MELAWAN KESERAKAHAN IMPERIALISME EKONOMI DAN POLITIK (BANK SENTRAL DAN NEGARA INDONESIA)


Kita saat ini hidup dalam dominasi keserakahan dan imperialisme yang mewujud sebagai sistem kekuasaan ekonomi dan politik. Perwujudan ini menjelma menjadi kekuatan besar yaitu Bank Sentral Dunia beserta cabang-cabangnya dan Negara Boneka beserta Korporasi-Korporasinya.

Di Nusantara, keserakahan dan imperialisme tersentralisasi melalui kekuasaan moneter Bank Sentral dengan agen-agen perekonomian rentenya sebagai penguasa keuangan dan Negara Indonesia sebagai mesin kekuasaan politiknya. Indonesia sebagai Negara juga tidak terlepas begitu saja dari tatanan pembangunan yang modal dan arah pembangunannya diatur oleh Bank Dunia juga beserta cabang-cabangnya. Dan sebagai pelaksana pembangunan tersebut, Negara boneka Indonesia merangkul korporasi-korporasi sebagai kekuatan pembangunannya.

Inilah Negeri Imperialis yang diciptakan untuk penghisapan sumber-sumber ekonomi, kemakmuran dan segala sumber-sumber kehidupan demi memperkuat kekuasaan tuan-tuannya. Yaitu para pemilik Bank Sentral Dunia yang merupakan Penguasa Kapital di dunia ini. Sedangkan Rakyat dan Bangsa-bangsa Nusantara terus menerus ditindas, dijajah, ditipu dari turun temurun sejak dimulainya penjajahan dan penguasaan ekonomi politik termasuk periode diciptakan Negara Boneka Indonesia.

Hanya di lingkaran kekuasaan imperialisme inilah, kehidupan berjalan layak dan kedaulatan segala bidang berjalan kuat. Sebuah Tirani yang menguasai nikai tukar mata uang, mampu menggunakan Negara dengan alat-alatnya seperti eksekutif, legislatif dan yudikatif untuk menundukkan kehidupan Rakyat dan Bangsa-Bangsa di Nusantara.

Sudah saatnya kita melawan keserakahan imperialisme ekonomi dan politik ini yang merusak tatanan sosial, budaya dan kehidupan kita. Karena melalui keserakahan inilah terlahir kebencian yang menghasilkan berbagai konflik horisontal seperti konflik antar agama, pembunuhan massal dan pemiskinan masyarakat. Dan yang paling mengiris adalah hilangnya kemerdekaan kita semua.

Bahwa kemerdekaan bukanlah liberalisasi, akan tetapi kemerdekaan adalah terlepasnya kehidupan kita dari rasa ketakutan, terlepasnya kesengsaraan dan kebodohan beserta hilangnya penderitaan-penderitaan hidup.
Ada dua langkah untuk melepaskan penjajahan imperialisme dan keserakahan ini. Yaitu melalui perlawanan Politik dan Ekonomi. Perlawanan yang didasari oleh nilai-nilai Multikultural dan Nilai-Nilai Kemanusiaan bermartabat. Perlawanan yang menghasilkan tradisi Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya bergaris Adat ke Nusantaraan.Yaitu Kemerdekaan, Solidaritas, Kerjasama dibawah Tuhan Yang Maha Esa.

Negara Rakyat Nusantara sebagai Kekuatan Bangsa-Bangsa Merdeka yang tunduk pada Tuhan Yang Maha Esa dan bergaris multikultural mengajak Saudara-saudara Bangsa-Bangsa Nusantara dan Papua Barat untuk bersama membangun kekuatan perlawanan ini. Dengan Perlawanan Politik Ekonomi yang dalam waktu dekat akan kami deklarasikan sebagai Kekuatan Bangsa-Bangsa Merdeka melawan Penguasa Imperialisme dan Serakah.

MERDEKA...!!!!

Yudi Syamhudi Suyuti

Related : MELAWAN KESERAKAHAN IMPERIALISME EKONOMI DAN POLITIK (BANK SENTRAL DAN NEGARA INDONESIA)