Pelaku Kekerasan Gojek ditangkap, Mari Dorong Penegakan Hukum tanpa Provokasi SARA


Pelaku Kekerasan Terhadap Gojeg Sudah Ditangkap, Mari Dorong Penegakan Hukum Tanpa Profokasi SARA


Pihak kepolisian Resort Bantul telah menangkap Pelaku kekerasan (Pengeroyokan dan pemerasan) terhadap gojek disekitar KAMPUS AKAKOM pada tanggal 5 agustus 2017 lalu. Kedua pelaku atas nama JEFRIANTO SALOSSA dan EKO SALOSSA. saat ini keduannya telah di tahan di Mapolres Bantul.

Atas persoalan ini Ikatan Pelajar dan mahasiswa daerah Istimewa Yogyakarta (IPMAPA DIY) telah bertemu dengan Keluarga Korban (Adam Adhianto) dan kami telah menyepakati beberapa poin, berikut kesepakatan yang diambil :

1. Kami keluarga pelaku dan Pengurus mahasiswa Papua meminta kepada pihak kepolisian wilaya hukum Bantul agar segera proses kedua pelaku sesuai perbuatan;

2. Kami keluarga besar kedua pelaku akan membayar biaya korban pengobatan rumah sakit.

Selanjutnya kami pengurus IPMAPA DIY dan keluarga pelaku MEMOHON MAAF kepada ADAM ADHIANTO Sebagai Korban dan keluarga Korban serta Semua Driver Ngojek maupun Pengurus Ngojek dan semua warga Yogyakarta atas kejadian tersebut
Berdasarkan semua upaya yang telah IPMAPA DIY lakukan diatas serta kesepakan dengan pihak korban. Kami atas nama IPMAPA DIY mewakili seluruh pelajar dan mahasiswa papua di Yogyakarta meminta kepada semua lapisan masyarakat Yogyakarta agar "jangan menjadikan kasus ini sebagai dasar untuk mencemarkan nama baik Etnik Papua dalam keistimewaan Yogyakarta" sebab pada dasarnya kedua pelaku telah ditahan oleh pihak kepolisian dan tinggal diproses sesuai aturan yang berlaku.

Pada prinsipnya pelakunya telah jelas, atas dasar itu kami simpulkan bahwa tidak semua mahasiswa Papua yang membuat tindakan kekerasan kepada pengemudi gojek sehingga Jika masih ada isu rasis yang diangkat dalam melihat persoalan ini maka kami IPMAPA DIY akan menuntut pihak yang menghembuskan isu rasis dalam kasus ini sebab tindakan kekerasan berbeda dengan tindakan rasisme. Jika rasisme yang ditonjolkan maka itu menunjukan persoalan hukum baru yaitu pelanggaran UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnik.

Akhirnya IPMAPA DIY mengajak seluruh masyarakat Yogyakarta untuk bersama mengawal proses hukum persoalan kekerasan yang menimpa pengemudi gojeg yang telah diserahkan kepada pihak yang berwenang (Polres Bantul. Selain itu, IPMAPA DIY juga mengajak seluruh Pelajar dan Mahasiswa Papua di Yogyakarta serta Masyarakat Yogyakarta untuk bersama menegakan hukum serta menjaga Yogyakarta tetap Istimewa tanpa Diskriminasi Rasial dalam segala hal.


Hormat kami

IPMAPA DIY
Atas Nama
"Pelajar dan Mahasiswa Papua Yogyakarta"

Related : Pelaku Kekerasan Gojek ditangkap, Mari Dorong Penegakan Hukum tanpa Provokasi SARA