SELAMAT DATANG DIBLOG INI, SILAHKAN BACA-BACA, JANGAN UNTUK TINGGALKAN KOMENTAR

A. Jenis-Jenis Kekuasaan

Free West Papua | Like n Share | Post Written on Friday, January 6, 2012 | 2:19 PM


1. Monarki dan Tirani

Monarki berasal dari kata ‘monarch’ yang berarti raja, yaitu jenis kekuasaan politik di mana raja atau ratu sebagai pemegang kekuasaan dominan negara (kerajaan). Para pendukung monarki biasanya mengajukan pendapat bahwa jenis kekuasaan yang dipegang oleh satu tangan ini lebih efektif untuk menciptakan suatu stabiltas atau konsensus di dalam proses pembuatan kebijakan. Perdebatan yang bertele-tele, pendapat yang beragam, atau persaingan antarkelompok menjadi relatif terkurangi oleh sebab cuma ada satu kekuasaan yang dominan.

Negara-negara yang menerapkan jenis kekuasaan monarki hingga saat ini adalah Inggris, Swedia, Denmark, Belanda, Norwegia, Belgia, Luxemburg, Jepang, Muangthai, dan Spanyol. Di negara-negara ini, monarki menjadi instrumen pemersatu yang cukup efektif, misalnya sebagai simbol persatuan antar berbagai kelompok yang ada di tengah masyarakat. Kita perhatikan negara yang modern dan maju seperti Inggris dan Jepang pun masih menerapkan sistem monarki.

Namun, di negara-negara ini, penguasa monarki harus berbagi kekuasaan dengan pihak lain, terutama parlemen. Proses berbagi kekuasaan tersebut dikukuhkan lewat konstitusi (Undang-undang Dasar), dan sebab itu, monarki di era negara-negara modern sesungguhnya bukan lagi absolut melainkan bersifat monarki konstitusional. Bahkan, kekuasaannya hanya bersifat simbolik (sekadar kepala negara) ketimbang amat menentukan praktek pemerintahan sehari-hari (kepala pemerintahan). Di ke-10 negara monarki yang telah disebut di atas, pihak yang relatif lebih berkuasa untuk menentukan jalannya pemerintahan adalah parlemen dengan perdana menteri sebagai kepala pemerintahannya.

Jenis monarki lainnya yang kini masih ada adalah Arab Saudi. Negara ini berupa kerajaan dan raja adalah sekaligus kepala negara dan pemerintahan. Kekuasaan raja tidak dibatasi secara konstitusional, tidak ada partai politik dan oposisi di sana. Pola kekuasaan di Arab Saudi juga dikenal sebagai dinasti (Dinasti al-Saud), di mana pewaris raja adalah keturunannya.

Bentuk pemerintahan yang buruk di dalam satu tangan adalah Tirani. Tiran-tiran kejam yang pernah muncul dalam sejarah politik dunia misalnya Kaisar Nero, Caligula, Hitler, atau Stalin. Meskipun Hitler atau Stalin memerintah di era negara modern, tetapi jenis kekuasaan yang mereka jalankan pada hakekatnya terkonsentrasi pada satu tangan, di mana keduanya sama sekali tidak mau membagi kekuasaan dengan pihak lain, dan kerap kali bersifat kejam baik terhadap rakyat sendiri maupun lawan politik.

2. Aristokrasi dan Oligarki

Dalam jenis kekuasaan monarki, raja atau ratu biasanya bergantung pada dukungan yang diberikan oleh para penasihat dan birokrat. Jika kekuasaan lebih banyak ditentukan oleh orang-orang ini (penasihat dan birokrat) maka jenis kekuasaan tidak lagi berada pada satu orang (mono) melainkan beberapa (few).

Aristokrasi sendiri merupakan pemerintahan oleh sekelompok elit (few) dalam masyarakat, di mana mereka ini mempunyai status sosial, kekayaan, dan kekuasaan politik yang besar. Ketiga hal ini dinikmati secara turun-temurun (diwariskan), menurun dari orang tua kepada anak. Jenis kekuasaan aristokrasi ini disebut pula sebagai jenis kekuasaan kaum bangsawan (aristokrasi).

Biasanya, di mana ada kelas aristokrat yang dominan secara politik, maka di sana ada pula monarki. Namun, jenis kekuasaan oleh beberapa orang ini —aristokrasi— tidak bertahan lama, oleh sebab orang-orang yang orang tuanya bukan bangsawan pun bisa duduk mempengaruhi keputusan politik negara asalkan mereka berprestasi, kaya, berpengaruh, dan cerdik. Jika kenyataan ini terjadi, yaitu peralihan dari kekuasaan para bangsawasan ke kelompok non-bangsawan, maka hal tersebut dinyatakan sebagai peralihan atau pergeseran dari aristokrasi menuju oligarki.

Untuk menggambarkan peralihan di atas, baiklah kami kemukakan apa yang terjadi di Inggris. Sebelum terjadinya Revolusi Industri padaa abad ke-18 —tepatnya sebelum mesin uap ditemukan oleh James Watt— Inggris menganut jenis kekuasaan monarki dengan kaum bangsawasan (aristokrat) sebagai pemberi pengaruh yang besar.

Namun, setelah Revolusi Industri mulai menunjukkan efek, yaitu berupa munculnya kelas menengah baru (pengusaha baru yang kekayaan diperoleh sendiri bukan diwariskan), maka kekuasaan kaum bangsawasan dalam mempengaruhi kekuasaan monarki mulai ‘digerogoti.’ Kelas menengah baru ini mulai menentukan jalannya kekuasaan di parlemen, dan, pengaruh kaum ‘Orang Kaya Baru’ ini dinyatakan sebagai jenis kekuasaan oligarki.

Hingga saat ini, di parlemen Inggris terdapat dua kamar yaitu House of Lords dan House of Commons. Kamar yang pertama berisikan kaum bangsawan (namanya didahului dengan Sir), sementara yang kedua banyak diisi oleh kaum kaya yang berpengaruh, meskipun mereka bukan berdarah bangsawan. House of Commons lebih menentukan jalannya parlemen Inggris ketimbang House of Lords. Dengan demikian, oligarki-lah yang lebih berkuasa di Inggris ketimbang aristokrasi pada masa kini.

3. Demokrasi dan Mobokrasi

Jika kekuasaan dipegang oleh seluruh rakyat, bukan oleh mono atau few, maka kekuasaan tersebut dinamakan demokrasi. Di dalam sejarah politik, jenis kekuasaan demokrasi yang dikenal terdiri dari dua kategori. Kategori pertama adalah demokrasi langsung (direct democracy) dan demokrasi perwakilan (representative democracy).

Demokrasi langsung berarti rakyat memerintah dirinya secara langsung, tanpa perantara. Salah satu pendukung demokrasi langsung adalah Jean Jacques Rousseau, di mana Rousseau ini mengemukakan 4 kondisi yang memungkinkan bagi dilaksanakannya demokrasi langsung yaitu :
  1. Jumlah warganegara harus kecil.
  2. Pemilikan dan kemakmuran harus dibagi secara merata (hampir merata).
  3. Masyarakat harus homogen (sama) secara budaya.
  4. Terpenuhi di dalam masyarakat kecil yang bermata pencaharian pertanian.
Pertanyaan kemudian adalah: Mungkinkan keadaan yang digambarkan Rousseau itu ada di era negara modern saat ini? Jumlah warganegara negara-negara di dunia rata-rata berada di atas jumlah 1-2 juta jiwa, pemilikan harta sama sekali tidak merata, secara budaya masyarakat relatif heterogen (beragam) yang ditambah dengan infiltrasi budaya asing, dan pencaharian penduduk dunia tengah beralih dari pertanian ke industri. Masih mungkinkah demokrasi langsung dilaksanakan?

Di dalam demokrasi langsung, memang kedaulatan rakyat lebih terpelihara oleh sebab kekuasaannya tidak diwakilkan. Semua warganegara ikut terlibat di dalam proses pengambilan keputusan, tanpa ada yang tidak ikut serta. Namun, di zaman pelaksanaan demokrasi langsung sendiri, yaitu di masa negara-kota Yunani Kuno, ada beberapa kelompok masyarakat yang tidak diizinkan untuk ikut serta di dalam proses demokrasi langsung yaitu: budak, perempuan, dan orang asing.

Dengan alasan kelemahan demokrasi langsung, terutama oleh ketidakrealistisannya untuk diberlakukan dalam keadaan negara modern, maka demokrasi yang saat ini dikembangkan adalah demokrasi perwakilan. Di dalam demokrasi perwakilan, tetap rakyat yang memerintah. Namun, itu bukan berarti seluruh rakyat berbondong-bondong datang ke parlemen atau istana negara untuk memerintah atau membuat UU. Tentu tidak demikian.

Rakyat terlibat secara ‘total’ di dalam mekanisme pemilihan pejabat (utamanya anggota parlemen) lewat Pemilihan Umum periodik (misal: 4 atau 5 tahun sekali). Dengan memilih si anggota parlemen, rakyat tetap berkuasa untuk membuat UU, akan tetapi keterlibatan tersebut melalui si wakil. Wakil ini adalah orang yang mendapat delegasi wewenang dari rakyat. Di Indonesia, 1 orang wakil rakyat (anggota parlemen) kira-kira mewakili 300.000 orang pemilih.

Dengan demokrasi perwakilan, rakyat tidak terlibat secara penuh di dalam membuat UU negara. Misalnya saja, dari hampir 200 juta jiwa warganegara Indonesia, proses pemerintahan demokrasi di tingkat parlemen hanya dilakukan oleh 500 orang wakil rakyat yang duduk menjadi anggota DPR. Bandingkan kalau saja Indonesia menerapkan demokrasi langsung di mana 200 juta rakyat Indonesia duduk di parlemen. Kacau dan pasti memakan biaya mahal, bukan? Dengan kenyataan ini maka demokrasi perwakilan lebih praktis ketimbang demokrasi langsung.

Dalam demokrasi, baik langsung ataupun tidak langsung, keterlibatan rakyat menjadi tujuan utama penyelenggaraan negara. Masing-masing individu rakyat pasti ingin kepentinganyalah yang terlebih dahulu dipenuhi. Oleh sebab keinginan tersebut ingin didahulukan, dan pihak lain pun sama, dan jika hal ini berujung pada situasi chaos (kacau) bahkan perang (bellum omnium contra omnes --- perang semua lawan semua), maka bukan demokrasi lagi namanya melainkan mobokrasi. Mobokrasi adalah bentuk buruk dari demokrasi, di mana rakyat memang berdaulat tetapi negara berjalan dalam situasi perang dan tidak ada satu pun kesepakatan dapat dibuat secara damai.

4. Timokrasi

Menurut Stanley Rosen, Timokrasi adalah jenis kekuasaan yang pernah disebutkan oleh Sokrates, filosof Yunani. Timokrasi dirujuk Sokrates dalam menggambarkan rezim pemerintahan negara kota Sparta. Konsep ini mengacu pada “timocratic man”, yaitu seseorang yang gandrung akan kemenangan dan kehormatan. Timokrasi terletak di posisi tengah antara Aristokrasi dan Oligarki. Juga disebutkan Timokrasi adalah Aristokrasi yang tengah mengalami kemerosotan ke arah jenis kekuasaan Oligarki.

Jika Aristokrasi adalah jenis pemerintahan ideal, penuh keberanian dan kehormatan dalam pemerintahan. Namun, tatkala keberanian dan kehormatan dari kekuasaan di tangan beberapa orang atau kelompok ini (aristokrasi) mulai diwarnai motivasi kesejahteraan pribadi atau kelompok, maka dimulaikan Timokrasi. Timokrasi bukan Oligarki, oleh sebab di dalam Timokrasi, menurut Sokrates, masih meniru Aristokrasi. Barulah, tatkala proses peniruan kualitatif atas Aristokrasi tidak lagi terjadi, Timokrasi merosot menjadi Oligarki.

5. Oklokrasi

Mirip dengan definisi Mobokrasi. Oklokrasi adalah situasi negara dalam anarki massa. Pemerintahan ini tidak legal dan konstitusional. Namun, karena --biasanya-- kelompok-kelompok massa tersebut punya senjata atau massa besar, mereka memerintah memanfaatkan rasa takut. Amerika Serikat tahun 1930-an hampir masuk ke dalam kategori ini, di mana keluarga-keluarga mafia mengendalikan negara secara ilegal dan inkonstitusional.

6. Plutokrasi

Plutokrasi adalah jenis kekuasaan di mana negara “disetir” oleh orang-orang kaya. Plutokrasi ini mirip dengan Oligarki. Namun, Plutokrasi terjadi tatkala tercipta suatu kondisi ekstrim ketimpangan antara “kaya” dan “miskin” di dalam suatu negara. Plutokrat (penguasa dalam Plutokrasi) tidak hanya menguasai sumber-sumber ekonomi dan politik, melainkan juga sumber-sumber militer (pasukan, senjata, teknologi). Dalam kondisi seperti ini, Plutokrat biasanya, secara de facto, lebih berkuasa ketimbang pemerintah resmi.

7. Kleptokrasi

Kleptokrasi adalah jenis kekuasaan dimana pejabat publik menggunakan kekuasaan publiknya untuk mencuri kekayaan negara (korupsi otomatis). Kleptokrasi juga disebut sebagai korupsi yang dilakukan oleh para pejabat tingkat tinggi yang secara sistematis menggunakan posisinya untuk mengalirkan dana publik ke dalam kantong-kantong pribadinya. Semakin massal tindak korupsi oleh para pejabat publik, maka semakin mendekati suatu negara menganut jenis pemerintahan Kleptokrasi.



 Sumber : Seta Basri Blog
Share : :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Komentar :
Trims su berkunjung..... (y)

Curahan

Puisi
Dengar Lagu |silahkanDownload

Follow by Email

Blog Archive

Popular Posts

Kategori

Indonesia (226) Papua (224) Berita (109) Postingan (102) Bangsa Papua (93) Opini (72) Jubi (69) Catatan (64) KNPB (62) Aksi (58) Internasional (56) Papua Merdeka (50) TPN/OPM (49) WORLD (49) NFRPB (42) Negara Papua (40) Mahasiswa (39) Puisi (38) Pandanganku (37) AMP (36) Fakfak (36) HUT PAPUA (35) Jokowi (35) Herman Wanggai (33) Jayapura (31) Manokwari (30) Picture (30) Anak Papua (24) KOMPAS (24) My Photos (24) Aneh (23) Freeport (23) MSG (23) Korban (22) Penembakan (22) TNI (22) Tokoh-Tokoh (22) Puisi Cinta (21) Vidio (21) Australia (20) Bintang Papua (20) Generasi Papua (20) HAM (20) Jakarta (20) Aktivis (19) Eksekusi (19) Jogjakarta (17) Picture Papua (17) Kataku (16) Kekerasan (16) Penangkapan (16) Radar Sorong (16) Sejarah Papua (16) Timika (16) Dialog (15) Polisi (15) Seruan (15) Nasionalis Papua (14) Pemimpin (14) Sorong (14) Vanuatu (14) Facebook (13) Motivasi (13) Organisasi (13) Perempuan (13) Wall Facebook (13) Pelanggaran (12) TribunNews (12) Aceh (11) Demokrasi (11) Federal Papua (11) Kongres Rakyat Papua III (11) MetroNews (11) Militer (11) NRN (11) Renungan (11) 5 Hal (10) Beritsatu (10) Bintang Kejora (10) Luar Negeri (10) MOP (10) Negara Rakyat Nusantara (10) PNG (10) Papua Post (10) Pembunuhan (10) Presiden (10) Tips-Tips Komputer (10) Boikot (9) Cita Citata (9) Hukum (9) Info Papua (9) Kasus (9) Narkoba (9) Okezone (9) Otsus Plus (9) PRD (9) Pepera (9) Photo Papua (9) Sejarah Indonesia (9) Tips-Tips Motivasi (9) UP4B (9) Vivanews (9) Amerika Serikat (8) Aneksasi (8) Doberai (8) Federasi (8) Flotilla (8) Nabire (8) PBB (8) Parlemen Rakyat Daerah (8) Port Numbay (8) Puisi Cinta Dan Perasaan (8) Puisi Perjuangan (8) Serui (8) Tips Kesehatan (8) ULMWP (8) kata Bijak (8) Badai (7) Bentuk Negara (7) Biak (7) Detiknews (7) Ekonomi (7) Fiji (7) Gereja (7) ISIS (7) KNPI (7) Kongres (7) Liputan6 (7) Makar (7) Natal (7) Pilpres (7) Sejarah NKRI (7) Seminar (7) Sistem Pemerintahan (7) Suluh Papua (7) Surat (7) Artis (6) Benny Wenda (6) DPR (6) Fakfak Picture (6) Hukuman Mati (6) JPNN (6) Lirik Lagu (6) Manajemen (6) PNWP (6) Pekabran Injil (6) Proklamasi Papua (6) Referendum (6) Tempo (6) Amnesti Internasional (5) Anak Fakfak (5) Antaranews (5) Bandung (5) Belanda (5) El-Gibbor Ministry.net (5) HUT PI (5) Hari Perempuan Sedunia (5) Inggris (5) Kapolda (5) Kecelakaan (5) Merdeka (5) NAPAS (5) Paniai (5) Pemekaran (5) Pemerintahan (5) Pengantar Ilmu Politik (5) Penjajahan (5) Perjanjian (5) Pikiranku (5) Puncak Jaya (5) REPUBLIKA (5) RadarTimika (5) Republik Papua (5) Sejarah (5) Tahanan (5) The Comens (5) UNCEN (5) Aktual (4) Ancaman (4) Bendera (4) Buku Papua (4) Campaign (4) Cepos (4) Curahan Hati (4) Curahan Hatiku (4) Duka (4) Eropa (4) HUT INDONESIA (4) Habelino (4) IPMAPA (4) Injil (4) KONTRAS (4) Komnas TPNPB (4) Melanesia (4) Merauke (4) Misteri (4) Motivasi Dan Dasar Cinta (4) Musik (4) Persipura (4) Pesawat (4) Polri (4) Preman (4) Puisi Kehidupan (4) Revolusi Budaya (4) Sindonews (4) Smelter (4) Solidaritas Perempuan Papua (4) Sports (4) Status Facebook (4) Trikora (4) Valentin’s Day (4) Abepura (3) Ayub Waker (3) Boston (3) Computer (3) Dubes (3) Forkorus Yaboisembut (3) Gempa (3) Gubernur (3) HUT KNPB (3) Habib Rizieq (3) Hip Hop (3) Irak (3) JDP (3) Jenis Kekuasaan (3) Jepang (3) Kantor (3) Kejahatan (3) Kereta Api (3) Komnas HAM (3) Konflik (3) Majalah Selangkah (3) Manado (3) Manajemen Konflik (3) Mata kuliah Ilmu Politik (3) Musisi (3) Nasional (3) Negara Kesatuan (3) Otsus (3) Papua Menggugat (3) Papuan (3) Penculikan (3) Perjuangan (3) Persipuramania (3) Pesan Group (3) Photo Gabungan (3) Pohon Natal (3) Politik Rakyat (3) Portalkbr (3) Profil Negara Papua (3) Puisi Kebahagiaan (3) Puisi perasaan (3) Puisi perasaanku (3) RUU (3) SUP (3) Sains (3) Salatiga (3) Senator (3) Seni (3) Sri Paus (3) Stop Miras (3) Struktur Negara (3) Suara Pembaruan (3) Suara Rakyat (3) Surabaya (3) TRWP (3) Tapol (3) Tips (3) Transmigrasi (3) WPNA (3) Washington (3) Willem Wandik (3) entertainment (3) 2015 (2) Anak Kembar (2) Arahmah (2) Asia Pasifik (2) Asia Tenggara (2) BBC (2) BBM (2) BMP (2) BOM (2) Barack Obama (2) Beat Papua (2) Bentrok (2) Brasil (2) Brimob (2) Brutal (2) Buku (2) Burung Cendrawasih (2) CahayaPapua (2) China (2) Cuaca (2) DNP (2) Daftar (2) Dana OTSUS (2) Deplu (2) Diplomat (2) Doaku (2) Film (2) Front Pembela Islam (2) HKBP (2) Hacker (2) Harian Terbit (2) Hutan (2) Ibadah (2) Idiologi (2) Ilegal (2) Istilah (2) Jacob Rumbiak (2) Jawa (2) Jerat Papua (2) Jerman (2) Jhon Kei (2) Jurnalis (2) KRIMINAL (2) Kae (2) Kalimantan (2) Kemerdekaan (2) Kepribadian (2) Kisah Cinta (2) Kisah Perjuangan (2) Kompasiana (2) Konfederasi (2) Kronologi (2) LMA (2) Letter (2) Makasar (2) Mama (2) Mansinam (2) Marthen Goo (2) Muhamadiyah (2) Nama (2) Nasionalis NKRI (2) Negara (2) Negara Gagal (2) Negara Konfederasi (2) Nusantara (2) OAP (2) Operasi (2) PKMFP (2) PS (2) Palsu (2) Panglima (2) Parlementer (2) Pdt. Socratez S. Yoman (2) Pejuang (2) Pelantikan (2) Pembajakan (2) Pembakaran (2) Pemilu (2) Pencuri (2) Penyiksaan (2) Perang (2) Peringatan (2) Pernikahan (2) Perundingan (2) Petisi (2) Pidato (2) Pilgub (2) Prabowo (2) Presidensil (2) Puisi Kerinduan (2) Pulau (2) Ranting Patah (2) Ras Papua (2) Refleksi (2) Rekayasa (2) SPM (2) SPM-PB (2) SUKU MBAHAM (2) Saireri (2) Saleh Partaonan Daulay (2) Sampul Facebook (2) Sejarah Injil Di Papua (2) Semangat Papua (2) Semarang (2) Sentani (2) Setwapres (2) Suara (2) Sulawesi (2) Sumpah Pemuda (2) Suriah (2) Tabrakan (2) Tambrauw (2) Tanah Papua (2) Teknologi (2) Terpidana (2) Tim 7 (2) UFO (2) Ucanews (2) Utikini (2) Voanews (2) Wamena (2) Wapres (2) Wartawan (2) West Papua (2) 8 Perbedaan (1) ALDP (1) AMPP (1) APEC (1) ASEAN (1) Aborigin (1) Adat (1) Adelaide United (1) Agama (1) Agus Isir (1) Aimas (1) Air Terjun (1) AirAsia (1) Akun (1) Alam (1) Alasan (1) Aljazeera (1) Ampres (1) Amsterdam (1) Analisa (1) Antarapapua (1) Antroplogi (1) Aparat (1) AprilMob (1) Aristokrasi (1) Arso (1) Arti Mimpi (1) Artikel (1) Asian Games 2018 (1) Asing (1) Auckland (1) Awepa (1) Ayat Alkitab (1) Bagan (1) Bagdad (1) Banjir (1) Barcelona (1) Bebas (1) Bekasi (1) Belajar (1) Bencana (1) BeritAnda (1) Berita8 (1) Beritaekspres (1) Bintuni (1) Biodata (1) Biografi (1) Bisnis (1) Blokade (1) Blokir (1) Bob Carr (1) Bola (1) Bomberay (1) Borneo (1) Buruh (1) CNN (1) Capres (1) Catalonia (1) Cerita (1) Chechnya (1) CitizenJurnalis (1) Contact (1) Culture (1) DAP (1) DOM (1) DPRP (1) Dailipost (1) Dana (1) Densus 88 (1) Dewan HAM (1) Diskusi (1) Distrik Kokas (1) Doa (1) Dogiyai (1) Dokumenter (1) Dominion (1) Download (1) Dr.Thom Wainggai (1) EdudaNews (1) Emas (1) Emtv (1) Etnohistori (1) FNMP (1) FPI (1) Farhat Abbas (1) Filep Karma (1) Filsuf (1) Foker LSM (1) Freedy Numberi (1) Fungsi Otak (1) GARDA BAWA (1) GPI (1) Gadis (1) Garuda (1) Gatra (1) Gaza (1) Gempar (1) Gender (1) Globalvoicesonline (1) Golkar (1) Gresik (1) Gresnews (1) Guyana (1) Hai Tanahku Papua (1) Hamah Sagrim (1) Hamas (1) Hanter (1) Hubert Mabel (1) Ibu (1) Idul Fitri (1) Ikan (1) Iman (1) Imigrasi (1) India (1) Indopos (1) Integrasi (1) Internet (1) Investasi (1) Islamabad (1) Israel (1) Itoday (1) JK (1) JURNAL3.COM (1) Jambi (1) Jaringnews (1) Jawapos (1) Je.Wenda (1) Jenius (1) Jimmy Demianus Ijie (1) Jogja Berduka (1) JurNas (1) KAI (1) KAIMANA (1) KBR68H (1) KP-FMK (1) KRI Bung Tomo (1) KTP (1) KUHP (1) Kabar24 (1) Kajian (1) Kaleb (1) Kamasan (1) Kampanye (1) Kanal Satu (1) Kasih Tuhan (1) Kawan (1) Kebersamaan (1) Kebijakan (1) Kebohongan (1) Keerom (1) Kejenuhan (1) Kemenkumham (1) Kerusakan (1) Kesaksian (1) Kingmi (1) Kleptokrasi (1) Koloni (1) Kolonialisme (1) Kominfo (1) Kopi (1) Korea Utara (1) Koruptor (1) Kristen (1) Kudeta (1) Kumpulan Jepretanku (1) LITP (1) LNG (1) Lagu Fakfak (1) Lagu Kebangsaan (1) Laporan (1) Larangan (1) Leonie Tanggahma (1) Letusan (1) Liberalisme (1) Logistik (1) London (1) Longsor (1) Mako Tabuni (1) Malam Kudus (1) Malang (1) Malasya (1) Malu (1) Maluku (1) Malware (1) Mamberamo (1) Mambunibuni (1) Mandat (1) Manifest (1) Manusia (1) Markus Yenu (1) Mascho-Piro (1) Massa (1) Materi (1) Maybrat (1) Mayday (1) Media (1) Mediasi (1) Megawati (1) Melbourne (1) Memori (1) Menkeu (1) Menkominfo (1) Menkopolhukam (1) Menlu (1) Menpora (1) Mifee (1) Militerisme (1) Militeristik (1) Mimika (1) Mimpi (1) Mobokrasi (1) Monarki (1) Mutiara Hitam (1) Naftali Edoway (1) Navi Pillay (1) Negara Serikat (1) Nelayan (1) Neolib (1) New York (1) Nomor1 (1) Nowela (1) Nusantaratimes (1) OPPB (1) OTK (1) Octoviaen Gerald Bidana (1) Oklokrasi (1) Olah Vokal (1) Oligarki (1) Ombak (1) Onestep-news (1) Operasi Militer (1) Orasi (1) Otak (1) Otonomi (1) PANGDAM (1) PASTOR JOHN DJONGA (1) PGI (1) PH (1) PIA (1) PIlar Demokrasi (1) PKS (1) POSTER (1) Pabrik (1) Paguyuban (1) Palestina (1) Palingkeren.com (1) Pamer Voice (1) Pancasila (1) Panitia Natal 10 (1) Panji (1) Papua New Guinea (1) Paskah (1) Pastor (1) Patriot (1) Pelopor (1) Pemakaman (1) Pembacokan (1) Pembangunan (1) Pemilih (1) Pemimpin Terlama Di Dunia (1) Pemuda Papua (1) Pendatang (1) Pendeta (1) Pendidikan (1) Penduduk (1) Peneliti (1) Penembak Jitu (1) Pengalamanku (1) Pengamat (1) Perawan (1) Perbatasan (1) Perdamaian (1) Pers (1) Persatuan (1) Perserikatan Negara (1) Phaul Heger (1) Photo Jepang (1) Photo Kongres (1) Pinang (1) Plutokrasi (1) Pojoksatu (1) Politisi (1) Pornografi (1) Port Moresby (1) Port Vila (1) Pos (1) Prakata (1) Prediksi (1) Program Ke Kampung (1) Protektorat (1) Puisi Perpisahan (1) Pulang (1) Puncak Papua (1) R4 (1) RMS (1) RSP (1) Radio Australia (1) Radio Streaming Papua (1) Ramalan (1) Rappler (1) Ratu (1) Rekomendasi (1) Revolusi Papua (1) Riau (1) Roma Agreement (1) Rupiah (1) Rutan (1) SBY (1) SDM (1) SMPP (1) SODELPA (1) Sandal Jepit (1) Sastra (1) Sawit (1) Sebby Sambon (1) Seks (1) Selpius Bobi (1) Semangat (1) Semen (1) Senjata (1) Seruu.com (1) Shanghai (1) Sharia (1) Shio (1) Sidang (1) Sifat (1) Sikap (1) Sinar Harapan (1) Situs (1) Slanks (1) Solo (1) Sorotan (1) Spanyol (1) Stigma (1) Student (1) Sukhoi (1) Sukoharjo (1) Suku Pedalaman (1) Suku Primitif (1) Sulpap (1) Sultan (1) Supiori (1) Surakarta (1) Suva (1) Syukuran (1) TMP (1) TP (1) TV Papua (1) TVONE (1) Tagor (1) Tahun Baru (1) Tambang (1) Tami (1) Tembagapura (1) Temp (1) Tentara (1) Teori (1) Terasing (1) Teror (1) Teroris (1) Tewas (1) Timnas Papua (1) Timokrasi (1) Timor Leste (1) Tionghoa (1) Tirani (1) Tjahjo Kumolo (1) Toleransi (1) Tragedi (1) Tuduhan (1) Tugu (1) Turki (1) Twitter (1) UGM (1) UNICEF (1) USAID (1) UU (1) Ulang Tahun (1) Unesco (1) Uni (1) Vatikan (1) Venezuela (1) Victor Yeimo (1) Vietnam (1) Virus (1) Visa Papua (1) WNA (1) WPNCL (1) WPNLA (1) WPNYC (1) WTO (1) Wagub (1) Warta Papua (1) Washingtonpost (1) Wawancara (1) West Papua Media (1) Yahukimo (1) Yalimo (1) Yason Ngelia (1) Yorrys Th. Raweyai (1) Yusak Pakage (1) intelijen (1) news (1) perasaanku (1) wor (1)


 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Gerakan Anak Bangsa - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger