BMP Aksi Bakar Bendera Papua, KNPB Aksi Lebih Tertib

Perbedaan aksi Barisan Merah Putih dan Komite Nasional Papua Barat


Aksi-aksi dukungan untuk ULMWP yang dimediasi oleh KNPB berjalan dengan tertib, jumlah massa juga sampai ribuan ketika aksi pada 31 Mei 2016 di Port Numbay (Jayapura). Dengan massa yang jumlahnya besar tentunya peluang untuk melakukan tindakan-tindakan kekerasan atau bakar-bakaran bendera atau bahkan yang ekstrim lainnya tidak dilakukan. Justru yang nampak adalah sikap bijak dari para pimpinan KNPB, aksi berjalan dengan tetap dalam instruksi. Aksi yang rencananya di gelar dikantor DPRP tetapi dihadang aparat akhirnya tidak kesana. Hadangan aparat tidak direspon massa aksi dengan kekerasan, tetapi tetap menghargai tindakan aparat tersebut.

Ini dewasa sekali, berbeda dengan aksi dari Barisan Merah putih dan beberapa organsisasi yang beberapa saat lalu menggelar aksi, dengan jumlah massa hanya puluhan orang  langsung menuju ke DPRP tanpa surat pemberitahuan, lalu aksi digelar  selanjutnya membakar bendera KNPB dan Bendera Bintang Kejora. Aksi dari BMP bukan hanya di Jayapura saja, di Merauke juga sama puluhan orang berkumpul lalu bakar bendera, ternyata laporan dari PRD/KNPB Merauke berdasar pada pengakuan peserta aksi mereka dibawa tanpa mengetahui aksi apa yang akan diikuti lantas pulang aksi mereka dibayar Rp.100.000 per orang.

Selain Merauke di Wamena juga, BMP gelar aksi bakar-bakar bendera, lalu polisi bubarkan karena tidak punya izin. Begitu pula di sorong, suku Kokoda  gelar aksi tolak knpb dan ulmwp lantas bakar bendera,  sama juga di Fakfak, 50an orang gelar aksi bakar bintang kejora. Segelintir yang kalau digabungkan jumlahnya tidak seberapa. Berbeda dengan massa pendukung kemerdekaan Papua yang ribuan.

Tindakan-tindakan yang dilakukan Barisan Merah Putih, sedikitpun tidak menjadi sebuah dendam atau kebencian yang kemudian dibalas pada aksi-aksi Papua Merdeka lainnya. Lagi-lagi dengan bijak para pemimpin Papua Merdeka menyampaikan pada barisannya untuk tetap menghargai hak politik setiap orang.

Orasi dari salasatu tokoh pada aksi 31 Mei 2016 di Timika, kalau bisa suatu waktu berikan kesempatan untuk sama-sama menggelar aksi, sehingga demokrasi benar-benar nampak sesuai pilihan, yang mana yang nanti banyak memilih merdeka atau tetap bersama nkri.

Bendera KNPB dan Bendera Bintang Kejora yang dibakar oleh Barisan Merah Putih dan pendukungnya, tidak dibalas dengan membakar bendera, salut dan hormat untuk para pendukung Papua Merdeka dimana saja berada, tetap suarakan tuntutan kemerdekaan dengan cara-cara damai tanpa terprovokasi dengan dengan cara-cara yang berujung pada konflik internal untuk menghambat perjuangan pembebasan nasional bangsa Papua

KNPB Tetap Lawan !

Hak Menentukan Nasib Sendiri, Solusi Demokratis Bagi Rakyat Papua.

Salam Juang

Phaul Heger

Kalo suka, jang lupa klik "like/suka" di bawah ini:

Related : BMP Aksi Bakar Bendera Papua, KNPB Aksi Lebih Tertib