DUKA DEMOKRASI DI PAPUA DAN REPRESIFITAS NEGARA DI JAWA BARAT DEPAN PANGGUNG KEBINEKAAN DI JAKARTA

Ilustrasi - google

Usai jutaan mata menyaksikan ganasnya aksi represif aparat keamanan negara saat pematokan di pekarangan rumah dan lahan subur warga kulon progo (februari 2016 lalu), aparat keamanan negara melakukan aksi represif terhadap warga diatas lahan persawaan mereka di majalengka jawa barat yg berujung pada ancaman kriminalisasi terhadap perani dan pemilik sawah dan tanah. Yang sungguh menyedikan disini adalah tindakan brutal aparat keaman negara itu bertujuan untuk merampas tanah rakyat dan membumi haguskan ruang hidup warga negaraq hanya untuk memuluskan modal swasta (nasional dan internasional) yg telah ditanam dalam proyek strategis negara yg menjadi program rencana pembangunab jangka menengah nasional. Dimana melaluinya akan memiskinkan rakyat dan mengendutkan pemilik modal.

Wajah demokrasi kembali dilukai oleh aparat keamanan negara di papua pada tanggal 19 November 2016.

Untuk diketahui bahwa tanggal 19 November 2016 adalah hari jadi KNPB yg ke 8. Kali ini, tindakan intimidasi dan bahkan represif dr aparat keamanan indonesia yg berujung pada pelanggaran HAM dan Demokrasi terjadi di merauke dan sorong.

Berdasarkan data yg diperoleh di Merauke puluhan aparat keamanan negara datang mengunakan truk n mobil polisi, dengan tujuan untuk menghentikan acara yg akan digelar oleh PRD Merauke. Sementara itu, di sorong Ibadah Syukuran HUT KNPB dan Pengukuhan/ Pelantikan Badan Pengurus KNPB Sorong Raya dibubarkan paksa oleh Tim Gabungan TNI/POLRI saat ibadah syukuran jam 08.32 WPB di lapangan SPG Marantha Sorong Kota dan berujung pada penangkapan semua Rakyat Papua Barat yang datang ikut dalam kegiatan ibadah syukuran HUT KNPB Sorong Raya.

Nama_nama yang ditahan dan diinterogasi sampai saat ini di Polresta Sorong Kota antara lain;
1. Agustinus Kossay (Ketua 1 Pusat)
2. Warpo Sampai Wetipo (Ketua Dipolmasi Pusat)
3. Arnoldus Kocu ( Ketua umum KNPB Sorong Raya)
4. Agustinus Aud (Ketua 1 Sorong Raya)
5. Steven Peyon (Sekretaris Sorong Raya)
6. Otto Pagawak (Sekretaris 1 Sorong Raya)
7. Margaretha Pagawak (Bendaraha Umum Sorong Raya)
8. Ivon Antoh (Bendahara 1 KNPB Sorong Raya)
9. Christine Bikin
10. Waniok Kabel
11. Usman Hiluka
12. Nemiles Wunungga
13. Jack Badii (Humas KNPB Sorong Raya)
14. Gery Faluk
15. Alince Yikwa
16. Emy Jika
17. Karis Gombo
18. Yulina Yikwa
19. Christine Enambere
20. Sirina Pagawak
21. Ida Yikwa
22. Agulince Wandikbo
23. Uthena Pagawak
24. Elin Togodly
25. Makes Yohame
26. Klarce Fees
27. Gaspar Kamat
29. Apolinus Mate
30. Felix Kamat
31. Yohanes Asem
32. Thomas Asem
33. Yakobus Asem
34. Paula Asem
35. Fransiskus Asem
36. Agustinus Kamat
37. Ema Asem
38. Yoshep Kamat
39. Abel Asem
40. Yohanis Kamat
41. Yoshep Aitrem
42. Adrianus Asem
43. Yohan Asem
44. Romario Kamat
45. Novalina Aisnak
46. Sileke Kamat
47. Teresia Asem
48. Yony Golab
49. Novita Asem
50. Vilo Asem
51. Yesias Asem
52. Antonius Asem
53. Yeremias Asem
54. Bernadus Asem
55. Yoram Asem
56. Marinus Aitrem
57. Viktor Aitrem
58. Velix Faan
59. Moses Faan
60. Ulis Hiluka
61. Enius Gombo
62. Mius Tabuni
63. Herman Kepno
64. Atimius Yikwa
65. Hata Trogea
66. Yeppy Karoba
67. Agustina nomor
68. Rosalina Badii (Bayi 8 Bulan)
69. Aldo Yohame (Anak 5 Tahun)
70. Silas Kalawen
71. Ana Mirino
72. Gerda Malalu
73. Jackson Manaman
74. Matan Yohame
75. Mina Kamarace
76. Nalia Yard
77. Denius Wasage
78. Tas Feed
79. Chasmas Kamat
80. Moses Faan
81. Marthen Denda
82. Mosos Wandik
83. Arnold Kepno
84. Jhon Siep
85. Sani Wenda
86. Yery kepno
87. Terus Karoba
88. Ismael Gombo
89. Emius Karena
90. Adam Yenjau
91. Yakop Yenjau
92. Fofo Asem
93. Ely Wandik
94. Aten Kossay
95. Yoppy Karoba
96. Menase Endambia
97. Turinus Pagawak
98. Fred Yikwa
99. Boban Pagawak
100. Debora Gombo
101. Abed Nego Yikwa
102. Jhon Wanimbo
103. Ferly Wenda
104. Mikha Giban
105. Oschar Solossa
106. Kantius Heselo

Pada perkembangannya, pada pukul 14:35 ada beberapa yang lain dikeluarkan. Sedangkan 6 Orang Aktivis KNPB Sorong Raya masih ditahan sampai saat ini.
6 orang aktivis KNPB Yang masih ditahan, adalah :

1. Agustinus Kossay
2. Arnoldus Kocu
3. Kantius Heselo
4. Jack Badii
5. Mika Giban
6. Oskar Solossa

Salam Demokrasi, atas nama demokrasi dan HAM berikan dukunganmu untuk mendukung gerakan

#SAVEKNPB
#SAVEDEMOKRASIPAPUA
#SAVEHAMPAPUA
#SAVETANAHRAKYATMAJALENGKA
#SAVETANAHWARGAWTT


Jika perlindungan HAM sudah tidak terlihat maka negara itu bukan lagi sebagai NEGARA HUKUM,
Saatnya gerakan rakyat marjinal selamatkan HUKUM dari KEKUASAAN MODAL dan penegak hukum YANG BUTA sebab jika tidak ada penghargaan HAM dan Demokrasi maka Kebinekaan hanya ilusi dan Pelanggaran HAM dan DEMOKRASI akan terus terjadi dimana2.

Salam Demokrasi

Kalo suka, jang lupa klik "like/suka" di bawah ini:

Related : DUKA DEMOKRASI DI PAPUA DAN REPRESIFITAS NEGARA DI JAWA BARAT DEPAN PANGGUNG KEBINEKAAN DI JAKARTA