Header Ads

Sering Dengar Ribut, Tak Membuat Slank Takut Datang ke Papua

JAYAPURA [PAPOS]- Sehari sebelum konser digelar di Asmat Ballroom Aston Hotel dan Convention Center Jayapura. Slank menyempatkan diri bertandang ke Redaksi Papua Pos, Jumat [30/9] kemarin. Kehadiran Slank diterima langsung Pimpinan Umum Papua Pos, Wilpret Siagian bersama Pemimpin Redaksi Papua Pos, Javaris Sinambela serta para kru Papua Pos.

Dengan tampilan ciri khas mereka, menggunakan kaos oblong dan sendal jepit para anggota Slank didampingi Bunda Ipet menyampaikan kesan-kesan mereka setelah yang kedua kali menginjakkan kakinya di kota Jayapura.

Mewakili rekannya, Kaka menyampaikan rasa kagumannya atas perubahan yang terjadi di Kota Jayapura dibanding lima tahun lalu saat mereka datang konser ke Papua. “Papua, khususnya Kota Jayapura benar-benar terjadi perubahan drastic. Tahun 2006 kami datang kesini, kami masih menginap di hotel Tirta Mandala Jayapura, dan belum banyak gedung-gedung bertingkat, tetapi sekarang perubahan terlihat jelas, bahkan kami menginap di Hotel Aston Jayapura yang merupakan hotel bintang empat di kota ini,’’ujar Kaka yang diamini rekannya yang lain.

Bimbim menambahkan keinginan mereka untuk datang ke Papua kedua kalinya sudah lama dinantikan. Penantian itu baru bisa terjawab sekarang. Meski kata dia, banyak terjadi perubahan di kota jayapura, tetapi tidak mengurangi ciri khas Papua.

“Begitu pun Bandar udara Sentani, lima tahun lalu masih seperti bandara di Afrika, dimana orang bebas keluar masuk, tetapi sekarang bandaranya lumayan bagus, sudah terjadi perubahan, lebih teratur, “ kata Bimbim.

Kaka juga memuji sumber daya alam Papua yang begitu kaya. Oleh karena itu, ujarnya tak perlu berkiblat kewilayah Jakarta, meski hanya berbaju biasa tetapi bila tidur tersenyum itu akan lebih berarti ketimbang menggunakan baju buatan perancang ternama seperti Giorgio Armani tetapi ketika tidur wajahnya kecut.

Lebih lanjut dikatakannya, meskipun ia bersama kawan-kawannya kerap mendengar di Papua terjadi keributan, bukan membuat ia bersama kawan-kaannya takut datang ke Papua.’’Tidak ada rasa takut atau pun tak berani mengunjungi Papua, meski mereka sering melihat dan mendengar kejadian-kejadian yang terjadi di Papua, bahkan menurut kami, masyarakat di Papua sangat ramah,’’ ujarnya.

“Waktu kami datang lima tahun lalu, kami sempat bertukar pikiran dengan masyarakat disini baik yang masih memakai bendera merah putih maupun bendera lainnya, justru sama kami mereka berani mengungkapkan apa keinginan mereka dan bagi kami itu bukan suatu hal yang harus membuat kami takut untuk datang lagi kesini, Kami datang kesini untuk membawa virus perdamaian,“ tandas Kaka.

Sebelum meninggalkan kantor redaksi Papua Pos, para anggota Slank sempat melontarkan keinginan mereka berkunjung ke Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat usai konser di Jayapura.

Slank Konser Ekslusif

Grup musik Slank yang beranggotakan Kaka [vocal], Abdee [gitaris], Ridho [gitaris], Ivan [bass] dan Bimbim [drumer] hari ini bakal menghibur para perokok dewasa A Mild Papua pada konser music ekslusif yang digelar di Asmat Ballroom Aston Hotel dan Convention Center Jayapura, hari ini Sabtu [1/10].

Kedatangan Slank kali ini merupakan yang kedua kalinya, sebelumnya pada tahun 2006 grup musik yang sering membawakan lagu-lagu bertemakan politik, sosial dan budaya ini telah berkunjung ke provinsi paling timur Indonesia ini.

Konser Slank yang bertajuk pergelaran musik personal, premium dan ekslusif merupakan rangkaian dari kegiatan A Mild As You Like It PT HM Sampoerna,Tbk.

Hanya saja kegiatan tersebut merupakan tahun ketiga yang dibuat oleh pabrik rokok terbesar di Indonesia ini. A Mild As You Like It telah menjadi pergelaran musik yang memberi tontonan berbeda, tahun ini A Mild As You Like It hadir dalam inovasi baru.

Menurut Area Marketing Executive PT HM Sampoerna wilayah Papua, Wahyu Bimo Aji, Papua sebagai kota pertama yang disambangi A Mild As You Like It untuk wilayah Indonesia timur.

‘’Dengan performa khas Slank yang nantinya tampil interaktif di atas panggung diharapkan dapat memuaskan para perokok dewasa A Mild di Papua,’’ujar Wahyu.

Ditambahkan Wahyu, konser Slank sengaja dilakukan di dalam ruangan sebab merupakan pergelaran musik personal, premium dan ekslusif dan bagi yang memiliki invitation yang diperkenankan masuk ke tempat konser Slank.

“Undangan hanya 450 orang, dimana sebelum konser, Slank akan melakukan audiens dengan penonton, kami berharap konser tersebut berjalan lancar sesuai rencana, “kata Wahyu. [sari]

Terimakasih Sudah Membaca serta Kunjungan anda disini

Kalau suka, silahkan klik "like/suka" di bawah ini:

No comments

Silahkan menanggapi melalui kolom ini dengan bahasa yang santun, link aktif berupa spam dan link p*rno, togel akan dihapus.

Powered by Blogger.