SELAMAT DATANG DIBLOG INI, SILAHKAN BACA-BACA, JANGAN UNTUK TINGGALKAN KOMENTAR
Home » , , » Asal Usul Garuda Pancasila dan Penciptanya

Asal Usul Garuda Pancasila dan Penciptanya

Free West Papua | Like n Share | Post Written on Monday, October 31, 2011 | 2:00 PM




Asal-usul Lambang Negara INDONESIA 
(Garuda Pancasila)

APA lambang Negara Republik Indonesia? Ya betul, BURUNG GARUDA. Mengapa Negara kita menggunakan lambing Negara seperti itu? Sejak kapan kita menggunakan lambing Negara tersebut? Apa saja arti dari Lambang Negara RI itu?
Burung garuda berdekatan dengan burung elang Rajawali. Burung ini terdapat dalam lukisan di candi-candi Dieng yang dilukiskan sebagai manusia berparuh dan bersayap, lalu di candi Prambanan, dan Panataran berbentuk menyerupai raksasa, berparuh, bercakar dan berrambut panjang.
Beberapa kerajaan di pulau jawa menggunakan Garuda sebagai materai/stempel kerajaan, seperti yang disimpan di Musium Nasional, adalah stempel milik kerajaan Erlangga.

Burung Garuda ditetapkan sebagai lambing Negara RI sejak diresmikan penggunaannya pada 11 Februari 1950, dan dituangkan dalam Perautan Pemerintah no 66 tahun 1951. Penggagasnya adalah Sultan Abdurrahman Hamid Alkadrie II atau dikenal dengan Sultan Hamid II, yang saat itu sebagai Mentri Negara Republik Indonesia Serikat (RIS).
—————-
Me:
Garuda itu adalah seekor burung yang hidup dalam dunia khayalan, terutama dalam perwayangan. garuda dianggap mulia karena memiliki kekuatan dan kecantikan parasnya. Sehingga banyak yang menggunakannya dalam berbagai kegiatan yang dianggapnya menunjukkan sebuah power dan tentunya kebebasan karena garuda bebas bisa terbang ke mana saja.
Cerita garuda bisa jadi lambang negara adalah benar kalau itu ada pengaruh sultan hamid 2 yang cenderung, dulunya memihak belanda (ingat dia ketua BFO=perserikatan negara2 non-RI setelah agresi militer belanda 1). Namun setelah dia diangkat menjadi salahsatu pejabat negara, sebagai wakil yang memiliki pengaruh di Indonesia bagian Timur, beliau ikut sebuah sayembara yang dikeluarkan Pres. Soekarno untuk menemukan sosok lambang negara. RI 5 tahun tanpa lambang!….
3 tahun lalu, ketika menjelang HUT RI ke 60, di SCTV saya nonton cerita seorang yang meneliti tentang asal-usul lambang negara ini. Penelitian ini adalah thesis S2 di UGM (?). Dari sekian gambar yang masuk, dipilihlah burung garuda ini (peserta harus menyematkan 5 pilar/sila yang dikenal sebagai Pancasila). Dari gambar burung purba sampai garuda diperlihatkan dalam siaran tersebut. Saya hafal banget, karena memang mencari jawaban tanya selama ini: siapa yang menggagas lambang RI?, banyak yang bilang Moh. Yamin, namun ternyata usulan Moh. Yamin, ditolak Pres. Soekarno. Penasaran ini terjawab sudah, karena di buku jarang banget yang bahas, sama sebelum tahun 2000-an, bila mencari siapa yang menggagas nama Indonesia….
Sumber: Kaskus, Detik

----------------------------------------------------------------------------



Pencipta Lambang Negara Burung Garuda Pancasila

Sepanjang orang Indonesia, siapa tak kenal burung garuda berkalung perisai yang merangkum lima sila (Pancasila)? Tapi orang Indonesia mana sajakah yang tahu, siapa pembuat lambang negara itu dulu?

Dia adalah Sultan Hamid II, yang terlahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Lahir di Pontianak tanggal 12 Juli 1913. Dalam tubuhnya mengalir darah Indonesia, Arab–walau pernah diurus ibu asuh berkebangsaan Inggris. Istri beliau seorang perempuan Belanda yang kemudian melahirkan dua anak–keduanya sekarang di Negeri Belanda.
Syarif menempuh pendidikan ELS di Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. HBS di Bandung satu tahun, THS Bandung tidak tamat, kemudian KMA di Breda, Negeri Belanda hingga tamat dan meraih pangkat letnan pada kesatuan tentara Hindia Belanda.
Ketika Jepang mengalahkan Belanda dan sekutunya, pada 10 Maret 1942, ia tertawan dan dibebaskan ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dan mendapat kenaikan pangkat menjadi kolonel. Ketika ayahnya mangkat akibat agresi Jepang, pada 29 Oktober 1945 dia diangkat menjadi sultan Pontianak menggantikan ayahnya dengan gelar Sultan Hamid II.
Dalam perjuangan federalisme, Sultan Hamid II memperoleh jabatan penting sebagai wakil daerah istimewa Kalbar dan selalu turut dalam perundingan-perundingan Malino, Denpasar, BFO, BFC, IJC dan KMB di Indonesia dan Belanda.
Sultan Hamid II kemudian memperoleh jabatan Ajudant in Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin der Nederlanden, yakni sebuah pangkat tertinggi sebagai asisten ratu Kerajaan Belanda dan orang Indonesia pertama yang memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran.
Pada 21-22 Desember 1949, beberapa hari setelah diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio, Westerling yang telah melakukan makar di Tanah Air menawarkan “over commando” kepadanya, namun dia menolak tegas. Karena tahu Westerling adalah gembong APRA.
Selanjutnya dia berangkat ke Negeri Belanda, dan pada 2 Januari 1950, sepulangnya dari Negeri Kincir itu dia merasa kecewa atas pengiriman pasukan TNI ke Kalbar–karena tidak mengikutsertakan anak buahnya dari KNIL.
Pada saat yang hampir bersamaan, terjadi peristiwa yang menggegerkan; Westerling menyerbu Bandung pada 23 Januari 1950. Sultan Hamid II tidak setuju dengan tindakan anak buahnya itu, Westerling sempat marah.
Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara.
Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan file dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara. Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara.
Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, MA Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.
Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang.
Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.
Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.
Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri.
AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini.
Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS. Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950.
Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno.
Tanggal 20 Maret 1940, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.
Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah Pontianak.
Sultan Hamid II wafat pada 30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman Keluarga Kesultanan Pontianak di Batulayang.

Sumber dan berita terkait: Kaskus1, Kaskus 2, Kaskus 3,…



Share : :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Komentar :
Trims su berkunjung..... (y)

Curahan

Puisi
Dengar Lagu |silahkanDownload

Follow by Email

Blog Archive

Popular Posts

Kategori

Indonesia (226) Papua (224) Berita (109) Postingan (102) Bangsa Papua (93) Opini (72) Jubi (69) Catatan (64) KNPB (62) Aksi (58) Internasional (56) Papua Merdeka (50) TPN/OPM (49) WORLD (49) NFRPB (42) Negara Papua (40) Mahasiswa (39) Puisi (38) Pandanganku (37) AMP (36) Fakfak (36) HUT PAPUA (35) Jokowi (35) Herman Wanggai (33) Jayapura (31) Manokwari (30) Picture (30) Anak Papua (24) KOMPAS (24) My Photos (24) Aneh (23) Freeport (23) MSG (23) Korban (22) Penembakan (22) TNI (22) Tokoh-Tokoh (22) Puisi Cinta (21) Vidio (21) Australia (20) Bintang Papua (20) Generasi Papua (20) HAM (20) Jakarta (20) Aktivis (19) Eksekusi (19) Jogjakarta (17) Picture Papua (17) Kataku (16) Kekerasan (16) Penangkapan (16) Radar Sorong (16) Sejarah Papua (16) Timika (16) Dialog (15) Polisi (15) Seruan (15) Nasionalis Papua (14) Pemimpin (14) Sorong (14) Vanuatu (14) Facebook (13) Motivasi (13) Organisasi (13) Perempuan (13) Wall Facebook (13) Pelanggaran (12) TribunNews (12) Aceh (11) Demokrasi (11) Federal Papua (11) Kongres Rakyat Papua III (11) MetroNews (11) Militer (11) NRN (11) Renungan (11) 5 Hal (10) Beritsatu (10) Bintang Kejora (10) Luar Negeri (10) MOP (10) Negara Rakyat Nusantara (10) PNG (10) Papua Post (10) Pembunuhan (10) Presiden (10) Tips-Tips Komputer (10) Boikot (9) Cita Citata (9) Hukum (9) Info Papua (9) Kasus (9) Narkoba (9) Okezone (9) Otsus Plus (9) PRD (9) Pepera (9) Photo Papua (9) Sejarah Indonesia (9) Tips-Tips Motivasi (9) UP4B (9) Vivanews (9) Amerika Serikat (8) Aneksasi (8) Doberai (8) Federasi (8) Flotilla (8) Nabire (8) PBB (8) Parlemen Rakyat Daerah (8) Port Numbay (8) Puisi Cinta Dan Perasaan (8) Puisi Perjuangan (8) Serui (8) Tips Kesehatan (8) ULMWP (8) kata Bijak (8) Badai (7) Bentuk Negara (7) Biak (7) Detiknews (7) Ekonomi (7) Fiji (7) Gereja (7) ISIS (7) KNPI (7) Kongres (7) Liputan6 (7) Makar (7) Natal (7) Pilpres (7) Sejarah NKRI (7) Seminar (7) Sistem Pemerintahan (7) Suluh Papua (7) Surat (7) Artis (6) Benny Wenda (6) DPR (6) Fakfak Picture (6) Hukuman Mati (6) JPNN (6) Lirik Lagu (6) Manajemen (6) PNWP (6) Pekabran Injil (6) Proklamasi Papua (6) Referendum (6) Tempo (6) Amnesti Internasional (5) Anak Fakfak (5) Antaranews (5) Bandung (5) Belanda (5) El-Gibbor Ministry.net (5) HUT PI (5) Hari Perempuan Sedunia (5) Inggris (5) Kapolda (5) Kecelakaan (5) Merdeka (5) NAPAS (5) Paniai (5) Pemekaran (5) Pemerintahan (5) Pengantar Ilmu Politik (5) Penjajahan (5) Perjanjian (5) Pikiranku (5) Puncak Jaya (5) REPUBLIKA (5) RadarTimika (5) Republik Papua (5) Sejarah (5) Tahanan (5) The Comens (5) UNCEN (5) Aktual (4) Ancaman (4) Bendera (4) Buku Papua (4) Campaign (4) Cepos (4) Curahan Hati (4) Curahan Hatiku (4) Duka (4) Eropa (4) HUT INDONESIA (4) Habelino (4) IPMAPA (4) Injil (4) KONTRAS (4) Komnas TPNPB (4) Melanesia (4) Merauke (4) Misteri (4) Motivasi Dan Dasar Cinta (4) Musik (4) Persipura (4) Pesawat (4) Polri (4) Preman (4) Puisi Kehidupan (4) Revolusi Budaya (4) Sindonews (4) Smelter (4) Solidaritas Perempuan Papua (4) Sports (4) Status Facebook (4) Trikora (4) Valentin’s Day (4) Abepura (3) Ayub Waker (3) Boston (3) Computer (3) Dubes (3) Forkorus Yaboisembut (3) Gempa (3) Gubernur (3) HUT KNPB (3) Habib Rizieq (3) Hip Hop (3) Irak (3) JDP (3) Jenis Kekuasaan (3) Jepang (3) Kantor (3) Kejahatan (3) Kereta Api (3) Komnas HAM (3) Konflik (3) Majalah Selangkah (3) Manado (3) Manajemen Konflik (3) Mata kuliah Ilmu Politik (3) Musisi (3) Nasional (3) Negara Kesatuan (3) Otsus (3) Papua Menggugat (3) Papuan (3) Penculikan (3) Perjuangan (3) Persipuramania (3) Pesan Group (3) Photo Gabungan (3) Pohon Natal (3) Politik Rakyat (3) Portalkbr (3) Profil Negara Papua (3) Puisi Kebahagiaan (3) Puisi perasaan (3) Puisi perasaanku (3) RUU (3) SUP (3) Sains (3) Salatiga (3) Senator (3) Seni (3) Sri Paus (3) Stop Miras (3) Struktur Negara (3) Suara Pembaruan (3) Suara Rakyat (3) Surabaya (3) TRWP (3) Tapol (3) Tips (3) Transmigrasi (3) WPNA (3) Washington (3) Willem Wandik (3) entertainment (3) 2015 (2) Anak Kembar (2) Arahmah (2) Asia Pasifik (2) Asia Tenggara (2) BBC (2) BBM (2) BMP (2) BOM (2) Barack Obama (2) Beat Papua (2) Bentrok (2) Brasil (2) Brimob (2) Brutal (2) Buku (2) Burung Cendrawasih (2) CahayaPapua (2) China (2) Cuaca (2) DNP (2) Daftar (2) Dana OTSUS (2) Deplu (2) Diplomat (2) Doaku (2) Film (2) Front Pembela Islam (2) HKBP (2) Hacker (2) Harian Terbit (2) Hutan (2) Ibadah (2) Idiologi (2) Ilegal (2) Istilah (2) Jacob Rumbiak (2) Jawa (2) Jerat Papua (2) Jerman (2) Jhon Kei (2) Jurnalis (2) KRIMINAL (2) Kae (2) Kalimantan (2) Kemerdekaan (2) Kepribadian (2) Kisah Cinta (2) Kisah Perjuangan (2) Kompasiana (2) Konfederasi (2) Kronologi (2) LMA (2) Letter (2) Makasar (2) Mama (2) Mansinam (2) Marthen Goo (2) Muhamadiyah (2) Nama (2) Nasionalis NKRI (2) Negara (2) Negara Gagal (2) Negara Konfederasi (2) Nusantara (2) OAP (2) Operasi (2) PKMFP (2) PS (2) Palsu (2) Panglima (2) Parlementer (2) Pdt. Socratez S. Yoman (2) Pejuang (2) Pelantikan (2) Pembajakan (2) Pembakaran (2) Pemilu (2) Pencuri (2) Penyiksaan (2) Perang (2) Peringatan (2) Pernikahan (2) Perundingan (2) Petisi (2) Pidato (2) Pilgub (2) Prabowo (2) Presidensil (2) Puisi Kerinduan (2) Pulau (2) Ranting Patah (2) Ras Papua (2) Refleksi (2) Rekayasa (2) SPM (2) SPM-PB (2) SUKU MBAHAM (2) Saireri (2) Saleh Partaonan Daulay (2) Sampul Facebook (2) Sejarah Injil Di Papua (2) Semangat Papua (2) Semarang (2) Sentani (2) Setwapres (2) Suara (2) Sulawesi (2) Sumpah Pemuda (2) Suriah (2) Tabrakan (2) Tambrauw (2) Tanah Papua (2) Teknologi (2) Terpidana (2) Tim 7 (2) UFO (2) Ucanews (2) Utikini (2) Voanews (2) Wamena (2) Wapres (2) Wartawan (2) West Papua (2) 8 Perbedaan (1) ALDP (1) AMPP (1) APEC (1) ASEAN (1) Aborigin (1) Adat (1) Adelaide United (1) Agama (1) Agus Isir (1) Aimas (1) Air Terjun (1) AirAsia (1) Akun (1) Alam (1) Alasan (1) Aljazeera (1) Ampres (1) Amsterdam (1) Analisa (1) Antarapapua (1) Antroplogi (1) Aparat (1) AprilMob (1) Aristokrasi (1) Arso (1) Arti Mimpi (1) Artikel (1) Asian Games 2018 (1) Asing (1) Auckland (1) Awepa (1) Ayat Alkitab (1) Bagan (1) Bagdad (1) Banjir (1) Barcelona (1) Bebas (1) Bekasi (1) Belajar (1) Bencana (1) BeritAnda (1) Berita8 (1) Beritaekspres (1) Bintuni (1) Biodata (1) Biografi (1) Bisnis (1) Blokade (1) Blokir (1) Bob Carr (1) Bola (1) Bomberay (1) Borneo (1) Buruh (1) CNN (1) Capres (1) Catalonia (1) Cerita (1) Chechnya (1) CitizenJurnalis (1) Contact (1) Culture (1) DAP (1) DOM (1) DPRP (1) Dailipost (1) Dana (1) Densus 88 (1) Dewan HAM (1) Diskusi (1) Distrik Kokas (1) Doa (1) Dogiyai (1) Dokumenter (1) Dominion (1) Download (1) Dr.Thom Wainggai (1) EdudaNews (1) Emas (1) Emtv (1) Etnohistori (1) FNMP (1) FPI (1) Farhat Abbas (1) Filep Karma (1) Filsuf (1) Foker LSM (1) Freedy Numberi (1) Fungsi Otak (1) GARDA BAWA (1) GPI (1) Gadis (1) Garuda (1) Gatra (1) Gaza (1) Gempar (1) Gender (1) Globalvoicesonline (1) Golkar (1) Gresik (1) Gresnews (1) Guyana (1) Hai Tanahku Papua (1) Hamah Sagrim (1) Hamas (1) Hanter (1) Hubert Mabel (1) Ibu (1) Idul Fitri (1) Ikan (1) Iman (1) Imigrasi (1) India (1) Indopos (1) Integrasi (1) Internet (1) Investasi (1) Islamabad (1) Israel (1) Itoday (1) JK (1) JURNAL3.COM (1) Jambi (1) Jaringnews (1) Jawapos (1) Je.Wenda (1) Jenius (1) Jimmy Demianus Ijie (1) Jogja Berduka (1) JurNas (1) KAI (1) KAIMANA (1) KBR68H (1) KP-FMK (1) KRI Bung Tomo (1) KTP (1) KUHP (1) Kabar24 (1) Kajian (1) Kaleb (1) Kamasan (1) Kampanye (1) Kanal Satu (1) Kasih Tuhan (1) Kawan (1) Kebersamaan (1) Kebijakan (1) Kebohongan (1) Keerom (1) Kejenuhan (1) Kemenkumham (1) Kerusakan (1) Kesaksian (1) Kingmi (1) Kleptokrasi (1) Koloni (1) Kolonialisme (1) Kominfo (1) Kopi (1) Korea Utara (1) Koruptor (1) Kristen (1) Kudeta (1) Kumpulan Jepretanku (1) LITP (1) LNG (1) Lagu Fakfak (1) Lagu Kebangsaan (1) Laporan (1) Larangan (1) Leonie Tanggahma (1) Letusan (1) Liberalisme (1) Logistik (1) London (1) Longsor (1) Mako Tabuni (1) Malam Kudus (1) Malang (1) Malasya (1) Malu (1) Maluku (1) Malware (1) Mamberamo (1) Mambunibuni (1) Mandat (1) Manifest (1) Manusia (1) Markus Yenu (1) Mascho-Piro (1) Massa (1) Materi (1) Maybrat (1) Mayday (1) Media (1) Mediasi (1) Megawati (1) Melbourne (1) Memori (1) Menkeu (1) Menkominfo (1) Menkopolhukam (1) Menlu (1) Menpora (1) Mifee (1) Militerisme (1) Militeristik (1) Mimika (1) Mimpi (1) Mobokrasi (1) Monarki (1) Mutiara Hitam (1) Naftali Edoway (1) Navi Pillay (1) Negara Serikat (1) Nelayan (1) Neolib (1) New York (1) Nomor1 (1) Nowela (1) Nusantaratimes (1) OPPB (1) OTK (1) Octoviaen Gerald Bidana (1) Oklokrasi (1) Olah Vokal (1) Oligarki (1) Ombak (1) Onestep-news (1) Operasi Militer (1) Orasi (1) Otak (1) Otonomi (1) PANGDAM (1) PASTOR JOHN DJONGA (1) PGI (1) PH (1) PIA (1) PIlar Demokrasi (1) PKS (1) POSTER (1) Pabrik (1) Paguyuban (1) Palestina (1) Palingkeren.com (1) Pamer Voice (1) Pancasila (1) Panitia Natal 10 (1) Panji (1) Papua New Guinea (1) Paskah (1) Pastor (1) Patriot (1) Pelopor (1) Pemakaman (1) Pembacokan (1) Pembangunan (1) Pemilih (1) Pemimpin Terlama Di Dunia (1) Pemuda Papua (1) Pendatang (1) Pendeta (1) Pendidikan (1) Penduduk (1) Peneliti (1) Penembak Jitu (1) Pengalamanku (1) Pengamat (1) Perawan (1) Perbatasan (1) Perdamaian (1) Pers (1) Persatuan (1) Perserikatan Negara (1) Phaul Heger (1) Photo Jepang (1) Photo Kongres (1) Pinang (1) Plutokrasi (1) Pojoksatu (1) Politisi (1) Pornografi (1) Port Moresby (1) Port Vila (1) Pos (1) Prakata (1) Prediksi (1) Program Ke Kampung (1) Protektorat (1) Puisi Perpisahan (1) Pulang (1) Puncak Papua (1) R4 (1) RMS (1) RSP (1) Radio Australia (1) Radio Streaming Papua (1) Ramalan (1) Rappler (1) Ratu (1) Rekomendasi (1) Revolusi Papua (1) Riau (1) Roma Agreement (1) Rupiah (1) Rutan (1) SBY (1) SDM (1) SMPP (1) SODELPA (1) Sandal Jepit (1) Sastra (1) Sawit (1) Sebby Sambon (1) Seks (1) Selpius Bobi (1) Semangat (1) Semen (1) Senjata (1) Seruu.com (1) Shanghai (1) Sharia (1) Shio (1) Sidang (1) Sifat (1) Sikap (1) Sinar Harapan (1) Situs (1) Slanks (1) Solo (1) Sorotan (1) Spanyol (1) Stigma (1) Student (1) Sukhoi (1) Sukoharjo (1) Suku Pedalaman (1) Suku Primitif (1) Sulpap (1) Sultan (1) Supiori (1) Surakarta (1) Suva (1) Syukuran (1) TMP (1) TP (1) TV Papua (1) TVONE (1) Tagor (1) Tahun Baru (1) Tambang (1) Tami (1) Tembagapura (1) Temp (1) Tentara (1) Teori (1) Terasing (1) Teror (1) Teroris (1) Tewas (1) Timnas Papua (1) Timokrasi (1) Timor Leste (1) Tionghoa (1) Tirani (1) Tjahjo Kumolo (1) Toleransi (1) Tragedi (1) Tuduhan (1) Tugu (1) Turki (1) Twitter (1) UGM (1) UNICEF (1) USAID (1) UU (1) Ulang Tahun (1) Unesco (1) Uni (1) Vatikan (1) Venezuela (1) Victor Yeimo (1) Vietnam (1) Virus (1) Visa Papua (1) WNA (1) WPNCL (1) WPNLA (1) WPNYC (1) WTO (1) Wagub (1) Warta Papua (1) Washingtonpost (1) Wawancara (1) West Papua Media (1) Yahukimo (1) Yalimo (1) Yason Ngelia (1) Yorrys Th. Raweyai (1) Yusak Pakage (1) intelijen (1) news (1) perasaanku (1) wor (1)


 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Gerakan Anak Bangsa - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger