PBHI Yogyakarta Kecam Pembubaran Aksi Mahasiswa Papua Oleh Polisi di Yogyakarta

Advertisemen

“ PBHI YOGYAKARTA MENGECAM TINDAKAN PEMBUBARAN AKSI MAHASISWA PAPUA DI YOGYAKARTA OLEH APARAT KEPOLISIAN ”

Aksi damai yang dilakukan oleh Puluhan Mahasiswa asal Papua di Yogyakarta kembali dibubarkan oleh Aparat kepolisian. Dalam aksi tersebut 34 Orang telah ditangkap dan dibawa kepolresta Yogya, adanya pembubaran Aksi Damai oleh Aparat Kepolisian kembali menambah data kasus Tindakan Kesewenang-wenangan Aparat Kepolisian dalam menjalankan Tugasnya, karena cukup dipahami Tugas Kepolisian adalah Melakukan Pengamanan dan melindungi setiap Warga Negara yang telah menyampaikan Pendapat diMuka Umum, karena hal tersebut telah dilindungi oleh undang-undang dan Konstitusi.

Dengan adanya sikap dan tindakan oleh Aparat Kepolisan, PBHI Yogyakarta menyayangkan dan Mengecam Perbuatan Aparat Kepolisian Tersebut, apalagi sampai terjadi Aksi Pemukulan yang diduga dilakukan oleh Aparat Kepolisian terhadap Mahasiswa Papua yang sedang Aksi. Menurut Adnan Pambudi Direktur PBHI Yogyakarta, Tindakan Pembubaran oleh Kepolisian dinilai terlalu berlebihan dan terkesan Diskriminasi terhadap Kawan-kawan Papua. Karena menurut Adnan dalam Aksi tersebut dilakukan dengan cara Damai bukan Anarkis dan tidak sampai melebihi Waktu yang telah ditentukan oleh Kepolisian.

Lihat kronologi : kronologi-penangkapan-aktivis

Selain itu Pembubaran dalam Aksi Damai oleh Aparat Kepolisian menurut adnan telah membahayakan ruang Demokratisasi yang ada, dimana ketika ada aksi menyampaikan pendapat selalu dilakukan Penangkapan dan pembubaran maka tidak ubahnya Rezim Jokowi – JK seperti Orde Baru. Mahasiswa Papua melakukan Aksi tidak lain karena merasa diskriminasi terhadap Pembangunan dan transformasi Kesejahteraan di Wilayah Papua, misalnya saja Tambang Emas Freeport di Papua yang sudah berpuluh-puluh Tahun telahada ditanah Papua, tapi apakah telah membawa manfaat bagi Masyrakat Papua dan Indonesia, tentu saja ada tapi lebih banyak bermanfaat bagi Perekonomian Amerika Serikat selaku Pemegang Saham Mayoritas daripada Negara Indonesia tegas Direktur PBHI Yogya tersebut.

Hormat Kami,

ADNAN PAMBUDI, SH
DIREKTUR PBHI YOGYAKARTA
Advertisemen