Lagi-lagi Polisi Yogyakarta Membungkan Ruang Demokrasi Papua

Polisi didepan pintu masuk Asrama Papua Yogyakarta
Yogyakarta - Pagi ini (2/8/2017) aparat kepolisian resort kota yogyakarta datangi asrama mahasiswa papua yogyakarta di jalan kusumanegara. Dari mulai pukul 07.00 sampai pukul 10.00 sudah ada sekitar 10 mobil polisi, 10 motor trail polisi dan 3 truk berjaga

kehadiran polisi ini, dikarenakan aksi damai yang akan digelar Front Rakyat Indonesia Untuk West Papua (FRI-WP) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), dengan tuntutan pokok PEPERA TIDAK DEMOKRATIS, BERIKAN KEBEBASAN DAN HAK MENENTUKAN NASIB SENDIRI BAGI PAPUA SEBAGAI SOLUSI DEMOKRATIS.

Menurut humas aksi, mereka akan melakukan aksi damai dan mereka telah mengantarkan surat pemberitahuan aksi ke pihak kepolisian setempat dan telah mendapatkan surat tanda terima pemberitahuan. Dengan demikian aksi demonstrasi ini telah memenuhi ketentuan UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum.

Meskipun demikiaan, dalam apel yang dilakukan oleh pihak kepolisian di halaman hotel fave. Ada salah satu mahasiswa papua yang mendengarkan salah satu arahan Komandan polisi yaitu : jangan biarkan masa aksi keluar asrama mahasiswa papua. Wah sikap ini menunjukan bahwa pihak kepolisian resort kota yogyakarta lagi-lagi melanggar kewajibannya sebagaimana diatur dalam UU Nomor 9 Tahun 1998 yaitu mengawal agar aksi demostrasi berlangsung dengan damai dan nyaman. Dimana hal itu juga merupakan amanat Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi prinsip dan standar HAM dalam Tugas-tugas Kepolian Republik Indonesia.

Mari Bersolidaritas untuk melinndungi HAM dan Demokrasi dari ancaman pembungkaman ruang demokrasi dan pelanggaran HAM di Yogyakarta.

FRI-WP dan AMP
Sumber: Fitri Lestari

Kalo suka, jang lupa klik "like/suka" di bawah ini:
Terimakasih atas kunjungan anda diblog ini, Silahkan like dan bagikan:

Related : Lagi-lagi Polisi Yogyakarta Membungkan Ruang Demokrasi Papua

Kunjungi dan follow juga link dibawah ini: