Bukan Aceh, Kaum Ibu Minanglah Pertama Kali Beli Pesawat untuk Indonesia

INILAH pesawat Avron Anson, pesawat yang dibeli oleh kaum ibu, amai-amai Minangkabau, Sumatera Barat, Desember 1947, dengan 12 kilogram...

INILAH pesawat Avron Anson, pesawat yang dibeli oleh kaum ibu, amai-amai Minangkabau, Sumatera Barat, Desember 1947, dengan 12 kilogram emas sudah dilebur dalam bentuk batangan. Foto diambil sebelum diberangkatkan ke Songkhla, Thailand Selatan, di Lapangan Udara Gadut, Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.

Banyak masyarakat Indonesia tak mengetahui, ternyata induak-induak, amai-amai, bundo kanduang (kaum ibu) Minangkabau di Sumatera Barat-lah yang pertama kali berkorban menyumbangkan emas, perak dan perhiasan lainnya untuk membeli pesawat terbang jenis Avro Anson demi Kemerdekaan Indonesia, bukan Aceh.

Mereka, kaum perempuan ini tanpa sungkan dan pikir panjang menyumbangkan liontin, perak hingga emas mulai emas anting, kalung, gelang bahkan cincin kawin beralih tangan ke Panitia Pusat Pengumpul Emas yang dibentuk oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta, 27 September 1947, di Bukittinggi.

Tak hanya kaum perempuan di Bukittinggi saja yang menyumbangkan emas perhiasan mereka, melainkan juga dari Padang Panjang dan sekitar Bukittinggi. Bung Hatta berada di Bukittinggi, Sumatera Barat, selama tujuh bulan mulai Juni 1947 hingga Februari 1948.

Sebagai catatan, rakyat Aceh mengumpulkan emas untuk membeli pesawat Dacota setelah Presiden Soekarno datang langsung ke negeri Serambi Mekah tersebut, beberapa bulan kemudian, 16 Juni 1948. Uniknya, pesawat dibeli tersebut diberi nama RI-001, sedangkan pesawat dibeli masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat, RI-003, padahal pembelian di Bukittinggi lebih dahulu dibandingkan Aceh. 

Kembali ke cerita pembelian pesawat Avron Anson, keberadaan Bung Hatta di kampung halamannya sebelum Belanda melancarkan Agresi Militer I, pertengahan Juli 1947. Berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatera sudah diduduki penjajah, dan Ibukota Indonesia masih berusia belum genap dua tahun juga dipindahkan dari Jakarta ke Yogyakarta.

Dilansir dari agamkab.go.id, kota-kota besar di Pulau Sumatera juga sudah diduduki Belanda, seperti Medan, Padang, dan Palembang. Bersamaan itu, diputuskan, ibukota Keresidenan Sumatera Barat ikut dipindahkan dari Padang ke Bukittinggi. Perpindahan ini juga diikuti pindahnya ibukota Provinsi Sumatera ke Bukittinggi.
Halim Perdanakusumah di depan pesawat Avro Anson
KOMODOR Muda Halim Perdanakusumah (kanan) dan Opsir Udara I Iswahjudi, berfoto bersama pemilik pesawat terbang Avro Anson, Paul H Keegan, Desember 1947, di Lapangan Udara Gadut, Agam, Sumatera Barat.

Bung Hatta ketika Agresi Militer I berada di Bukittinggi, kemudian mencoba cari jalan mengatasi blokade ekonomi diterapkan Belanda. Blokade ini menyulitkan posisi pemerintah dan menyengsarakan kehidupan rakyat. Hatta kemudian berpikiran, perlu upaya untuk menerobos blokade tersebut.
Caranya, membeli pesawat terbang dengan meminta sumbangan ke rakyat Minangkabau guna mengatasi blokade Belanda dan mendukung perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Kemudian Bung Hatta pada 27 September 1947, membentuk Panitia Pusat Pengumpul Emas untuk mengumpulkan sumbangan dari rakyat tersebut. Pesawat terbang ini akan diterjunkan dalam misi-misi khusus guna menyelamatkan Republik Indonesia dari serangan Belanda.

Panitia ini dipimpin Mr A Karim, Direktur Bank Negara, dengan anggota para pejabat dan tokoh ikut rombongan Bung Hatta dari Yogyakarta serta diperkuat Mr Sutan Mohammad Rasjid, residen Sumatera Barat.
Usai membentuk kepanitian, Bung Hatta mengadakan sebuah apel besar di Lapangan Kantin (lapangan depan Makodim 0304/Agam, sekarang). Tanpa pikir panjang, selama dua bulan, amai-amai (ibu-ibu) mendaftarkan diri menyumbangkan semua perhiasan emas dan peraknya.

Tim ini, seperti disampaikan oleh Gamawan Fauzi, mantan Gubernur Sumatera Barat dan Menteri Dalam Negeri, masuk keluar kampung hingga ke pelosok-pelosok nagara, menggugah masyarakat dan meminta kerelaan kaum ibu menyumbangkan perhiasan emas mereka untuk perjuangan.

Pertemuan diadakan di berbagai tempat, tanah lapang, mesjid, surau-surau, juga gedung sekolah, bioskop dan sebagainya. Tanpa diduga, walau kondisi ekonomi sedang susah di masa Revolusi Kemerdekaan, keinginan membeli pesawat terbang itu mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

Sebagai contoh, ketika Residen Mohammad Rasjid dan Komandan Divisi Banteng Kolonel Ismael Lengah mengumpulkan dana perjuangan di Padang Panjang. Di depan warga memenuhi gedung bioskop tempat pertemuan diadakan, kedua pimpinan perjuangan tersebut memaparkan suka-duka para prajurit di front pertempuran menghadapi tentara Belanda.

Dilukiskan pula bagaimana kekejaman tentara Belanda yang membunuh Walikota Padang Bagindo Azizchan. Karena Padang Panjang termasuk dekat dengan daerah pertempuran, tidaklah terlalu sulit menjelaskannya kepada rakyat.

Ternyata, dalam keadaan krisis dan hidup dalam kesusahan, ketika menghadapi musuh bersama, rakyat mudah dipersatukan. Secara serentak mereka mendaftarkan dan menyerahkan sumbangan.
Walhasil, hanya dalam tempo kurang dari dua bulan, emas sudah terkumpul sebanyak satu kaleng biskuit. Pada akhir November 1947, bertempat di kantornya Gedung Agung (kini Istana Bung Hatta), Wakil Presiden Bung Hatta menerima emas tersebut.

Emas perhiasan tersebut berasal dari sumbangan rakyat Sumatera Barat itu lalu dilebur dan dijadikan emas batangan dengan berat 14 kilogram (kg) dari tangan Ketua Majelis Pertahanan Rakyat Daerah (MPRD) Sumatera Barat, Chatib Sulaiman.

Wakil Presiden Bung Hatta lantas menugaskan seorang pembantu dekatnya, Aboe Bakar Loebis bersama timnya mencari kapal terbang untuk dibeli. Berkat bantuan dua staf Perwakilan RI di Singapura, kebetulan putra Minangkabau juga, Letnan Penerbang Mohammad Sidik Tamimi alias Dick Tamimi dan Ferdy Salim (putra Haji Agus Salim), didapat kapal terbang jenis Avro Anson di Thailand.
Pesawat tersebut milik Paul H Keegan, warga negara Australia dan bekas penerbang RAF (Angkatan Udara Kerajaan Inggris) pada Perang Dunia II. Usai Perang Dunia II, banyak pesawat terbang sebelumnya digunakan untuk perang, dijualbelikan begitu saja, termasuk pesawat milik Keegan.
Awal Desember 1947, pesawat terbang jenis Avro Hanson diterbangkan ke lapangan udara Gadut, Bukittinggi oleh Keegan, didampingi Dick Tamimi dan Ferdy Salim dari Songkhla, Thailand Selatan.
Paul H Keegan Pemilik Pesawat Avro Anson Dibeli Kaum Ibu Minangkabau
PAUL H Keegan, warga negara Australia, pemilik pesawat terbang Avro Anson yang dibeli Indonesia dengan harga 14 kilogram emas batangan disumbangkan kaum ibu Minangkabau.
Pesawat ini diterbangkan setelah ada 'clearance' dari perwakilan AURI di Singapura. Dengan demikian pesawat itu menjadi milik AU, dan nomor registrasi diganti menjadi RI-003. Pesawat ini tiba di Bukittinggi untuk diperlihatkan langsung ke warga Minangkabau dan pemimpin daerah ini.

Avro Anson kemudian diberi kode registrasi VH-BBY. Pesawat itu dibeli dengan harga 12 kg emas murni, kemudian diberi nomor registrasi RI-003. Keegan meminta pembayaran diserahkan di Songkhla, Thailand.

Setelah pesawat tiba di Bukittinggi, Iswahyudi mengadakan percobaan terbang dan berhasil dengan baik. Usai itu, 9 Desember 1947, pesawat Avro Anson diterbangkan dari Gadut menuju Songkhla dengan transit di Pekanbaru guna mengisi bahan bakar.
Dua penerbang AURI, Opsir Udara I Iswahyudi sebagai pilot dan Komodor Muda Udara Halim Perdanakusuma sebagai navigator, didatangkan langsung dari Yogyakarta untuk menerbangkan pesawat tersebut.

Penumpangnya Paul Keegan, Aboe Bakar Loebis, Is Yasin, dan Dick Tamimi. Selain mengantarkan Keegan pulang, misi tim melakukan penjajakan pembelian senjata dan pesawat serta melihat perwakilan RI guna mengatur penukaran dan penjualan barang-barang berhasil dikirim dari dalam negeri dan kemudian memasukan barang Singapura ke daerah RI menembus blokade Belanda.
Mereka sampai di Songkhla sore hari. Nasib nahas menimpa rombongan Aboe Bakar Loebis. Mereka diusir polisi setempat karena dituduh sebagai penyelundup candu dan emas. Setelah sampai mereka di Thailand, mereka diusir polisi setempat dengan alasan penyelundupan candu, emas dan perhiasan. Abu Bakar Lubis dan kawan-kawan akhirnya pindah ke Penang, Malaysia, Singapura, seterusnya ke Bukittinggi.

Sedangkan, Halim Perdanakusuma dan Iswahyudi mendapat tugas menerbangkan pesawat kembali ke Gadut, Bukittinggi. Selain mengantarkan Keegan, mereka mendapat tugas pula untuk mengadakan kontak dengan pedagang-pedagang Singapura dalam rangka membeli senjata yang akan dibawa ke Tanah Air lewat Singapura.
Pada 14 Desember 1947, sesudah menyelesaikan tugas di Bangkok, RI-003 kembali berangkat menuju Singapura. Dalam perjalanan kembali inilah tiba-tiba di daerah Perak-Malaysia pesawat tersebut terjebak dalam cuaca buruk.
Kabar buruk ini juga diterima Abu Bakar Lubis dan kawan-kawan yang pindah ke Singapura menggunakan jalur darat. Sekitar satu jam sesampainya di Singapura, Aboe Bakar Loebis, menerima telegram dari Polisi Malaka.

Isinya, satu unit pesawat Avro Anson telah jatuh di pantai Selat Malaka, dekat Tanjong Hantu, Negeri Perak, Malaysia. Laporan pertama tentang kecelakaan diterima oleh polisi Lumut dari dua orang warga China penebang kayu bernama Wong Fatt dan Wong Kwang, 14 Desember 1947, sekitar pukul 16.30
Dilansir dari tni-au.mil.id, seorang petugas kepolisian berbangsa Inggris bernama Burras segera pergi ke tempat musibah. Baru pada pukul 18.00 ia tiba dilokasi kejadian. Namun, dia tidak menemukan sesuatu, karena air sedang pasang naik.

Baru pada keesokan harinya Kepala Polisi Lumut bernama Che Wan dan seorang anggota Polisi Inggris bernama Samson berangkat ke tempat kecelakaan dan tiba di tempat pukul 09.00. Kepadanya kemudian dilaporkan tentang ditemukan sesosok jenazah yang mengapung beberapa ratus yards dari lokasi reruntuhan pesawat, yang oleh para nelayan setempat dibawa ke darat.

Ditemukan juga barang-barang lain di antaranya sebuah dompet, buku harian pesawat, kartu-kartu nama, sarung pistol yang tidak ada pistolnya, sarung pisau dengan nama Keegan di atasnya, dan beberapa potong pakaian. Dari bukti-bukti yang ditemukan itu diambil kesimpulan pesawat terbang yang mengalami kecelakaan itu adalah pesawat milik Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI).

Disimpulkan kecelakaan terjadi bukan karena kerusakan mesin, tetapi karena cuaca sangat buruk. Berita mengenai kecelakaan pesawat segera tersebar luas, di antaranya dimuat dalam surat-surat kabar berbahasa Inggris seperti The Times dan Malay Tribune terbitan tanggal 16 Desember 1947.
Tokon-tokoh masyarakat Malaysia juga bersimpati terhadap perjuangan Indonesia menaruh perhatian besar terhadap peristiwa tersebut. Di Lumut, dibentuk panitia pemakaman untuk menguburkan Halim Perdanakusuma.

Namun, mayat Iswahyudi tidak pernah ditemukan hingga saat ini walaupun pencarian dilakukan secara intensif. Hanya jenazah Halim Perdanakusuma yang ditemukan, sedangkan Iswahyudi hilang. Halim dikuburkan di Malaysia, beberapa tahun kemudian dipindahkan ke TMP Kalibata di Jakarta.
Begitulah nasib pesawat Avro Anson. Belum sempat dimanfaatkan, telah jatuh. Tapi kapal terbang dibeli dengan sumbangan emas rakyat Sumatera Barat tersebut dicatat sejarah karena telah melahirkan dua pahlawan nasional, Iswahyudi dan Halim Perdanakusuma.

Pemerintah kemudian membangun tugu di Lapangan Udara Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, mengenang pengorbanan tersebut. Sedangkan, nama Iswahyudi diabadikan untuk lapangan terbang AURI di Malang, sedangkan Halim Perdanakusuma dipakai untuk nama pangkalan utama AURI di Jakarta.
Sumber: http://www.riauonline.co.id/

COMMENTS

BLOGGER
Name

#LetWestPapuaVote,7,5 Hal,23,Aborigin,4,Aceh,16,Adat,7,Afrika,1,Air Terjun,1,Akademisi,3,Aksi,106,Aktivis,53,Aktual,4,Ambon,2,Amerika Serikat,18,Amnesti Internasional,5,Amnesty,1,AMP,82,Amungme,2,Anak Fakfak,5,Anak Kembar,2,Anak Papua,24,Analisa,2,Ancaman,10,Aneh,27,Aneksasi,18,Anglikan,1,Antaranews,7,Antarapapua,1,Antroplogi,1,Aparat,9,APEC,1,AprilMob,1,Arab Saudi,5,Arahmah,2,Aristokrasi,1,Arsip Rahasia AS,2,Arso,1,Arti Mimpi,1,Artikel,6,Artis,6,ASDP,1,ASEAN,2,Asia Pasifik,2,Asia Tenggara,2,Asian Games 2018,1,Asing,1,ASNLF,1,Asrama,3,Astronaut,1,AU,1,Auckland,2,Australia,38,Awards,1,Awepa,1,Ayat Alkitab,1,Ayub Waker,3,Badai,7,Bagan,1,Bagdad,1,Baghdad,1,Bakar Batu,1,Bakar Lilin,2,Balairungpress,1,Bali,3,Balim,1,Bandung,5,Bangsa Papua,108,BangsaMoro,1,Banjir,2,Barack Obama,3,Barcelona,3,BBC,5,BBM,2,Beasiswa,1,Beat Papua,2,Bebas,1,Bekasi,1,Belajar,2,Belanda,6,Bencana,2,Bendera,13,Beni Pakage,1,Benny Giay,3,Benny Wenda,10,Bentrok,3,Bentuk Negara,8,Berita,113,Berita8,1,Beritaekspres,1,Beritaenam,2,BeritAnda,1,Beritsatu,16,Biak,8,Bintang Kejora,15,Bintang Papua,34,Bintuni,1,Biodata,1,Biografi,1,Bisnis,1,Blokade,1,Blokir,3,BMP,4,BNPB,1,Bob Carr,1,Boikot,9,Bola,2,BOM,5,Bomberay,2,Borneo,4,Boston,3,BPS,2,Brasil,3,Brexit,1,Brimob,4,Brussels,1,Brutal,2,Buah Merah,1,Budaya,1,Bukti,1,Buku,4,Buku Papua,6,Bulan,1,Buronan,1,Buruh,3,Burung Cendrawasih,4,CahayaPapua,2,Cak Nun,1,California,1,Cambuk,1,Campaign,4,Capres,1,Catalonia,7,Catatan,164,Cendrawasih,1,Cepos,4,Cerita,4,Chechnya,1,China,3,Cita Citata,10,CitizenJurnalis,1,CNN,11,Computer,3,Contact,1,Cuaca,2,Culture,1,Curahan Hati,4,Curahan Hatiku,4,Daftar,2,Dailipost,1,Dana,1,Dana OTSUS,4,DAP,3,Dayak,1,Deiyai,11,Deklarasi,3,Dekolonisasi,4,Delegasi,2,Demokrasi,14,Demokrasi Kesukuan,2,Densus 88,1,Deplu,2,Depok,1,Deportasi,2,Detiknews,17,Dewan Adat,1,Dewan Gereja,2,Dewan HAM,7,Dewan Komite,1,Dialog,29,Diplomasi,1,Diplomat,8,Diskriminasi,2,Diskusi,2,Disnaker,1,Distrik Kokas,1,DNA,1,DNP,2,Doa,2,Doaku,2,Doberai,13,Dogiyai,2,Dokumenter,1,DOM,1,Dominion,1,Download,1,DP,2,DPD,1,DPR,8,DPRP,7,Dr.Thom Wainggai,2,Dubes,9,Duka,9,Dukungan,12,Edisi,1,Edo Kondologit,1,EdudaNews,1,Ekonomi,13,Eksekusi,24,Ekspor,1,El-Gibbor Ministry.net,5,ELSHAM,1,Emas,1,Emtv,1,entertainment,3,Epen Cupen,1,Eramuslim,1,Eropa,7,ESDM,2,Etnohistori,1,Facebook,20,Fakfak,48,Fakfak Picture,6,Fakta,3,Farhat Abbas,1,Fatwa,1,Featured,1,Federal Papua,12,Federasi,10,Fiji,10,Filep Karma,5,Filipina,2,Film,3,Filsuf,1,Flotilla,8,FNMP,1,Foker LSM,1,Forkorus Yaboisembut,3,FORMAT,1,Foto,4,FPI,3,FPM-TF,2,Freedy Numberi,1,Freeport,55,FRI-West Papua,33,FRI-WP,13,Front Pembela Islam,2,Fungsi Otak,1,Gadis,1,GAM,1,Gambia,1,Garam,1,GARDA BAWA,1,Garuda,3,Gatra,2,Gaza,1,Gempa,4,Gempar,6,Gender,1,Generasi Papua,22,Gereja,17,GIDI,3,GKI,1,Globalvoicesonline,1,Golkar,1,GPI,1,Gresik,1,Gresnews,1,GRPB,1,Gubernur,8,Guyana,1,Habelino,4,Habib Rizieq,3,Hacker,14,Hai Tanahku Papua,1,HAM,77,Hamah Sagrim,1,Hamas,2,Hanter,1,Hari Perempuan Sedunia,5,Harian Terbit,2,Herman Wainggai,8,Herman Wanggai,41,Hip Hop,3,Hipwee,1,HKBP,2,Hoax,1,Honiara,2,HPH,1,HRW,1,Hubert Mabel,1,Hukum,18,Hukuman Mati,7,HUT INDONESIA,12,HUT KNPB,5,HUT PAPUA,43,HUT PI,5,HUT RI,1,Hutan,2,Ibadah,2,Ibu,1,Idiologi,4,Idul Fitri,1,Ikan,1,Ilegal,2,Iman,1,Imigrasi,3,imparsial,1,Imperialis,1,India,2,Indonesia,360,Indonesianreview,5,Indopos,1,Indoprogres,4,Indoprogress,3,Info Papua,9,Inggris,11,Injil,4,Integrasi,1,INTEL,1,intelijen,2,Internasional,75,Internet,2,Interpol,1,Investasi,2,IPMAPA,10,IPWP,1,Irak,6,ISIS,25,Islam,1,Islamabad,1,Israel,10,Istilah,2,Italia,1,Itoday,1,Jacob Rumbiak,4,Jakarta,32,Jalan,2,Jambi,1,Jaringnews,1,Jawa,2,Jawapos,3,Jayapura,48,Jayawijaya,1,JDP,8,Je.Wenda,1,Jefry Wenda,1,Jenewa,6,Jenis Kekuasaan,3,Jenius,1,Jepang,3,Jerat Papua,2,Jerman,4,Jhon Kei,2,Jimmy Demianus Ijie,1,JK,1,Jogja Berduka,1,Jogjakarta,25,Jokowi,94,JPNN,15,Jubi,103,Jubir NRFPB,3,JURNAL3.COM,1,Jurnalis,7,JurNas,1,Kabar24,1,Kae,2,KAI,1,KAIMANA,5,Kajian,1,Kaleb,1,Kalimantan,3,Kamasan,10,Kampanye,3,Kanal Satu,1,Kantor,3,Kapolda,17,Kapolri,1,Kasih Tuhan,1,Kasus,16,kata Bijak,8,Kata Gambar,1,Kataku,17,Katolik,2,Kawan,1,KBR68H,1,Kebebasan,1,Kebersamaan,1,Kebijakan,3,Kebohongan,2,Kecelakaan,6,Kedaulatan,1,Kedubes,4,Keerom,1,Kejahatan,4,Kejenuhan,1,Kekerasan,26,Kematian,1,Kemenkumham,2,Kemerdekaan,4,Kendeng,3,Kepribadian,2,Kereta Api,4,Kerjasama,2,Kerusakan,1,Kesaksian,1,Kesehatan,4,Kewarganegaraan,1,Kingmi,1,KIP,1,Kisah Cinta,2,Kisah Perjuangan,5,Klasis,1,Kleptokrasi,1,KNPB,137,KNPB Konsulat Indonesia,3,KNPI,7,Kodam,1,Koleksi,1,Koloni,1,Kolonialisme,4,Kominfo,3,Komite Independen Papua,1,Komnas HAM,13,Komnas TPNPB,12,Komoro,2,KOMPAS,34,Kompasiana,4,Komunis,1,Konfederal,1,Konfederasi,3,Konflik,5,Kongres,7,Kongres Rakyat Papua III,11,Konservasi,1,Konsolidasi,1,Konspirasi,2,Konsulat,1,KONTRAS,6,Kopi,2,Koran Kejora,1,Korban,56,Korea Utara,3,Korowai,1,Korupsi,1,Koruptor,2,KP-FMK,1,KPP,1,KRI Bung Tomo,1,KRIMINAL,2,Kristen,2,Kronologi,4,KTP,2,KTT,3,Kudeta,1,KUHP,1,Kulonprogo,2,Kumparan,1,Kumpulan Jepretanku,1,Kunjungan,17,Kupang,1,Kurdi,2,Lagu Fakfak,1,Lagu Kebangsaan,3,Lambang,1,Laporan,4,Larangan,5,LBH,15,Leonie Tanggahma,1,Letter,3,Letusan,1,Liberalisme,2,Lifestyle,1,LIPI,4,Liputan6,12,Lirik Lagu,14,LITP,1,LMA,2,LNG,1,Logistik,1,London,5,Longsor,1,LP3BH,8,LPSK,1,LSM,1,Luar Negeri,67,Mahasiswa,81,MAI,4,Majalah Selangkah,3,Makanan,1,Makar,18,Makasar,4,Maklumat,3,Mako Tabuni,1,Malam Kudus,1,Malang,3,Malasya,1,Malaysia,8,Malu,1,Maluku,8,Malware,1,Mama,2,Mamberamo,1,Mambunibuni,1,Manado,8,Manajemen,6,Manajemen Konflik,3,Mandat,1,Manifest,1,Manila,1,Manokwari,55,Mansinam,2,Manusia,1,Markus Haluk,2,Markus Yenu,2,Marshal Island,1,Marthen Goo,2,Mascho-Piro,1,Massa,1,Mata kuliah Ilmu Politik,3,Mataram,1,Materi,1,Mayday,6,Mbaham,1,Media,10,Mediasi,2,Medsos,10,MeePago,1,Megawati,1,Melanesia,8,Melbourne,5,Melindo,4,Memori,1,Mendopma,1,Menkeu,1,Menkominfo,1,Menkopolhukam,3,Menlu,5,Menpora,1,Merauke,15,Merdeka,6,Merdeka.com,4,MetroNews,13,Mifee,1,Militer,17,Militerisme,3,Militeristik,2,Mimika,2,Mimpi,1,Misteri,4,Mobokrasi,1,Monarki,1,MOP,11,Motivasi,14,Motivasi Dan Dasar Cinta,4,MPR,1,MRP,2,MSG,52,Muhamadiyah,2,MUI,1,Mural,1,Musik,7,Musisi,4,Mutiara Hitam,1,My Photos,24,Nabire,11,Naftali Edoway,1,Nama,2,Napalm,1,NAPAS,6,Narkoba,11,Nasional,5,Nasionalis NKRI,3,Nasionalis Papua,15,Natal,9,Natalius Pigai,2,Navi Pillay,1,Negara,6,Negara Gagal,3,Negara Kesatuan,3,Negara Konfederasi,2,Negara Papua,47,Negara Rakyat Nusantara,55,Negara Serikat,1,Nelayan,1,Neolib,1,New York,7,New Zealand,2,news,1,NFRPB,72,Nobel,2,Nomor1,1,Novel,1,Nowela,1,NRN,57,NTT,2,Nusantara,7,Nusantaratimes,1,NYIA,1,OAP,8,Oase,1,Octoviaen Gerald Bidana,1,Oikoumene,3,Okezone,14,Oklokrasi,1,Olah Raga,3,Olah Vokal,1,Oligarki,1,Ombak,1,Onestep-news,1,Operasi,2,Operasi Militer,2,Opini,112,OPPB,1,Orasi,1,Organisasi,14,Ormas,1,Otak,1,OTK,1,Otonomi,1,Otsus,7,Otsus Plus,9,Pabrik,1,Padang,1,Paguyuban,1,Pahlawan,1,Pajak,1,Pakar,2,Pala,1,Palestina,9,Palingkeren.com,1,Palsu,7,Palu,1,Pamer Voice,4,Pancasila,3,Pandanganku,44,PANGDAM,1,Panggilan,1,Panglima,3,Paniai,12,Panitia Natal 10,1,Panji,1,PAP,1,Papua,293,Papua Barat,3,Papua Bersatu,3,Papua Menggugat,5,Papua Merdeka,63,Papua New Guinea,5,Papua Post,16,Papuan,3,Parlemen,2,Parlemen Rakyat Daerah,8,Parlementer,2,Partai Lokal,2,Pasifik,16,Paskah,1,Pastor,2,PASTOR JOHN DJONGA,1,Pastor Neles Tebay,7,Patriot,1,PBB,65,PBHI,1,PDP,1,Pdt. Socratez S. Yoman,18,Pejuang,4,Pekabran Injil,6,Pelajar,1,Pelanggaran,20,Pelantikan,4,Pelopor,1,Pemakaman,2,Pembacokan,1,Pembajakan,2,Pembakaran,10,Pembangunan,5,Pembebasan,2,Pembubaran,1,Pembunuhan,13,Pemekaran,7,Pemerintahan,7,Pemilih,1,Pemilu,2,Pemimpin,14,Pemimpin Terlama Di Dunia,1,Pemuda Papua,1,Penangkapan,81,Penculikan,4,Pencuri,2,Pendatang,2,Pendeta,3,Pendidikan,3,Penduduk,3,Peneliti,2,Penelitian,1,Penembak Jitu,1,Penembakan,53,Pengalamanku,1,Pengamat,5,Pengantar Ilmu Politik,5,Penggusuran,3,Pengungsi,2,Penjajahan,9,Penulis,1,Penyiksaan,3,Pepera,12,Perang,16,perasaanku,1,Perawan,1,Perbatasan,4,Perdamaian,1,Perdasus,1,Perempuan,18,Peringatan,2,Peristiwa,2,Perjanjian,6,Perjuangan,7,Pernikahan,2,Pers,6,Persatuan,1,Perserikatan Negara,1,Persipura,4,Persipuramania,3,Perundingan,4,Pesan Group,3,Pesawat,6,Petisi,23,PGI,1,PH,1,Phaul Heger,18,Photo,2,Photo Gabungan,4,Photo Jepang,1,Photo Kongres,1,Photo Papua,12,PIA,1,Picture,35,Picture Papua,20,Pidato,7,PIF,9,Pikiranku,5,PIlar Demokrasi,1,Pilgub,2,Pilpres,7,Pinang,1,PKI,2,PKMFP,2,PKS,1,Plutokrasi,1,PMKRI,1,PNG,30,PNPB,1,PNWP,9,Pohon Natal,4,Pojoksatu,1,Polandia,1,Polisi,30,Politik,2,Politik Rakyat,3,Politisi,1,Polri,9,Populisme,1,Pornografi,1,Port Moresby,4,Port Numbay,11,Port Vila,7,Portalkbr,3,Pos,1,Posko,3,POSTER,1,Postingan,102,PPR,1,Prabowo,2,Prakata,1,Prancis,3,PRD,16,Prediksi,1,Preman,4,Presiden,12,Presidensil,2,Profil Negara Papua,3,Profile,2,Program Ke Kampung,1,Proklamasi Papua,12,Protektorat,1,PRPPB,16,PS,2,PSSI,1,Puisi,41,Puisi Cinta,21,Puisi Cinta Dan Perasaan,8,Puisi Duka,1,Puisi Kebahagiaan,3,Puisi Kehidupan,5,Puisi Kerinduan,2,Puisi Kritik,1,Puisi perasaan,3,Puisi perasaanku,3,Puisi Perjuangan,8,Puisi Perpisahan,1,Pulang,1,Pulau,2,Pulau Manus,1,Puncak Jaya,5,Puncak Papua,1,Quaker,1,R4,1,Radar Sorong,20,RadarTimika,5,Radio Australia,2,Radio Streaming Papua,1,Radionz,1,Raja Ampat,1,rakyat Papua,4,Ramalan,1,Ranting Patah,2,Rappler,2,Ras Papua,2,Rasis,7,Ratu,1,Referendum,18,Refleksi,4,Reformasi,1,Rekayasa,3,Rekomendasi,1,Renungan,11,Represif,1,Republik Papua,7,REPUBLIKA,6,Resolusi,1,Revolusi,1,Revolusi Budaya,4,Revolusi Papua,1,Rex Rumakiek,1,Riau,3,RMS,9,Rohingnya,1,Roma,1,Roma Agreement,4,RSP,1,RSUD,1,Rupiah,2,Rusia,2,Rutan,1,RUU,3,Sabah,1,Sabun,1,Sagu,1,Sains,3,Saireri,4,Saksi,1,Salatiga,3,Saleh Partaonan Daulay,2,Samoa,2,Sampul Facebook,4,Sandal Jepit,1,Sandera,2,Sarawak,2,Sastra,1,Sawit,1,SBY,1,SDA,1,SDM,1,Sebby Sambon,1,Sejarah,9,Sejarah Indonesia,12,Sejarah Injil Di Papua,2,Sejarah NKRI,7,Sejarah Papua,24,Seks,1,Selpius Bobi,1,Semangat,1,Semangat Papua,2,Semarang,7,Semen,3,Seminar,8,Senator,5,Seni,5,Seni Rupa,1,Senjata,3,Sentani,5,Seruan,35,Serui,9,Seruu.com,1,SETARA,1,Setwapres,2,Sharia,1,SHDRP,1,Shio,1,Siaran Pers,3,Sidang,7,Sifat,1,Sikap,2,Sinar Harapan,2,Sindonews,13,Singapura,1,Sistem Pemerintahan,7,Situbondo,1,Situs,3,Siwalima,1,Skenario,2,SKP-HAM,1,Slanks,1,Smelter,5,SMPP,1,SODELPA,1,Solidaritas,11,Solidaritas Perempuan Papua,5,Solo,1,Solomon,9,SONAMAPPA,1,Sorong,20,Sorotan,1,Sosialisasi,1,Spam,1,Spanyol,4,SPM,3,SPM-PB,2,Sports,4,Sri Lanka,1,Sri Paus,5,SSKM,3,Status Facebook,4,Stigma,1,Stiker,1,Stop Miras,4,Struktur Negara,3,Student,1,Suaka,1,Suara,2,Suara Pembaruan,3,Suara Rakyat,4,Sudan Selatan,1,Sukhoi,1,Sukoharjo,1,Suku,2,SUKU MBAHAM,2,Suku Pedalaman,1,Suku Primitif,1,Sulawesi,2,Sulpap,1,Sultan,2,Suluh Papua,7,Sumpah Pemuda,3,SUP,7,Supiori,1,Surabaya,6,Surakarta,1,Surat,15,Sùrat,1,Suriah,4,Suva,3,Sydney,3,Syria,1,Syukuran,1,Tabrakan,2,Tagor,1,Tahanan,5,TALIBAN,2,Tambang,4,Tambrauw,2,Tami,1,Tanah Papua,2,Tapanews,2,Tapol,10,Teatrikal,1,Teknologi,4,Telkomsel,1,Tembagapura,7,Temp,1,Tempo,15,Tentara,2,Teori,1,Terasing,1,Ternate,1,Teror,3,Teroris,3,Terpidana,2,Tewas,1,Texax,1,Thaha Alhamid,1,The Comens,5,Tidore,1,Tim 7,2,Timika,38,Timnas Papua,1,Timokrasi,1,Timor Leste,4,Tionghoa,1,Tips,7,Tips Kesehatan,11,Tips-Tips Komputer,11,Tips-Tips Motivasi,9,Tirani,1,Tjahjo Kumolo,1,TMP,1,TNI,28,Tokoh,5,Tokoh-Tokoh,27,Toleransi,2,Tolikara,12,TP,1,TPN/OPM,87,Tradisi,1,Tragedi,2,Transmigrasi,5,TribunNews,17,Trikora,9,TRONDHEIM,1,TRWP,9,TTS,1,Tuduhan,1,Tugu,1,Turki,2,Tuvalu,1,TV Papua,1,TVONE,1,Twitter,1,Uang,1,Ucanews,4,UFO,2,Uganda,1,UGM,2,Ulang Tahun,1,ULMWP,67,UNCEN,8,Undangan,3,Unesco,3,UNGA72,14,Uni,1,Uni Eropa,2,UNICEF,1,UNPO,1,UNTEA,1,UP4B,9,USAID,1,Uskup,3,Utikini,2,UU,2,UURWP,1,Valentin’s Day,5,Vanuatu,23,Vatikan,2,Venezuela,1,Veronica Koman,1,Victor Yeimo,9,Vidio,52,Vietnam,1,Virus,3,Visa,1,Visa Papua,1,Vivanews,13,Voanews,7,Wagub,1,Waisai,1,Wall Facebook,13,Wamena,5,Wapres,2,Warta Papua,1,Wartawan,8,Washington,12,Washingtonpost,1,Wasior Berdarah,1,Wawancara,7,WCC,1,Wellington,2,West Papua,33,West Papua Media,1,Western Sahara,1,Willem Wandik,3,Wissel Van Nunubado,4,WNA,1,WNP,1,Wondama,1,wor,1,WORLD,71,WPAN,1,WPNA,8,WPNCL,4,WPNLA,2,WPNYC,1,WPRA,3,WTO,1,WWF,1,Yahudi,1,Yahukimo,1,Yalimo,1,Yaman,2,Yapen,1,Yason Ngelia,3,Yerusalem,2,yogyakarta,67,Yorrys Th. Raweyai,1,Yunani,1,Yusak Pakage,1,
ltr
item
West Papua Blogger: Bukan Aceh, Kaum Ibu Minanglah Pertama Kali Beli Pesawat untuk Indonesia
Bukan Aceh, Kaum Ibu Minanglah Pertama Kali Beli Pesawat untuk Indonesia
https://3.bp.blogspot.com/-lScxrdGePPk/WIl6n_zcAOI/AAAAAAAAPWQ/wv5chsh-HSsIDzizaj4M_ZY0AzHn1f0BACLcB/s640/Pesawat-Sumbangan-Masyarakat-Minang.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-lScxrdGePPk/WIl6n_zcAOI/AAAAAAAAPWQ/wv5chsh-HSsIDzizaj4M_ZY0AzHn1f0BACLcB/s72-c/Pesawat-Sumbangan-Masyarakat-Minang.jpg
West Papua Blogger
http://phaul-heger.blogspot.com/2017/01/bukan-aceh-kaum-ibu-minanglah-pertama.html
http://phaul-heger.blogspot.com/
http://phaul-heger.blogspot.com/
http://phaul-heger.blogspot.com/2017/01/bukan-aceh-kaum-ibu-minanglah-pertama.html
true
3552930492203703242
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy