,Jefry Wenda,1,Jenewa,6,Jenis Kekuasaan,3,Jenius,1,Jepang,3,Jerat Papua,2,Jerman,4,Jhon Kei,2,Jimmy Demianus Ijie,1,JK,1,Jogja Berduka,1,Jogjakarta,25,Jokowi,102,JPNN,15,Jubi,104,Jubir NRFPB,3,JURNAL3.COM,1,Jurnalis,9,JurNas,1,Kabar24,1,Kae,2,KAI,1,KAIMANA,5,Kajian,1,Kaleb,1,Kalimantan,3,Kamasan,10,Kampanye,3,Kanal Satu,1,Kantor,3,Kapitalis,1,Kapolda,17,Kapolri,1,Kasih Tuhan,1,Kasus,17,kata Bijak,8,Kata Gambar,1,Kataku,17,Katolik,3,Kawan,1,KBR68H,1,Kebebasan,2,Kebersamaan,1,Kebijakan,3,Kebohongan,2,Kecelakaan,6,Kedaulatan,1,Kedubes,7,Keerom,1,Kejahatan,4,Kejenuhan,1,Kekerasan,30,Kematian,2,Kemenkumham,2,Kemerdekaan,5,Kendeng,3,Kepribadian,2,Kereta Api,4,Kerjasama,3,Kerusakan,1,Kesaksian,1,Kesehatan,6,Kewarganegaraan,1,Kingmi,1,KIP,1,Kisah Cinta,2,Kisah Perjuangan,5,Klasis,1,Kleptokrasi,1,KNPB,139,KNPB Konsulat Indonesia,3,KNPI,7,Kodam,1,Koleksi,1,Koloni,1,Kolonialisme,4,Kominfo,5,Komite Independen Papua,1,Komnas HAM,14,Komnas TPNPB,13,Komoro,2,KOMPAS,34,Kompasiana,4,Komunis,1,Konfederal,1,Konfederasi,3,Konflik,6,Kongres,7,Kongres Rakyat Papua III,11,Konservasi,1,Konsolidasi,1,Konspirasi,3,Konsulat,1,KONTRAS,6,Kopi,2,Koran Kejora,1,Korban,58,Korea Selatan,1,Korea Utara,4,Korowai,2,Korupsi,1,Koruptor,2,KP-FMK,1,KPP,1,KRI Bung Tomo,1,KRIMINAL,2,Kristen,2,Kronologi,4,KTP,2,KTT,3,Kualisi Ham,2,Kudeta,1,KUHP,1,Kulonprogo,2,Kumparan,1,Kumpulan Jepretanku,1,Kunjungan,20,Kupang,1,Kurdi,2,Lagu Fakfak,1,Lagu Kebangsaan,3,Lambang,1,Laporan,6,Larangan,5,LBH,18,LBH Papua,1,Leonie Tanggahma,1,Letter,3,Letusan,1,Liberalisme,2,Lifestyle,1,LIPI,6,Liputan6,12,Lirik Lagu,14,LITP,1,LMA,2,LNG,1,Logistik,1,London,5,Longsor,1,LP3BH,9,LPSK,1,LSM,1,Luar Negeri,68,Mahasiswa,84,MAI,4,Majalah Selangkah,3,Makanan,1,Makar,18,Makasar,4,Maklumat,3,Mako Tabuni,1,Malam Kudus,1,Malang,3,Malasya,1,Malaysia,8,Malu,1,Maluku,8,Malware,1,Mama,2,Mamberamo,1,Mambesak,1,Mambunibuni,1,Manado,10,Manajemen,6,Manajemen Konflik,3,Mandat,1,Manifest,1,Manila,1,Manokwari,56,Mansinam,2,Manusia,1,Markus Haluk,2,Markus Yenu,2,Marshal Island,1,Marthen Goo,2,Mascho-Piro,1,Massa,1,Mata kuliah Ilmu Politik,3,Mataram,1,Materi,1,Mayday,8,Mbaham,1,Media,11,Media Asing,2,Mediasi,2,Medsos,11,MeePago,1,Megawati,1,Melanesia,9,Melbourne,5,Melindo,4,Memori,1,Mendopma,1,Menkeu,1,Menkominfo,2,Menkopolhukam,4,Menlu,5,Menpora,1,Merauke,15,Merdeka,6,Merdeka.com,4,MetroNews,13,Mifee,1,Militer,17,Militerisme,4,Militeristik,2,Mimika,2,Mimpi,1,Misteri,4,Mobokrasi,1,Monarki,1,MOP,11,Motivasi,14,Motivasi Dan Dasar Cinta,4,MPR,1,MRP,3,MRP-PB,2,MSG,53,Muhamadiyah,2,MUI,3,Mural,1,Musik,7,Musisi,4,Mutiara Hitam,1,My Photos,24,Nabire,11,Naftali Edoway,1,Nama,2,Napalm,1,NAPAS,6,Narkoba,11,Nasional,8,Nasionalis NKRI,3,Nasionalis Papua,16,Natal,9,Natalius Pigai,7,Nauru,1,Navi Pillay,1,Negara,7,Negara Gagal,3,Negara Kesatuan,3,Negara Konfederasi,2,Negara Papua,48,Negara Rakyat Nusantara,55,Negara Serikat,1,Nelayan,1,Neolib,1,New York,7,New Zealand,5,news,1,NFRPB,73,Nobel,2,Nomor1,1,Novel,1,Nowela,1,NRN,57,NTT,2,Nusantara,7,Nusantaratimes,1,NYIA,1,OAP,8,Oase,1,Octoviaen Gerald Bidana,1,Oikoumene,3,Okezone,14,Oklokrasi,1,Olah Raga,3,Olah Vokal,1,Oligarki,1,Ombak,1,Onestep-news,1,Operasi,2,Operasi Militer,2,Opini,114,OPPB,1,Orasi,1,Organisasi,14,Ormas,1,Otak,1,OTK,1,Otonomi,1,Otsus,7,Otsus Plus,9,Pabrik,1,Padang,1,Paguyuban,1,Pahlawan,1,Pajak,1,Pakar,2,Pala,1,Palestina,12,Palingkeren.com,1,Palsu,7,Palu,1,Pamer Voice,4,Pancasila,4,Pandanganku,44,PANGDAM,1,Panggilan,1,Panglima,3,Paniai,12,Panitia Natal 10,1,Panji,1,PAP,1,Papua,297,Papua Barat,3,Papua Bersatu,3,Papua Menggugat,5,Papua Merdeka,64,Papua New Guinea,6,Papua Post,16,Papuan,3,Parlemen,3,Parlemen Rakyat Daerah,8,Parlementer,2,Partai Lokal,2,Pasifik,20,Paskah,1,Pastor,2,PASTOR JOHN DJONGA,2,Pastor Neles Tebay,7,Patriot,1,PBB,67,PBHI,1,PDP,1,Pdt. Socratez S. Yoman,30,Pejua,1,Pejuang,5,Pekabran Injil,6,Pelajar,1,Pelanggaran,21,Pelantikan,4,Pelopor,1,Pemakaman,2,Pembacokan,1,Pembajakan,2,Pembakaran,10,Pembangunan,6,Pembebasan,2,Pembubaran,1,Pembunuhan,13,Pemekaran,7,Pemerintahan,7,Pemilih,1,Pemilu,2,Pemimpin,14,Pemimpin Terlama Di Dunia,1,Pemuda Papua,1,Penangkapan,85,Penculikan,4,Pencuri,2,Pendatang,2,Pendeta,3,Pendidikan,3,Penduduk,3,Peneliti,2,Penelitian,1,Penembak Jitu,1,Penembakan,54,Pengalamanku,1,Pengamat,5,Pengantar Ilmu Politik,5,Penggusuran,3,Pengungsi,2,Penjajahan,12,Penulis,1,Penyiksaan,3,Pepera,12,Perang,19,Perang Dunia III,1,perasaanku,1,Perawan,1,Perbatasan,4,Perdamaian,2,Perdasus,1,Perempuan,19,Peringatan,2,Peristiwa,2,Perjanjian,6,Perjuangan,7,Pernikahan,2,Pers,6,Persatuan,1,Perserikatan Negara,1,Persipura,4,Persipuramania,3,Perundingan,4,Pesan Group,3,Pesawat,7,Petisi,23,PGI,1,PH,1,Phaul Heger,19,Phoenix,1,Photo,2,Photo Gabungan,4,Photo Jepang,1,Photo Kongres,1,Photo Papua,12,PIA,1,Picture,35,Picture Papua,20,Pidato,8,PIF,9,Pikiranku,5,PIlar Demokrasi,1,Pilgub,2,Pilpres,7,Pinang,1,PKI,2,PKMFP,2,PKS,1,Plutokrasi,1,PMKRI,1,PNG,31,PNPB,1,PNWP,9,Pohon Natal,4,Pojoksatu,1,Polandia,1,Polisi,32,Polisi Nasional Papua,1,Politik,2,Politik Rakyat,3,Politisi,1,Polri,9,Populisme,1,Pornografi,1,Port Moresby,4,Port Numbay,11,Port Vila,7,Portalkbr,4,Pos,1,Posko,3,POSTER,1,Postingan,102,PPR,1,Prabowo,2,Prakata,1,Prancis,3,PRD,16,Prediksi,1,Preman,4,Presiden,12,Presidensil,2,Profil Negara Papua,3,Profile,2,Program Ke Kampung,1,Proklamasi Papua,13,Protektorat,1,PRPPB,16,PS,2,PSSI,1,Puisi,41,Puisi Cinta,21,Puisi Cinta Dan Perasaan,8,Puisi Duka,1,Puisi Kebahagiaan,3,Puisi Kehidupan,5,Puisi Kerinduan,2,Puisi Kritik,1,Puisi perasaan,3,Puisi perasaanku,3,Puisi Perjuangan,8,Puisi Perpisahan,1,Pulang,1,Pulau,2,Pulau Manus,1,Puncak Jaya,5,Puncak Papua,1,Quaker,1,Qureta,1,R4,1,Radar Sorong,20,RadarTimika,5,Radio Australia,2,Radio Streaming Papua,1,Radionz,1,Raja Ampat,1,rakyat Papua,4,Ramalan,1,Ranting Patah,2,Rappler,2,Ras Papua,2,Rasis,10,Ratu,1,Referendum,20,Refleksi,5,Reformasi,1,Rekayasa,3,Rekomendasi,1,Renungan,11,Represif,1,Republik Papua,7,REPUBLIKA,6,Resolusi,1,Revolusi,1,Revolusi Budaya,4,Revolusi Papua,1,Rex Rumakiek,1,Riau,3,RMS,10,Rohingnya,1,Roma,2,Roma Agreement,4,RSP,1,RSUD,1,Rupiah,2,Rusia,4,Rutan,1,RUU,3,Sabah,1,Sabun,1,Sagu,1,Sains,3,Saireri,4,Saksi,1,Salatiga,3,Saleh Partaonan Daulay,2,Samoa,2,Sampul Facebook,5,Sandal Jepit,1,Sandera,2,Sarawak,2,Sastra,1,Sawit,1,SBY,1,SDA,1,SDM,1,Sebby Sambon,1,Sejarah,10,Sejarah Indonesia,12,Sejarah Injil Di Papua,2,Sejarah NKRI,7,Sejarah Papua,25,Seks,1,Selpius Bobi,1,Semangat,1,Semangat Papua,2,Semarang,7,Semen,3,Seminar,10,Senator,5,Seni,5,Seni Rupa,1,Senjata,4,Sentani,5,Seruan,38,Serui,9,Seruu.com,1,SETARA,1,Setwapres,2,Sharia,1,SHDRP,1,Shio,1,Siaran Pers,6,Sidang,7,Sifat,1,Sikap,2,Sinar Harapan,2,Sindonews,14,Singapura,1,Sistem Pemerintahan,7,Situbondo,1,Situs,3,Siwalima,1,Skenario,2,SKP-HAM,1,Slanks,1,Smelter,5,SMPP,1,SODELPA,1,Solidaritas,13,Solidaritas Perempuan Papua,5,Solo,1,Solomon,11,SONAMAPPA,2,Sorong,20,Sorotan,2,Sosialisasi,1,Spam,1,Spanyol,5,SPM,3,SPM-PB,2,Sports,4,Sri Lanka,1,Sri Paus,6,SSKM,3,Status Facebook,4,Stigma,1,Stiker,1,Stop Miras,4,Struktur Negara,3,Student,1,Suaka,1,Suara,3,Suara Pembaruan,3,Suara Rakyat,4,Sudan Selatan,1,Sukhoi,1,Sukoharjo,1,Suku,2,SUKU MBAHAM,2,Suku Pedalaman,1,Suku Primitif,1,Sulawesi,3,Sulpap,1,Sultan,2,Suluh Papua,7,Sumpah Pemuda,3,SUP,7,Supiori,1,Surabaya,9,Surakarta,1,Surat,16,Sùrat,1,Suriah,4,Suva,3,Sydney,3,Syria,1,Syukuran,2,Tabrakan,2,Tagor,1,Tahanan,5,TALIBAN,2,Tambang,4,Tambrauw,2,Tami,1,Tanah Papua,3,Tapanews,2,Tapol,10,Teatrikal,1,Teknologi,6,Telkomsel,1,Tembagapura,9,Temp,1,Tempo,15,Tentara,2,Teori,1,Terasing,1,Ternate,1,Teror,3,Teroris,8,Terpidana,2,Tewas,1,Texax,1,Thaha Alhamid,2,The Comens,5,Tidore,1,Tim 7,2,Timika,39,Timnas Papua,1,Timokrasi,1,Timor Leste,4,Timur Tengah,2,Tionghoa,1,Tips,7,Tips Kesehatan,11,Tips-Tips Komputer,11,Tips-Tips Motivasi,9,Tirani,1,Tjahjo Kumolo,1,TMP,1,TNI,29,Tokoh,8,Tokoh-Tokoh,28,Toleransi,2,Tolikara,12,TP,1,TPN/OPM,90,Tradisi,1,Tragedi,2,Transmigrasi,5,TribunNews,17,Trikora,9,TRONDHEIM,1,TRWP,9,TTS,1,Tuduhan,1,Tugu,1,Turki,2,Tuvalu,2,TV Papua,1,TVONE,1,Twitter,2,Uang,1,Ucanews,4,UFO,2,Uganda,1,UGM,2,Ulang Tahun,1,ULMWP,70,UNCEN,9,Undangan,3,Unesco,3,UNGA72,14,Uni,1,Uni Eropa,2,UNICEF,1,UNPO,1,UNTEA,1,UP4B,9,USAID,1,Uskup,3,Ustad Fadlan Garamatan,2,Utikini,2,UU,2,UURWP,1,Valentin’s Day,5,Vanuatu,25,Vatikan,2,Venezuela,1,Veronica Koman,1,Victor Yeimo,9,Vidio,54,Vietnam,1,Virus,3,Visa,1,Visa Papua,1,Vivanews,13,Voanews,7,Wagub,1,Waisai,1,Wall Facebook,13,Wamena,5,Wapres,2,Warta Papua,1,Wartawan,11,Washington,12,Washingtonpost,1,Wasior Berdarah,1,Wawancara,7,WCC,1,Wellington,5,West Papua,69,West Papua Media,1,Western Sahara,1,Willem Wandik,3,Wissel Van Nunubado,16,WNA,1,WNP,1,Wondama,1,wor,1,WORLD,73,WPAN,1,WPNA,8,WPNCL,4,WPNLA,2,WPNYC,1,WPRA,3,WTO,1,WWF,1,Yahudi,1,Yahukimo,1,Yalimo,1,Yaman,2,Yapen,1,Yason Ngelia,3,Yerusalem,3,yogyakarta,71,Yorrys Th. Raweyai,1,Yunani,1,Yusak Pakage,1,
ltr
item
West Papua Blogger: Telegram AS buktikan konspirasi Indonesia, PBB, AS dan Belanda menjajah West Papua
Telegram AS buktikan konspirasi Indonesia, PBB, AS dan Belanda menjajah West Papua
https://1.bp.blogspot.com/-8Kqo3-f-alc/Wi9cdslRHzI/AAAAAAAASDw/0iv50U66iFAz5D-bfCqX2rhpYMADuyhuwCLcBGAs/s400/Tentara%2BPapua.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-8Kqo3-f-alc/Wi9cdslRHzI/AAAAAAAASDw/0iv50U66iFAz5D-bfCqX2rhpYMADuyhuwCLcBGAs/s72-c/Tentara%2BPapua.jpg
West Papua Blogger
https://phaul-heger.blogspot.com/2017/12/telegram-as-buktikan-konspirasi.html
https://phaul-heger.blogspot.com/
https://phaul-heger.blogspot.com/
https://phaul-heger.blogspot.com/2017/12/telegram-as-buktikan-konspirasi.html
true
3552930492203703242
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy