Apa Artinya "PAPUA MERDEKA?

Bagi Nasionalis Papindo dan Nasionalis Papua

Banyak wacana yang mengatasnamakan "Papua Merdeka" mengemuka dalam pentas politik di Tanah Papua. Mungkin sebagian besar sudah tahu apa maksudnya, tetapi barangkali tidak salah juga kalau saya luangkan waktu sedikit untuk menjelaskan arti dan makna "merdeka" bagi orang tua saya di kampung.



1. Sejumlah Istilah yang Mirip tetapi Kadangkala Sama, walaupun Mereka Berbeda dalam Pemaknaannya

Sejumlah kata yang dipakai dalam mengungkapkan kata "merdeka" membuat kita selalu salah paham mengingat pertama karena asal-usul katanya tidak dijelaskan dengan baik semenjak penerjemahannya terutama ke dalam bahasa Inggris. Jelas pembelokan makna terjadi tanpa disadari. Kedua karena ada upaya menggunakan kata-kata ini dalam konteks "political correctness" artinya kata ini sering dipakai dalam wacana politik secara berbeda maksudnya bagi masing-masing pihak dalam rangka menyenangkan para pendengar. Ketiga memang karena konteks sosial-politik dan budaya berbeda sehingga penggunaannyapun bermakna ganda. Bisa terjadi penurut/ penulis bermaksud agak berbeda/ berlainan dengan yang dipahami pendengar/ pembaca.


2. Kata Merdeka dan Bebas yang selalu Membuat Kita Rancuh dalam berwacana

Kata Merdeka artinya "Independent", sementara "Bebas" artinya "Free". Tetapi dalam penerapannya, Papua Merdeka sering diartikan sebagai Free West Papua, contohnya Organisasi Papua Merdeka menjadi Free Papua Movement atau Free Papua Organisation. Kata 'independent' tidak dipakai. Kata "kemerdekaan" juga sering diterjemahkan sebagai 'freedom', bukan 'independence'.


3. Freedom mengandung Makna "Free from..." dan "Free to..."

Terlepas dari kebingungan tadi, kita perlu memahami arti dan makna dari kata "merdeka" dengan melihat dua sisi pedang politik dan demokrasi bernama "kebebasan" atau "freedom". Kebebasan mengandung makna pertama-tama sebagai "free from..." yaitu "bebas dari..."; dan kedua "free to...", "bebas untuk..."



Contoh penggunaan dalam konteks politik Papua Merdeka, misalnya

3.1 Bebas dari kekerasan dan pelanggaran HAM dalam era Otsus (yaitu mengandung makna 'free from...') tadi.

3.2 Bebas untuk berkumpul, berorganisasi dan menyampaikan pendapat (yaitu mengandung makna 'free to...') tadi.



Demokrasi dan HAM menjamin "kebebasan", berarti mengandung makna kedua-duanya. Akan tetapi kita patut ingat juga bahwa kebebasan masing-masing orang/ kelompok itu dibatasi/ dikekang oleh kebebasan-kebebasan yang ada di antara entitas yang ada. Misalnya kebebasan orang Papua mengibarkan Bendera Bintang Kejora dibatasi oleh kehadiran NKRI dengan bendera Merah-Putihnya. Contoh lain tentu saja seorang pejabat tidak bebas mengambil uang rakyat dan menggunakannya untuk kepentingan dirinya sendiri. Kebebasan masing-masing pihak diikat oleh aturan-aturan yang dibuat dalam entitas yang ada.

***


Kalau kita kaitkan "kemerdekaan" dengan "kebebasan", dikaitkan lagi dengan "self-determination" atau "penentuan nasib sendiri", maka maknanya semakin mengambang dan mengacaukan wacana kita sendiri. Semua mengemuka dalam rangka 'political correctness' tadi, jadi kita tidak usah terlalu memusingkan diri dengan wacana.


4. Dengan Pemberlakuan Otsus, maka Papua Sudah Merdeka, begitukah?

Kalau Jaap Solossa dulu waktu hidup banyak kali ia mengatakan "Papua sudah merdeka". Alasan utamanya ialah "orang Papua sudah dibebaskan dari...", bukan "diberikan kebebasan untuk...". Atau barangkali saat ini Solossa diberikan banyak kewenangan untuk mengatur daerah, makanya ia menganggap Otsus juga telah memberikan kebebasan untuk..., entah mungkin untuk mengatur uang semaunya, dan sejenisnya.

 Ada juga menganggap Papua sudah merdeka di dalam Otsus NKRI karena orang Papua kini diakui dan diperlakukan lebih istimewa secara hukum dan politik di antara provinsi yang ada di Indonesia.

 Singkat kata, "Orang Papua dapat banyak uang dari Jakarta, jadi orang Papua bisa bikin apa saja dengan uang itu sesuai kemauan dan rencananya, oleh karena itu Papua sudah merdeka."

 Dengan mengatakan begitu, mereka menentang "Papua Merdeka" yang diperjuangkan OPM dan gerilyawan di Rimba New Guinea.


5. "Papua Merdeka" BUKAN hanya "Free from...", tetapi "Free from..." PLUS "Free to..."

Nasionalis Papua kebanyakan menganggap Otsus bukanlah arti "Papua Merdeka" yang mereka maksudkan. Yang mereka maksudkan ialah

    5.1 Bebas mengibarkan Bintang Kejora

    5.2 Bebas menyanyikan lagu kebangsaan "Hai Tanahku Papua"

    5.3 Bebas dari kehadiran TNI dan Polri beserta segenap aparatur dan pemerintah NKRI

    5.4 Bebas dari kehadiran NKRI di Tanah Papua, artinya tidak ada NKRI di Tanah Papua

         dan seterusnya, pokoknya kebebasan dimaksud harus terkait langsung dengan "ketiadaan" NKRI di       Tanah Papua.


6. Nasionalisme, Papua Merdeka di dalam NKRI dan Papua Merdeka di Luar NKRI

Nasionalis Papua yang menginginkan NKRI keluar dari Tanah Papua mencap dirinya nasionalis. Demikian juga dengan kaum pendukugn NKRI, yang saya telah menamai mereka sebagai suku Papua-Indonesia (Papindo Tribe). Kedua kelompok ini mengkleim diri sebagai pihak yang paling punya perhatian terhadap nasib dan masa depan Tanah dan Bangsa Papua. Kaum Papindo menyatakan, "Jangan ada gangguan keamanan, masyarakat mau hidup tenang, orang Papua cinta damai, mari kita bangun bangsa ini dengan damai." Jadi ada nada-nada 'damai', dan 'sejahtera'. Mereka melihat tanah ini disebut "merdeka" kalau ada kedamaian hidup bersama NKRI.



Karena pemikiran mereka yang pro-Papua tadi, mereka menganggap dirinya sebagai nasionalis Papua.



Bertolak-belakang dengan itu, orang Papua yang menginginkan NKRI keluar dari Tanah Papua menganggap merekalah yang nasionails.


Saya mau katakan keduanya memang nasionalis. Nasionalis Papindo menginginkan NKRI ada di Tanah Papua, dan kita bangun Tanah dan Bangsa Papua bersama NKRI, menjadikan Tanah dan Bangsa Papua hidup damai dan sejahtera, dengan dana Otsus dan dengan bermodalkan kekayaan alam yang tersedia. Sementara ituu nasionalis Papua Merdeka memandang orang Papua hanya akan hidup damai dan menjadi sejahtera kalau orang Indonesia dan NKRI tidak ada di Bumi Cenderawasih. Degan kata lain, kehidupan yang damai dan sejahtera di Tanah Papua hanya dapat diwujudkan kalau orang Papua sendiri yang membangunnya tanpa NKRI. Terhadap pandangan ini orang selalu menunjuk jari kepada Papua New Guinea dan Timor Lorosa'e dan mengatakan, "Kalian kalau merdeka sendiri tanpa Indonesia, nasib kalian paling-paling sama kacau dengan teman-temanmu sebang, PNG, sama melarat dengan sebangsamu di Lorosa'e."



Kedua Nasionalis Papua pada akhirnya harus bertarung membuktikan apa yang mereka maksudkan dengan "Papua Merdeka!"

_________________


Related : Apa Artinya "PAPUA MERDEKA?