RAKYAT BANGSA PAPUA BANGKITLAH

Advertisemen
RAKYAT BANGSA PAPUA BANGKITLAH UNTUK MEWUJUD-NYATAKAN
HASIL KONGRES RAKYAT PAPUA,  3 - 19 OKTOBER 2011
========================================================================
Dalam Kongres Rakyat Papua III, yang telah berlangsung pada 17-19 Oktober 2011 di Lapangan Sepak Bola Zahkeus milik Misi Katolik Padang Bulan Abepura Jayapura Papua Barat dengan penuh kesadaran secara demokratis, rakyat Bangsa Papua Barat telah menetapkan pemulihan kemerdekaan kedaulatan Bangsa dan Negara Papua Barat yang dianggap boneka oleh Sukarno dalam isi TRIKORA serta dianeksasi. Oleh karena itu, Deklarasi Bangsa Papua di Negeri Papua Barat yang dibacakan dalam Kongres III pada tanggal 19 Oktober 2011 adalah Final Solution, untuk menyelesaikan hak azasi Politik dan hukum sebagai bangsa Papua Barat. TIDAK ADA SOLUSI LAIN UNTUK PEMBEBASAN DARI KEPUNAHAN DAN MINORITAS DI ATAS TANAH KITA.
Melalui Kongres yang sama secara terbuka dan bermartabat rakyat bangsa Papua Barat telah memilih Pemimpin Politik Bapak Forkorus Yaboisembut sebagai Presiden Negara Federal Republik Papua Barat dan Bapak Edison Waromi sebagai Perdana Menteri.
 Terpilihnya kedua bapak ini merupakan simbol persatuan rakyat Papua. Mengapa tidak! Sebab, pengalaman dalam 10 tahun ini memperlihatkan bahwa pasca pembunuhan Pemimpin Papua Almarhum Theys H. Eluay pada 10 November 2001 oleh Komando Pasukan Khusus TNI, perjuangan politik Papua Merdeka tidak mengalami kemajuan yang berarti. Para Elit Politik yang dipercayakan untuk berjuang Papua Merdeka secara defakto dengan bebas terbang dari dan Jakarta dan atau sebaliknya. Juga mereka dengan leluasa menginap dihotel-hotel mewah, menikmati kebebasan. Sementara disaat yang sama rakyat bansgsa Papua menderita bermandikan darah dan air mata dibawah terik panasnya kekerasan Negara yang terus berlangsung secara masif dari tahun ke tahun.

Hasil KRP-3 telah mendapat perhatian yang besar oleh berbagai kalangan di tingkat Nasional Papua, Indonesia dan ditingkat dunia internasional. Perhatian besar ini terjadi pertama-tama disebabkan oleh telah terjadinya kekerasan Negara dan Pelanggaran HAM yang dilakukan oleh apart keamanan (TNI dan Polri).

Walaupun hasil KRP-3 mendapat perhatian luas namun sejalan dengan Nubuat Hamba Tuhan Pdt. I.S. Kejne pada 25 Oktober 1925, “ Di atas batu ini, saya meletakan peradaban orang Papua, sekalipun orang memiliki kepandaian tinggi, akal budi dan ma’rifat, tetapi tidak dapat memimpin bangsa ini. Bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri.”  
Maka ditahun yang baru ini, kami menyampaikan sikap:
Segera Rakyat Bangsa Papua bangkit untuk mewujutnyatakan Hasil Deklarasi Kongres Rakyat Bangsa Papua III di tahun 2012 ini dibawah kepemimpinan pemimpin Papua Bapak Forkorus Yaboisembut selaku Presiden Negara Federal Republik Papua Barat dan Bapak Edison Waromi sebagai Perdana Menteri.
Saat ini, hasil Kongres Papua III sedang berlangsung sosialisasi diberbagai kalangan di Papua dan luar Papua. Sehubungan dengan ini, berbagai pihak diharapkan memberikan dukungan guna menyukseskan sosialisasi hasil KRP-3. Kelompok atau Daerah yang belum sosialisasi hasil KRP-3, segera melakukan konsolidasi dan sosialisasi hasil KRP-3 kepada berbagai lapisan rakyat bangsa Papua di tanah Papua dan komunitas nasional dan internasional.
Segera rakyat Bangsa Papua, bersiap-siap melakukan mobilisasi aksi pembebasan pemimpin Bangsa Papua Bapak Forkorus Yaboisembut (Presiden) dan Bapak Edison Waromi (Perdana Menteri) menjelang persidangan pada pertengahan Januari 2012 ini.
Diserukan kepada rakyat Bangsa Papua untuk senantiasa menjaga solidaritas dan persatuan. Sebab saat ini, banyak pihak elit politik dan rakyat jelata dijadikan sebagai kaki tangan penguasa dengan melakukan upaya pembohongan publik serta provokasih murahan melalui selebaran, SMS dan pernyataan di Media Masa Cetak dan Eloktronik.

Demikian, pernyataan sikap ini selaku aktivis HAM Papua dapat saya sampaikan untuk secara bersama dilaksanakan demi tegaknya keadilan, perdamaian dan kebebasan di tanah Papua Barat. Tuhan memberkati kita semua di awal tahun yang baru 2012.
                            Jayapura, 10 Januari 2012

Markus Haluk

Aktifis HAM Papua
Advertisemen