Satu Siswa Korban Bentrok Karnaval HUT RI ke 70 di Papua Kritis

Advertisemen
Korban Nelson Tabuni saat mendapat pertolongan di UGD RS Wamena/Ist
Korban Nelson Tabuni saat mendapat pertolongan di UGD RS Wamena/Is

JAYAPURA – Satu dari tujuh siswa yang menjadi korban bentrok di acara Karnaval pembangunan dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 70 di Wamena, Papua dalam kondisi kritis.

Bentrokan terjadi antara dua Sekolah Menengah Atas. Akibatnya, sejumlah siswa terluka karena terkena panah, terkena tikaman senjata tajam maupun lemparan batu.

Nelson Tabuni, pelajar SMU 1 Wamena, mengalami luka di bagian dada akibat terkena panah. Sekitar pukul 15.00 WIT korban dirujuk ke RS Dok 2 Jayapura dengan pesawat Carter MAF untuk mendapat perawatan yang lebih intensif.

Pascakejadian, kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Patridge Renwarin, petugas langsung melakukan pengamanan. Polres Jayawijaya sudah mengendalikan situasi. Sementara pelaksanaan karnaval terpaksa ditunda karena masalah ini.

Informasi yang diperoleh, bentrokan berawal ketika Wawan, siswa SMA Negeri 1 Wamena, mengambil gambar peserta karnaval di halaman Gedung Serbaguna Yapis, Senin (10/8/2015) sekitar pukul 10.40 WIT. Tiba-tiba dia dipukul seorang siswa SMA Yapis.

Wawan kemudian memberitahukan peristiwa itu kepada teman-temannya. Kemudian mereka mendatangi SMA Yapis dan terjadilah tawuran. Peserta karnaval pun lari berhamburan karena bentrokan ini.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Patridge Renwarin menyatakan, sejauh ini ada tujuh orang yang dilarikan ke rumah sakit.

“Sebanyak tujuh orang dilarikan ke  RS Wamena akibat luka. Dua kena panah, satu orang kena pisau, dan empat orang luka kena lemparan,” kata Patridge.
(ril)
Sumber: http://pojoksatu.id
Advertisemen