MASYARAKAT ADAT KOTEKA PAPUA - MELANESIA MEMBANTAH

( Menurut Bung Karno, Papua Sudah menjadi NKRI walaupun Tanpa PEPERA bagian 1 )
Sebagai orang asli Papua yang memiliki hak ulayat warisan leluhur diatas tanah Papua menilai bahwa apa yang dikatakan Presiden Pertamanya Indonesia Soekarno adalah menurut dia sebagai orang dari luar tanah Papua sebagai pengklaiman wilayah Papua. Karena beliau bukan orang dari tanah Papua, secara hukum adat di Papua, tidak sah dan tidak bisa hanya berpatokan karena wilayah sama-sama diduduki oleh satu bangsa Penjajah Belanda, degan dasar itu Soekarno tidak bisa mengklaimi Papua sedah Menjadi NKRI tanpa PEPERA.

Perlu kita simak baik dan melihat secara jernih serta mempertanyakan bahwa; kenapakah Soekarno mengatakan “ Papua Sudah Menjadi NKRI sebelum Pepera “? 
Maksudnya apa, dikatakan demikian?
Kita tidak bisa berpatokan kepada keabsahan sejarah diciptakan diatas sejarah palsunya orang asing ( londo/bule ) Belanda, Ingris dan Jerman; karena kesemuanya itu penjajah dan kami pikir Indonesia juga bagian dari perpanjangan tangan dan sebagai pemerintah Neo Kolonialist diatas tanah Papua.

Karena Indonesia berpatokan kepada batas dan wilayah yang di patok oleh orang Asing yang bukan pemilik tanah di Pulau New Guinea, mereka tidak memiliki hak secara hukum adat untuk menentukan batas atas tanah di pulau New Guinea, karena dari latar belakang sejarah universal orang Melanesia dari pulau New Guinea belum pernah membatasi degan patokan tugu antara PNG degan West Papua, dan juga orang Belanda, Jerman Ingris bukan pewaris tanah di pulau New Guinea, orang Indonesia tidak bisa mengkleim degan dasar hukum positip pengesahan wilayah menurut undang-uang penjajah dan dikleim bahwa Papua bagian dari NKRI sebelum PEPERA.

Kami sebagai masyarakat adat yang memiliki pulau New Guinea merasakan dilecehkan hak fundamental sebagai pewaris tanah leluhur dan penghuni pulau New Guinea oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab; Belanda, Indonesia, Amerika dan sekutunya, ini dalam upaya perampasan tanah degan manipulasi politik, kenyataanya pada saat itu, orang asli Papua tinggal diam dan menontong bebera bangsa asing sedang baku rampas wilayah/tanah milik orang Papua dan tidak pernah berurusan dalam upaya mencaploskan wilayah New Guinea di meja-meja perundingan politik. Hanya orang Indonesia dan belanda baku rampas tanah di New Guinea, hal ini sunguh memalukan karena pemilik tempat diam tenang kedua bangsa ini sibuk degan ingin menguasai tanah Papua.

Sekali lagi kami Masyarakat Adat Pewaris tanah Papua membantah kleim Indonesia Papua bagian dari NKRI karena dinilai kleim ini asas persengkokolan politik dan penuh degan rekayasa politik dan kompromi politik antara pengingin tanah Papua Indonesia, Belanda dan Amerika dan sekutunya .Hasil kompromi degan perjanjian bagi hasil kekayaan dari tanah Papua di Pulau New Guinea, Indonesia tidak bisa berdahli untuk mengkleim Papua suda menjadi bagian dari NKRI sebelum PEPERA, karena orang Papua tidak pernah terlibat dalam mengurus sengketa atas status politik Wilayah Papua itu berarti Indonesia tidak memperdulikan Pemilik tanah Papua tetapi Indonesia hanya peduli terhadap batas wilayah, tanah itu saja, hak manusianya tidak di hiraukan, degan dasar ini kami masyarakat Adat menilai Indonesia bukan bagian dari Papua dan Indonesia sebagai pemerintah New Colonialist yang menduduki pulau Papua.

By Pemilik : Allah, Alam dan Adat Papua

Kalo suka, jang lupa klik "like/suka" di bawah ini:

Related : MASYARAKAT ADAT KOTEKA PAPUA - MELANESIA MEMBANTAH