Rusia: Pendudukan AS terhadap Irak Biang Munculnya ISIS

Advertisemen

Rusia Pendudukan AS terhadap Irak Biang Munculnya ISIS
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, menyalahkan AS atas munculnya ISIS. | (Reuters)

MOSKOW - Rusia menyalahkan Amerika Serikat (AS) atas munculnya kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Timur Tengah. Rusia menyebut pendudukan AS terhadap Irak adalah biang munculnya ISIS.

Tuduhan itu dilontarkann Duta Besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin. Tuduhan itu sekaligus membantah tuduhan AS sebelumnya yang menyudutkan rezim Presiden Suriah, Bashar Assad, sebagai penyebab munculnya ISIS.

”ISIS muncul dan menjadi aktif di Irak ketika militan mulai menyerbu Baghdad. Jadi, ISIS matang di Irak selama pendudukan AS. Pendudukan Amerika harus disalahkan atas munculnya ISIS,” kata Churkin dalam wawancaranya dengan stasiun televisi Rusia.

Churkin mendukung gagasan Presiden Putih, bahwa sudah waktunya untuk menciptakan koalisi internasional guna memerangi ISIS yang di dalamnya melibatkan rezim Suriah.

Gagasan pembentukan koalisi itu disampaikan Putin ketika pertemuan puncak CSTO beberapa waktu lalu. ”Rusia, seperti yang Anda tahu, telah mengusulkan untuk membentuk koalisi yang luas untuk melawan ekstrimis tanpa penundaan. Ini harus menyatukan semua orang yang siap dan yang memberikan kontribusi untuk mengatasi terorisme,” katanya.

Churkin menilai koalisi internasional yang dipimpin AS untuk memerangi ISIS adalah koalisi “cacat”. ”Koalisi yang bertindak tanpa mandat Dewan Keamanan PBB dan tidak memiliki beberapa aktor yang sangat penting seperti pemerintah Suriah. Itulah mengapa saya sebut cacat,” katanya seperti dkutip Russia Today, semalam.

Diplomat Rusia untuk PBB tersebut juga menyalahkan sikap AS terhadap Suriah yang dia sebut "menciptakan preseden yang berbahaya”.

”Tindakan Rusia di Suriah dikoordinasikan dengan Pemerintah Suriah dan tetap dalam norma-norma hukum internasional,” ujarnya yang mengecam tindakan AS dalam memerangi ISIS di Suriah tanpa koordinasi dengan rezim Assad.


(mas)

source: sindonews.com
Advertisemen